5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 16 Juli 2020

Morning Briefing 16 Juli 2020
Foto: www.unsplash.com

Hi! Hampir menuju weekend nih (semoga reminder ini membuatmu senang), bagaimana Juli kamu sejauh ini? Jika ada begitu banyak kesulitan dan kecemasan, mantra ini mungkin bisa membantu. Selebihnya, semoga harimu menyenangkan, dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 16 Juli 2020. P.S: Jangan lupa pakai masker saat keluar rumah dan cuci tanganmu!

Surabaya terapkan jam malam.

Jam malam resmi diterapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya dan membatasi aktivitas warga di luar rumah hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya. Pembatasan jam malam dan disahkan dan ditetapkan per 13 Juli 2020. Sementara itu, sejumlah aktivitas yang boleh dilakukan malam hari, yakni kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan, logistik, dan kedaruratan serta kebutuhan warga yang mendesak. Di luar sektor itu, jika ada warga yang melakukan aktivitas luar rumah di malam hari, harus menunjukkan surat keterangan sehat. Ada sanksi bagi yang melanggar. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, Kota Surabaya masih menjadi daerah penularan COVID-19 terbanyak di Jawat Timur dan provinsi ini memiliki kasus terbanyak secara nasional. (CNN Indonesia)

Kelanjutan gaji ke-13 PNS.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap agar pegawai negeri sipili bersabar dalam menunggu pencairan gaji ke-13. Menurut Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, saat ini pemerintah sedang fokus pada penanggulangan dampak COVID-19. Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, mengatakan pada 27 Mei lalu, gaji ke-13 PNS baru akan diputuskan pada Oktober mendatang. (Detik)

Update COVID-19: uji coba vaksin dari Moderna dan Tokyo dalam level kewaspadaan tertinggi.

Perusahaan biotek Amerika, Moderna, akan memulai fase final uji coba manusia untuk potensial vaksin pada 27 Juli, setelah hasil yang menjanjikan di fase sebelumnya. Studi ini sendiri akan berlangsung sampai Oktober 2022, tapi hasil pendahuluannya bisa terlihat sebelum bulan itu. Sementara itu Tokyo berada dalam level kewaspadaan tertinggi setelah melonjaknya jumlah kasus baru. Meski begitu, ini tidak berarti bisnis akan ditutup atau acara ditunda.

Dari Afrika Selatan dilaporkan, kasus COVID-19 mencapai lebih dari 300.000 pada Rabu (15/7); terbanyak di Afrika dan berada di daftar 10 besar dunia. Hal ini terjadi bahkan ketika lockdown sudah diterapkan sejak dini. Sementara itu di Hong Kong, bar, gim, dan salon kecantikan ditutup kembali. Berkumpul lebih dari empat orang juga dilarang dan warga wajib memakai masker di transportasi publik. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 adalah 13.360.401, dengan 579.546 kematian, dan 7.441.446 kesembuhan. (The Guardian)

Populasi dunia turun drastis per 2100.

Menurut sebuah laporan baru yang terbit The Lancet, Bumi akan memiliki penghuni 8,8 miliar jiwa pada 2100, 2 miliar lebih sedikit dari proyeksi PBB saat ini. Lebih dari 20 negara, termasuk jepang, Spanyol, Italia, Thailand, Portugas, Korea Selatan dan Polandia, akan mengalami penurunan populasi setidaknya setengah dari jumlah sekarang. Populasi China juga akan menciut, dari 1,4 miliar menjadi 730 juta dalam periode 80 tahun. Sementara negara di sub-Sahara Afrika, akan mengalami kenaikan populasi, dengan Nigeria saja mencapai 800 juta pada 2100 (nomor satu India dengan 1,1 miliar jiwa). Hal ini menjadi berita bagus untuk lingkungan, karena tuntutan produksi makanan dan emisi karbon berkurang. (South China Morning Post)

Apple menang atas tuntutan pajak Uni Eropa.

Pengadilan Umum Eropa memutuskan bahwa dua subsidiari Apple di Irlandia, Apple Sales International (ASI) dan Apple Operations Europe (AOE), tidak menerima perlakuan istimewa. Keputusan ini diambil oleh hakim karena European Commission tidak memberikan bukti yang cukup untuk memperlihatkan bahwa Apple menerima perlakuan istimewa.

Apple menerima keputusan ini, sementara European Commission akan mempelajarinya untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya. Ada kekhawatiran bahwa keputusan ini akan memengaruhi kasus yang mirip dengan Ikea dan Nike. Sebagai informasi, kasus ini berawal dari empat tahun yang lalu, ketika European Commission mengatakan bahwa Apple harus membayar denda $15 miliar atas dugaan mendapatkan perlakukan istimewa dari pemerintah Irlandia yang membuat beban pajaknya berkurang selama dua dekade. (Reuters)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 16 Juli 2020, pastikan mengetahui mengapa penting mengonsumsi vitamin E.