5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 17 Februari 2021

Morning Briefing 17 Februari 2021
Foto: www.unsplash.com
Terakhir diperbarui:

Hola! Pertengahan minggu nih, bagaimana harimu sejauh ini? Semoga masih tetap semangat, masih rajin pakai masker, menjauhi kerumunan, jaga jarak dan cuci tangan dengan benar, ya. Sebelum memulai hari, yuk baca berita terbaru hari ini dalam Morning Briefing 17 Februari 2021.

Satgas: efek samping vaksin umumnya ringan.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, menyampaikan belum ada laporan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang serius. Dalam catatan Satgas, efek samping pascapenyuntikan vaksin sebulan terakhir umumnya ringan dan cepat hilang. Oleh karenanya menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir akan efek samping vaksin COVID-19. Sebagai catatan, sudah lebih dari 500 ribu tenaga kesehatan menerima dua dosis vaksin COVID-19 per 16 Februari 2021. (Liputan6)

Sanksi untuk wali kota penolak SKB 3 menteri.

Pelaksana tugas Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Hendarman mengingatkan soal sanksi bagi pemerintah daerah yang menolak menerapkan ketentuan dalam Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri mengenai seragam dan atribut di sekolah. Peringatan ini menanggapi Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, yang menyatakan tidak akan menerapkan ketentuan dalam SKB itu di sekolah-sekolah wilayah Pariaman. Sebagai informasi, tiga menteri mengeluarkan ketentuan yang isinya di antaranya, pemerintah daerah dan sekolah tidak diperbolehkan mewajibkan atau melarang seragam dan atribut dengan kekhususan agama. (CNN Indonesia)

Junta militer Myanmar janjikan pemilu baru.

Junta militer Myanmar menjamin akan ada pemilu lagi dan menyerahkan kekuasan kepada pemenangnya. Pihak militer juga menyangkal bahwa pengambilan kekuasan dari Aung San Suu Kyi merupakan sebuah kudeta dan juga tidak menahan Suu Kyi. Meski begitu, pihak militer belum memberikan tanggal pasti pemilu baru tapi telah menetapkan status tanggap darurat selama satu tahun. Sementara itu, para demonstran memadati jalur kereta sehingga memblokir kereta antara Yangon dan Mawlamyine. Mereka menuntut pembebasan Suu Kyi dan pengembalian kekuasan kepada rakyat. (Reuters)

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 22 Desember 2020

Update COVID-19 global: vaksin, dan lockdown.

World Health Organization telah mengesahkan vaksin AstraZeneca-Oxford University, sehingga jalan semakin terbuka untuk mengirimkan jutaan dosis ke negara-negara dengan pendapatan rendah. Sementara itu, Afrika Selatan berencana untuk membagikan satu juta vaksin AstraZeneca dengan negara-negara anggota African Union. Kebijakan ini diambil setelah vaksin tersebut memperlihatkan efikasi terbatas terhadap varian Afrika Selatan.

Sementara itu, pihak intelegen Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara berusaha mencoba meretas server pembuat obat Pfizer untuk mencuri teknologi vaksin. Di sisi lain, Jepang akan mulai vaksinasi hari ini, yang membuatnya menjadi negara G-7 terakhir yang melakukannya. Pertama-tama vaksin akan diberikan pada 40.000 dokter dan perawat.

Sementara itu, pengadilan di Belanda memerintahkan pemerintah untuk segera mencabut ketentuan jam malam. Pengadilan mengatakan bahwa kebijakan yang diberlakukan bulan lalu tersebut tidak memiliki dasar hukum. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 109.246.204, dengan 2.410.455 kematian, dan 61.432.383 sembuh. (Washington Post)

Nestlé luncurkan KitKat versi vegan.

Nestlé memberikan nama KitKat V untuk produk barunya ini. Mengikuti tren makanan alternatif dari tanaman, perusahaan Swiss ini menjanjikan candy bar ini memiliki "keseimbangan sempurna antara wafer yang renyah dan cokelat yang lembut." Meski begitu KitKat V tidak mengandung dairy milk, salah satu bahan utama KitKat biasa, dan menggantikannya dengan alternatif berbahan dasar nasi dan sustainable cocoa. Produk cokelat ini akan mulai dijual akhir tahun ini di beberapa negara sebelum akhirnya di seluruh dunia. (CNN)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 17 Februari 2021, kamu harus tahu cara mengatasi bau badan.