5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 16 Juni 2020

Morning Briefing 16 Juni 2020
Foto: www.unsplash.com

Hello, kamu! Iya kamu, yang masih deg-degan karena harus keluar dari rumah dan bekerja dari kantor lagi. Mungkin kamu bisa mempraktikkan tips dari psikolog ini tentang cara mengurangi rasa cemas saat keluar rumah di era pandemik. Selebihnya, semoga ini hari yang menyenangkan buatmu dan berikut lima terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 16 Juni 2020.

Hanya sekolah di zona hijau yang boleh adakan sesi tatap muka.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam rangka relaksasi menuju new normal. Dan sejauh ini, hanya 6 persen peserta didik yang berada di zona hijau, selebihnya berada di zona kuning dan merah. Meski begitu, sekolah di zona hijau ini harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum diperbolehkan mengadakan pembelajaran tatap maka. Beberapa di antaranya harus mendapatkan izin Pemerintah Daerah dan persetujuan dari orangtua siswa. Menurutnya, sekolah tidak boleh memaksakan siswa jika orangtua tidak menyetujui anaknya masuk sekolah. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Jumlah harian pasien meninggal tertinggi di Indonesia.

Kementerian Kesehatan mengumumkan 64 orang meninggal akibat COVID-19 kemarin, dan ini adalah angka korban jiwa harian tertinggi. Achmad Yurianto, Juru Bicara Penanganan COVID-19, juga menyampaikan terdapat 1.017 kasus baru kemarin (15/6). Dengan begini, jumlah total pasien adalah 39.294, dengan 2.198 meninggal dan 15.123 sembuh. Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan daerah dengan angka kematian tertinggi, masing-masing 17 orang dan 16 orang. Sementara itu, Jawa Timur memiliki jumlah kasus baru terbaru (270 kasus), dan diikuti dengan Jakarta (142 kasus). Peningkatan ini terjadi di saat pemerintah mulai melakukan pelonggaran dan menerapkan fase “new normal“. Baca berita lengkapnya di The Jakarta Globe.

Update COVID-19 global: Singapura ijinkan restoran buka dan China bertekad untuk tidak jadikan Beijing seperti Wuhan.

Singapura akan mengijinkan pertemuan kecil (maksimal 5 orang) dan membuka kembali restoran dan toko mulai 19 Juni. Social distancing masih tetap diberlakukan. Sementara itu, China bersiteguh akan melakukan segala cara agar Beijing tidak menjadi “Wuhan kedua”, setelah terjadi peningkatan kasus dua hari berturut-turut di sana. Terdapat 36 kasus baru di Beijing pada Sabtu dan Minggu, sehingga terdapat total 76 kasus selama empat hari belakangan di kota dengan penduduk 20 juta itu. Dan Sinovac, sebuah perusahaan biotek asal China, mengumumkan hasil awal positif terhadap vaksin coronavirus. Vaksin yang diberi nama CoronaVac ini diklaim menginduksi respons imun pada 90 persen pasien. Sementara itu, UNICEF melaporkan bahwa dampak COVID-19 bisa membunuh lebih dari 50.000 anak di Timur Tengah dan Afrika Utara karena mengganggu pelayanan kesehatan dasar dan servis nutrisi. Sementara itu, pemerintah Norwegia menunda penggunaan aplikasi lacak dan rekam COVID-19, setelah menerima banyak kritikan dari Norwegian Data Protection Authority. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 7.945.479, dengan 434.081meninggal dan 3.797.136 sembuh. Baca berita lengkapnya di Telegraph.

New Zealand libatkan dua “bintang porno” untuk promosikan internet safety untuk anak muda.

Di iklan video terbaru tentang internet safety untuk seri Keep It Real Online, karakter Sue dan Derek berperan sebagai dua bintang porno. Di dalam video tersebut, dua karakter ini muncul telanjang di depan pintu rumah dan mengatakan kepada seorang perempuan bahwa anaknya telah menonton klip porno di laptop, iPad, Playstation, handphone-nya. Seri iklan layanan masyarakat ini diproduksi mengikuti sebuah laporan pada Desember 2019 yang menyimpulkan bahwa anak muda New Zealand menggunakan internet sebagai alat pembelajaran pertama tentang seks. Dan sepertiga klip pornografi yang paling banyak ditonton memperlihatkan aktivitas seksual yang tidak didasarkan pada konsen. Seri iklan ini diharapkan bisa mengatasi cyberbullying, kasus pedofilia, dan menghalangi anak mengakses konten mengandung kekerasan. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

WhatsApp meluncurkan servis pembayaran di Brasil.

Berita ini agak mengejutkan karena selama beberapa bulan belakangan ini WhatsApp mengujicobakan servis pembayarannya di India. Namun, setelah diskusi dan uji coba selama berbulan-bulan, WhatApp akhirnya meluncurkan servis pembayaran di aplikasinya dan Brasil menjadi negara pertama yang bisa mencobanya. Pengguna WhatsApp bisa mengirim dan menerima uang melalui aplikasi ini, dengan menggunakan Facebook Pay, servis pembayaran yang diluncurkan tahun lalu oleh perusahaan induknya, Facebook. Saat ini, pengguna bisa menggunakannya tanpa biaya apa pun, tapi pelaku bisnis membayar 3,99% biaya proses. Pengguna bisa menghubungkan akun WhatsApp dengan kartu Visa atau Mastercard. Belum ada detail spesifik tentang rencana lebih servis pembayaran ini. CEO Facebook hanya mengatakan, “More to come soon!” Baca berita lengkapnya di TechCrunch.

Selanjutnya: usai membaca Morning Briefing 16 Juni 2020, pastikan kamu mengetahui trik membicarakan kondisi kesehatan mental kamu dengan atasan di kantor.