5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 16 April 2021

Morning Briefing 16 April 2021
Foto: www.unsplash.com
Terakhir diperbarui:

Hey, ini hari Jumat, lho! Untuk yang berpuasa, semoga puasanya lancar. Semoga harimu menyenangkan dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 16 April 2021.

Vaksin Sinovac RI sedang disertifikasi WHO.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan vaksin Sinovac yang digunakan oleh Indonesia tengah dalam proses sertifikasi WHO. Harapannya pada Mei 2021 vaksin ini bisa mendapatkan emergency Use Listing Procedure (EUL) dari WHO. EUA spesifik hanya untuk izin edar terbatas suatu negara, soalnya WHO memberikan kewenangan penuh pada regulator untuk memberikan izin yang mengacu pada standar global. (CNBC Indonesia)

Asesmen Nasional terhambat karena 120 ribu SD tidak memiliki komputer.

Pelaksanaan asesmen nasional (AN) terkendala keterbatasan fasilitas komputer dan perangkat teknologi informasi komunikasi (TIK). Menurut data Kemendikbud, masih ada lebih dari 120 ribu SD yang belum memiliki TIK minimal 15 paket. Padahal, AN bakal digelar dengan perangkat komputer mulai September 2021. Kemendikbud telah menganggarkan Rp1,3 triliun untuk penyediaan sarana pendidikan yang salah satunya meliputi fasilitas TIK.  Tahun ini merupakan tahun pertama seluruh sekolah, mulai dari SD hingga SMA, mengikuti ujian berbasis komputer. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: Vaksin, dan pertambahan kasus.

Produksi vaksin global akan melewati 1 miliar dosis minggu ini dan kemungkinan besar akan mencapai 2 miliar dalam kurang dari satu bulan, kata perusahaan riset Airfinity Ltd. Menurut sebuah studi baru dari Universitas Oxford, risiko mengalami pembekuan darah pada mereka yang menderita COVID-19 lebih tinggi jika membandingkan dengan mereka yang menerima vaksin penyakit ini.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari - 8 Februari 2021

Pejabat senior dari partai berkuasa di Jepang mengindikasikan bahwa membatalkan Olimpiade Tokyo menjadi sebuah kemungkinan karena lonjakan kasus di negara tersebut. Sementara India melaporkan lebih dari 200.000 kasus baru pada Kamis—lonjakan harian paling tinggi sejak pandemi. Dan Thailand mempertimbangkan untuk melarang penjualan alkohol di semua restoran untuk meredam penyebaran COVID-19. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 138.416.498, dengan 2.975.875 meninggal, dan 78.845.117 sembuh. (Bloomberg)

Pembicaraan untuk menyelamatkan perjanjian nuklir 2015 kembali digelar.

Iran dan sejumlah negara adidaya bertemu di Vienna pada Kamis (15/4) untuk membicarakan penyelamatan perjanjian nuklir 2015. Sementara pada Selasa lalu, Tehran mengumumkan untuk mengadakan pengayaan uranium murni 60%, hanya berbeda tipis dari weapons-grade material (90%). Iran berkali-kali telah mengatakan bahwa semua sanksi ekonomi harus batal terlebih dahulu, jika ingin ada negosiasi. Sebagai informasi, perjanjian 2015 adalah upaya mempersulit Iran untuk mengembangkan bom atom dan sebagai gantinya, semua sanksi dibatalkan. (Reuters)

Instagram meminta maaf.

Instagram meminta maaf karena mempromosikan konten yang mempromosikan mengurangi berat badan kepada pengguna dengan eating disorders. Fitur baru di Instagram menyediakan rekomendasi istilah pencarian berdasarkan minat mereka. Beberapa pengguna dengan eating disorders memerhatikan bahwa aplikasi mendorong mereka untuk mencari istilah seperti "penurun nafsu makan". Hal ini membuat sejumlah pihak khawatir akan memperburuk kondisi penderita eating disorders. Instagram meminta maaf atas "kesalahan" tersebut dan sudah merilis sistem pencarian baru di mana pengguna bisa mencari tidak hanya berdasarkan tagar dan nama akun. (The Guardian)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 16 April 2021, jangan lupa membaca cara menemukan mood booster yang tepat untukmu.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 29 Desember 2020