5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 17 April 2020

Morning Briefing 17 April 2020
Foto: www.canva.com

Hola! Seandainya kamu membutuhkan sesuatu yang bisa membuat sedikit berdecak geli: Amy Schumer akhirnya mengganti nama anaknya “Gene Attell” karena bunyinya mirip (yep), ‘genital’. Jadi namanya sekarang adalah Gene David Fischer. Anyway, selamat menikmati hari ini (yep, it’s TGIF) dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 17 April 2020.

PSBB DKI Jakarta kemungkinan besar akan diperpanjang.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang juga mengatakan 14 hari untuk PSBB belum cukup untuk menghentikan penyebaran COVID-19. Anies juga menyatakan bahwa sejak awal Pemprov DKI sudah mengasumsikan PSBB akan berjalan lebih panjang. Meskipun demikian, dirinya mengaku belum mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan jika PSBB harus diperpanjang. Menurutnya, fase yang sedang berlangsung sampai 23 April ini bisa disebut “fase pertama”. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

IDI meminta masyarakat yang melakukan karantina mandiri tidak khawatir.

Melalui siaran langsung di akun YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih meminta masyarakat yang menjalani karantina dan isolasi mandiri di rumah tidak khawatir. Dirinya memastikan mereka yang melakukan hal tersebut akan tetap memiliki akses terhadap tenaga medis. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai aplikasi berobat secara online atau telemedicine. Selain itu, Daeng juga mengimbau agar para warga yang melakukan karantina mandiri untuk tetap di rumah, menjaga kebersihan dan stamina. Per Kamis pukul 12.00 WIB, jumlah total pasien positif Covid-19 nasional sebanyak 5.516 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 548 pasien dinyatakan sembuh dan 496 pasien meninggal. Baca berita lengkapnya di Kompas.

Update COVID-19 global: Abbot mempercepat produksi alat tes coronavirus dan Jepang memberikan uang tunai $1.000 ke warganya.

Sejak Rabu, Abbott Laboratories mulai menjual alat tes darah yang bisa mengetahui apakah seseorang pernah terinfeksi virus ini. Sementara karena jumlah infeksi berlipat ganda dan mencapai 9.000 orang, pemerintah Jepang mendeklarasikan gawat darurat nasional dan meminta warganya untuk tetap di rumah. Sementara di Amerika Serikat, sebanyak 22 juta warganya mengajukan tunjangan pengangguran dan stok alat tes virus untuk negara ini tertahan di China karena aturan ekspor yang baru. Di Jerman, Chancellor Angela Merkel mengumumkan rencana untuk membuka kembali negara secara perlahan dari partial lockdown. Dan OPEC memperkirakan permintaan minyak mentah akan berkurang hingga seperlima dan pertumbuhan perekonomian dunia akan menurun hingga 1,5% tahun ini. Menurut Johns Hopkins University, Jumlah total kasus COVID-19 global mencapai 2.090.110, 139.469 meninggal dan 528.746 orang sembuh. Baca berita lengkapnya di Wall Street Journal.

Partai pemerintahan menang telak di pemilu Korea Selatan.

Kemenangan ini dinilai sebagai sebuah dukungan warga terhadap hasil kerja Presiden Moon Jae-in dalam menghadapi krisis COVID-19. Partainya—Partai Demokrat—dan afiliasi yang lebih kecil, memenangkan 180 kursi dari 300 kursi yang tersedia di parlemen. Ini merupakan kemenangan mayoritas terbesar sejak transisi demokrasi yang terjadi di Korea Selatan pada 1987. Sementara itu, partai oposisi United Future dan aliansinya memenangkan 103 kursi. Jumlah pemungut suara mencapai 66,2%, yang merupakan jumlah partisipan terbesar dalam pemilihan parlemen di negara tersebut sejak 1992. Sebelumnya, Korea Selatan pernah memiliki jumlah pasien terinfeksi COVID-19 terbanyak setelah China. Akan tetapi berkat penerapan tes agresif dan aturan social distancing yang sangat ketat, negara ini mampu meredam penyebaran virus ini. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Google Play menambahkan Kids Section yang berisikan aplikasi yang sudah disetujui oleh para guru.

Semua aplikasi yang ditemukan di bagian ini sudah melalui proses penyaringan sejumlah panelis, termasuk ratusan guru di Amerika Serikat dan sesuai dengan aturan program “Designed for Families” milik Google. Para panelis ini menilai aplikasi dari berbagai aspek mulai dari kelayakan usia, kualitas permainan, sampai apakah anak-anak menikmati aplikasi ini. Untuk mengakses bagian terbaru ini, orangtua bisa mengunjungi pojok “Kids” atau bisa mencari stempel “Teacher Approved“. Aplikasi ini akan dikelompokkan berdasarkan usia: 5 dan di bawahnya, usia 6-8, dan 9-12 dan sejauh ini ada 1000 aplikasi dengan label “Teacher Approved“. Fitur ini akan tersedia di Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan dan beberapa bulan ke depan di negara-negara lain. Baca berita lengkapnya di TechCrunch.

Selanjutnya: jika setelah membaca Morning Briefing 17 April 2020 kamu terpikir untuk membeli tanaman hias, ini daftar tanaman cantik yang nyaris tidak membutuhkan perawatan.

podcast button