5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 16 Oktober 2020

Morning Briefing 16 Oktober 2020
Foto: www.unsplash.com

T.G.I.F! Tetap pakai masker, jaga jarak saat berada di tempat publik, dan jangan lupa cuci tangan dengan benar! Selamat menikmati hari ini dan akhir pekan, dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 16 Oktober 2020.

Harga vaksin COVID-19 di Indonesia Rp 200.000 per dosis.

PT Bio Farma telah mengonfirmasi bahwa vaksin COVID-19 akan dihargai sekitar Rp 200.000 per dosis ketika sudah tersedia. Presiden Direktur Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan bahwa harga ini berdasarkan email terakhir Sinovac Biotech, produsen vaksin kandidat dari China. BPOM juga berencana mengunjungi fasilitas Sinovac di Beijing untuk memastikan pengembangan dan produksinya sesuai dengan standar. MUI juga sedang berencana mengevaluasi standar halal dari vaksin. Saat ini vaksin Sinovac sedang dalam uji kinis tahap tiga yang melibatkan 843 sukarelawan yang akan menerima suntikan kedua vaksin ini. Sementara 449 lain sedang dimonitor setelah diberikan injeksi kedua. (The Jakarta Post)

BEM seluruh Indonesia demo hari ini.

Aliansi BEM Seluruh Indonesia wilayah Jabodetabek Banten akan menggelar aksi penolakan UU Cipta Kerja besok yang akan dilakukan di depan Istana pada pukul 13.00 WIB hari ini. Aksi mahasiswa ini akan menyuarakan pencabutan atas UU Cipta Kerja dan menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan wakil rakyat. Aksi ini juga akan mendesak Presiden untuk mengeluarkan PERPPU demi mencabut UU Cipta Kerja yang telah disahkan pada Senin, 5 Oktober 2020. (Detik)

Update COVID-19 global: Argentina menjadi negara paling terinfeksi, dan kerjasama Singapura dan Hong Kong.

Argentina saat ini menjadi negara paling terinfeksi di Amerika Latin setelah Brasil dan saat ini berada di urutan kelima secara global, berada di belakang AS, India, dan Rusia. Total ada 931.967 kasus dengan 24.921 kematian di Argentina. Sementara itu Singapura dan Hong Kong akan menciptakan “travel bubble” yang membuat warga dari kedua kota tidak diharuskan melakukan karantina wajib, digantikan dengan tes. Diharapkan skema ini bisa diterapkan dalam waktu beberapa minggu ke depan.

Sementara itu sejumlah negara Eropa melaporkan lonjakan kasus yang tinggi, di antaranya Jerman, Italia, Polandia, Inggris, Republik Czech, dan Prancis. Pemerintah Prancis menerapkan jam malam di Paris, sementara Czechs bersiap-siap mengubah sejumlah stadium menjadi rumah sakit. Dan target Rusia untuk membuat 30 juta dosis vaksin eksperimental COVID-19 akan meleset karena isu stabilitas serum saat memperbanyak produksi. Menurut johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 38.686.505, dengan 1.094.381 kematian, dan 26.735.791 sembuh. (Bloomberg)

Ribuan tahanan politik Yemen dibebaskan.

Lebih dari 1.000 tahanan politik yang ditangkap selama perang sipil Yemen mulai dibebaskan hari ini. Hal ini merupakan bagaian dari pertukaran tahanan yang dinegosiasikan selama dua tahun dan diawasi oleh PBB dan Komite Palang Merah Internasional. PBB berharap pertukaran ini bisa selesai dalam dua hari mendatang, dan ini bisa menjadi langkah awal untuk berunding dan gencatan senjata. Selama ini, PBB mengalami kesulitan melakukan negosiasi gencatan senjata antara pemberontak Houthi dan pemerintah Saudi. Kepulangan para tahanan Houthi ini disambut dengan upacara penyambutan militer, sujud syukur, dan dianggap sebagai kembalinya pahlawan. (The Guardian)

Snapchat mengijinkan semua pengguna iOS untuk memasukkan musik mereka ke video.

Snapchat semakin siap bersaing dengan TikTok dan Instagram dengan pengumuman bahwa penggunanya di seluruh dunia bisa memasukkan musik ke dalam snap mereka. Fitur ini sebelumnya sudah diujicobakan di Australia dan New Zealand. Belum ada keterangan kapan fitur yang sama tersedia di Android. Snap masih belum mau memiliki feed seperti TikTok yang mendorong konten viral, tapi lebih fokus pada kolaborasi dengan produsen besar. (The Verge)

Selanjutnya: Usai Morning Briefing 16 Oktober 2020, jangan lupa mengecek makanan sumber folat untuk ibu hamil.

podcast button