5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 17 Mei 2021

Morning Briefing 17 Mei 2021
Foto: www.rawpixel.com
Terakhir diperbarui:

Yep, mungkin sulit menerima kenyataan, tapi Senin kembali dan sudah saatnya kembali ke dunia nyata (terutama yang libur panjang)! Sebelum memulai hari ini, baca lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 17 Mei 2021.

Perpanjangan operasi penyekatan arus balik ke Jakarta hingga 24 Mei.

Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari aturan larangan mudik Lebaran 2021 yang sebelumnya efektif berlaku mulai 6-17 Mei. Polisi juga tidak menutup kemungkinan hasil evaluasi dari jumlah pemudik Lebaran 2021 kembali memperpanjang masa penyekatan larangan mudik sampai waktu yang ditentukan kemudian.

Dalam prosesnya, Polri menggelar 19 titik pemeriksaan mulai dari Jawa Timur hingga Banten. Jika sudah diperiksa, maka petugas akan menempelkan stiker bertanda barcode sehingga tidak dapat dipalsukan. (Liputan6)

Distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 dihentikan sementara.

Selama penghentian itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan pengujian toksisitas dan sterilitas untuk memastikan keamanan vaksin. Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa tidak semua batch vaksin AstraZeneca dihentikan distribusi dan penggunaannya, melainkan hanya batch CTMAV547.

Batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu. Pengujian toksisitas dan sterilitas vaksin oleh BPOM memerlukan waktu selama satu hingga dua pekan. (Kompas)

Update COVID-19 global: Lockdown dan India.

Pemerintah Singapura menetapkan semua siswa SD, SMP, SMA dan Millennia Institute akan belajar dari rumah mulai 19 Mei hingga 28 Mei. Negara ini kembali menerapkan restriksi mirip lockdown selama sebulan seperti tahun lalu. Pemerintah melarang makan di restoran dan membatasi pertemuan sosial hanya dua orang karena meningkatnya jumlah infeksi tanpa asal yang jelas.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 4 Maret 2021

Sementara itu, Amazon.com Inc. dan perusahaan energi yang terbarukan asal India, Greenko Group, menyediakan konsentrator oksigen di India. Negara ini sendiri melaporkan 311.170 kasus baru pada Minggu, yang terus memperlihatkan penurunan. Di sisi lain, angin topan "Tauktae" diperkirakan akan mendarat di distrik selatan Gujarat pada Selasa pagi, dengan kecepatan 175 km per jam.

Turki akan melonggarkan pembatasan mulai hari ini seiring menurunnya jumlah kasus baru setelah tiga minggu lockdown. Hal yang terjadi di Jerman di mana angka penyebaran berada di bawah level kunci, yang menyebabkan sejumlah restriksi mungkin tidak berlaku lagi. (Bloomberg)

Serangan udara Israel menewaskan setidaknya 26 orang di Jalur Gaza.

Serangan yang terjadi pada Minggu pagi tersebut merupakan serangan paling mematikan sejak bentrok antara Israel dan grup militan Palestina, Hamas, seminggu lalu. Regu penyelamat berjuang untuk menyelamatkan warga dan mengangkat mayat dari reruntuhan tiga bangunan. Serangan pagi hari tersebut terjadi setelah serangan bom pada malam sebelumnya.

Banyak pihak meragukan gencatan senjata yang dilakukan agar tim medis bisa mengangkat orang-orang, hidup atau mati, dari reruntuhan gedung. Sejauh ini, krisis ini sudah menewaskan 181 orang Palestina dan 10 orang di Israel. Menurut data resmi, sejak kekerasan berlangsung dari Senin lalu, setidaknya 52 anak-anak terbunuh. (The Guardian)

Twitter berbayar bernama "Twitter Blue".

Penliti aplikasi Jane Manchun menuliskan cuitan pada Sabtu bahwa dia menemukan berapa biaya Twitter Blue tersebut, yakni $2,99 per bulan. Dalam versi berbayar ini akan ada fitur Undo Tweets dan koleksi bookmark. Juru bicara Twitter enggan memberikan komentar. (The Verge)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 17 Mei 2021, jangan lupa mengecek cara memakai dan memilih masker dari dokter kulit.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 9 Desember 2020