5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 16 September 2020

Morning Briefing 16 September
Foto: www.unsplash.com

Apa yang kamu rindukan dari kehidupan normal pra-COVID-19? Apapun itu, pastikan tetap memakai masker, jaga jarak saat berada di ruang publik, dan cuci tangan dengan benar—sampai situasi memungkinkan kamu melakukan hal tersebut tanpa restriksi. Selamat menikmati hari ini, dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 16 September 2020.

Sebanyak 30 juta dosis vaksin COVID-19 diterima akhir 2020.

Indonesia akan menerima 30 juta dosis vaksin COVID-19 pada kuartal IV tahun ini. Harapannya, kuartal I tahun depan sudah mulai bisa dilakukan vaksinasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah menargetkan Indonesia mendapat akses antara 250 juta hingga 300 juta dosis vaksin hingga tahun depan. Menurutnya, untuk mencapai target ini, vaksin akan dipesan dari 10 sumber di antara, Sinovac, G-42/Wuhan Institute Biological Products/Sinopharm, Astra Zaneca. Pengembangan vaksin Merah Putih diharapkan masuk dalam fase ketiga di pertengahan atau kuartal III 2021. Nantinya, pemberian vaksin kepada masyarakat akan berbeda-beda; ada vaksin yang hanya butuh satu kali suntik dan ada yang dua kali suntik. (Tempo)

Indonesia resmi memblokir handphone BM.

Setelah berkali-kali menunda, akhirnya handphone dan komputer tablet (HKT) dengan nomor IMEI tidak terdaftar otomatis diblokir kemarin malam, pukul 22.00 WIB. Ini artinya, seluruh perangkat HKT yang diblokir tidak mendapatkan layanan jaringan perangkat telekomunikasi bergerak seluler. Bagi masyarakat yang membeli perangkat secara online atau membawa perangkat dari luar negeri, bisa mendaftarkan nomor IMEI melalui beacukai.go.id. Adapun ponsel yang diblokir adalah yang belum diaktifkan atau dikoneksikan ke operator seluler manapun. (Kompas)

Update COVID-19 global: Rekor kasus tertinggi di Belanda dan vaksin China mungkin siap pada November.

Belanda mencatat rekor baru kasus harian tertinggi kemarin, yakni 1.379 dalam waktu 24 jam. Rekor sebelumnya adalah 1.335 di awal April. Sementara itu, seorang juru bicara Pusat Penanggulangan dan Pencegahan China mengatakan vaksin coronavirus yang sedang dikembangkan negara tersebut kemungkinan bisa digunakan untuk publik pada November. China sendiri memiliki empat vaksin yang berada di dalam fase uji coba klinis final. Setidaknya tiga dari antaranya telah ditawarkan kepada pekerja esensial untuk penggunaan emergensi. Sementara Jerman mengatakan bahwa vaksin pertama kemungkinan akan disetujui pada akhir 2020 atau awal 2021.

Dari Korea Selatan dilaporkan Perdana Menteri Chung Sye-kyun mengatakan bahwa Korea dalam proses negosiasi untuk menyediakan vaksin bagi 30 juta penduduknya atau 60 populasi negara itu. Dan dari Brasil dikabarkan, sebanyak 5.000 sukarelawan tambahan berpartisipasi dalam uji klinis Phase III atas vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca PLC. Sementara dari cabang olahraga bulu tangkis, Federasi Badminton Sedunia (BWF) akan menunda Final Piala Thomas dan Uber di Denmark hingga tahun depan. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah kasus total COVID-19 adalah 29.355.527, dengan 929.613 kematian, dan 19.900.125 kesembuhan. (Aljazeera)

Perdana Menteri Thailand janji jaga perdamaian saat protes anti-pemerintahan berlangsung.

Puluhan ribu demonstran akan turun ke jalan akhir pekan ini dan bergerak ke Goverment House, untuk menekan pemerintah menghapuskan parlemen. Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha memastikan bahwa dia telah memerintahkan polisi untuk menghindari bentrokan dan meminta para demonstran untuk taat aturan demi mencegah kekacauan. Meski begitu, Prayuth mengkhawatirkan akan ada pihak luar yang mencoba memprovokasi situas ini. Demo yang terjadi hampir setiap hari sejak Juli ini, menuntut pengunduran Prayuth dan perubahan konstitusi yang ditengarai membuatnya tetap berkuasa. Unjuk rasa yang terjadi hari Sabtu ini juga akan membicarakan tentang reformasi monarki, sebuah topik yang masih tabu. (Reuters)

Pemakaman pertama dengan menggunakan peti mati ramah lingkungan.

Setelah menjalani uji coba berbulan-bulan, akhirnya pemakaman pertama dengan menggunakan ‘peti mati hidup’ yang terbuat dari bahan ramah lingkungan terjadi di Belanda. Peti mati ini terbuat dari mycelium, yakni tikar serat yang membentuk bagian bawah jamur. Menurut Bob Hendrikx, pendiri Loop, startup yang memproduksi peti mati ini, mycelium adalah “pendaur ulang alami”. Bahan ini menetralisir toksin dan menyediakan makanan segar untuk semua yang tumbuh di atas tanah. Selain itu, seratnya juga bisa digunakan untuk makanan, pakaian, kemasan, termasuk peti mati. Pemakaman ini adalah pemakaman seorang ibu, dan meski kehilangan sang ibu, sang anak merasa bahagia karena berkat peti ini, “ibunya kembali ke alam.” (The Guardian)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 16 September 2020, pastikan kamu mengetahui trik tidur cepat dari seorang psikiater.

podcast button