5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 16 November 2020

Morning Briefing 16 November 2020
Foto: www.unsplash.com
Last updated:

Hi! Tetap pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak di tempat umum, dan cuci tanganmu dengan benar. Semoga hari Senin ini menyenangkan, dan berikut lima berita terangkum dalam Morning Briefing 16 November 2020.

162 dokter gugur akibat COVID-19.

IDI (Ikatan Dokter Indonesia) menyampaikan bahwa sebanyak 162 gugur saat menangani pasien COVID-19. Adanya lonjakan kasus coronavirus berpengaruh pada banyaknya dokter yang gugur. Ketua Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi mengatakan bahwa garda terdepan adalah masyarakat, sedangkan dokter dan tenaga kesehatan adalah garda terakhir. Untuk itu, masyarakat harus berupaya semaksimal mungkin mencegah penyebaran dengan cara melakukan protokol kesehatan. (Medcom)

Update uji klinis vaksin di Indonesia.

Uji klinis pengembangan vaksin Sinovac sudah memasuki fase tiga. Fase ini berguna untuk memonitor keefektifan, imunogenisitas, dan memastikan keamanannya. Diharapkan fase ini bisa selesai pada Mei 2021 dan laporannya akan diserahkan kepada BPOM, meski laporan interm untuk mendapatkan Emergency Use Authorization (UEA) akan diserahkan bulan depan. Pihak PT Bio Farma mengatakan bahwa uji coba ini diadakan di Bandung dengan melibatkan 1.620 partisipan dari berbagai etnis, dan beberapa keturunan Eropa. Tim perwakilan Sinovac juga memantau uji coba klinis di beberapa lokasi, seperti Puskesmas. Sampai sekarang, belum ada laporan kejadian buruk selama uji coba. (The Jakarta Post)

Update COVID-19 global: Kuala Lumpur miliki kasus terbanyak, dan Austria lakukan tes untuk semua warga.

Malaysia mencatat 8,4% peningkatan kasus, dengan Kuala Lumpur memiliki kasus baru terbanyak, yakni 469 infeksi. Sejak September, negara ini mengalami kesulitan mengendalikan gelombang baru, dan baru-baru ini mengetatkan restriksi di hampir semua negara bagian. Sementara itu Hong Kong melaporkan lima transmisi lokal, satu di antaranya tidak diketahui asalnya dan sembilan kasus impor. Dengan meningkatnya kasus di sana, social distancing kembali diperketat.

Sementara itu Austria merencanakan untuk mengadakan tes massal untuk seluruh warganya, seperti yang dilakukan oleh tetangganya, Slovakia. Grup yang menjadi target pertama adalah guru. Dan warga Jerman akan menghadapi “restriksi yang cukup ketat” setidaknya dalam empat hingga lima bulan ke depan. Pasalnya angka infeksi masih terlalu tinggi dan masih belum ada tanda-tanda restoran dan bioskop akan dibuka. Sementara otoritas kota Jinan, China, mengatakan bahwa coronavirus ditemukan pada kemasan dan daging dan babat beku dari Brasil, Bolivia dan New Zealand. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 54.068.330, dengan 1.313.438 kematian, dan 34.811.211 sembuh. (Bloomberg)

Asia bentuk blok perdagangan terbesar di dunia.

Lima belas negara Asia-Pasifik membentuk Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), blok perdagangan bebas terbesar di dunia pada Minggu (15/11) di Hanoi. RCEP beranggotakan 10 anggota ASEAN, China, Jepang, Korea Selatan, Australia dan New Zealand dan bertujuan untuk menurunkan tarif berbagai barang dagang secara progresif. Amerika Serikat, negara dengan perekonomian terbesar di dunia, tidak menjadi anggota dari RCEP. Kehadiran blok ini semakin mengukuhkan posisi China sebagai partner ekonomi penting untuk negara ASEAN, Jepang dan Korea. Perjanjian ini akan menguasai 30% dari ekonomi global, 30% populasi dunia dan memiliki 2,2 miliar konsumer. India mundur dari pembicaran RCEP bulan November tahun lalu, tapi pemimpin ASEAN mengatakan pintu tetap terbuka untuk negara lain. (Reuters)

New Delhi dipenuhi kabut beracun.

Hal tersebut akibat banyak yang menyalakan petasan untuk merayakan Diwali pada Sabtu (14/11), festival cahaya pemeluk agama Hindu. Pada Minggu pagi, ibu kota India, ditutupi kabut gelap, dengan rata-rata level polusi sembilan kali melebih level aman menurut WHO. Pemerintah sebelumnya telah melarang penggunaan dan penjualan petasan sebelum Diwali, tapi kebijakan ini sulit diterapkan. Polusi udara New Delhi biasanya memburuk pada Oktober dan November karena petani membakar sampah pertanian, lalu lintas, dan tidak adanya angin. (CNN)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 16 November 2020, cari tahu tentang bagaimana mendeteksi pasangan pelaku playing victim.