5 Hal yang Perlu Kamu Tahu Hari Ini – 16 April 2020

Morning Briefing 16 April 2020
Foto: www.canva.com

Hello, kamu! Yep, berita dunia dan dalam negeri masih berfokus pada COVID-19. Jadi, untuk mengurangi penyebarannya, mari melakukan bagian masing-masing. Pastinya, dengan selalu mencari tangan dengan benar, menjaga kesehatan tubuh, melakukan social distancing dan sebisa mungkin tetap di rumah. Selamat menikmati hari ini, dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 16 April 2020.

Badan Pusat Statistik (BPS): neraca perdagangan RI surplus sebesar $743 juta pada Maret 2020.

Neraca perdagangan dalam negeri surplus karena kinerja impor yang menurun signifikan dan angka ekspor yang mengalami kenaikan. Menurut data, ekspor Maret 2020 mencapai $14,09 miliar, lebih tinggi dibandingkan kinerja impor sebesar $13,35 miliar. Berkat surplus neraca perdagangan ini, pihak Bank Indonesia (BI) mengatakan ketahanan eksternal perekonomian negara menguat di tengah pandemik COVID-19. Surplus neraca perdagangan ini terjadi karena kinerja ekspor nonmigas meningkat, terutama produk pertanian, perikanan, dan hasil olahan makanan lain. Baca berita lengkapnya di Kompas.

Update COVID-19 nasional: Ada 10 kabupaten/kota yang menerapkan PSBB.

Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) itu dilakukan di 10 kota/kabupaten, yakni DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Pekanbaru. Per Rabu, terdapat total 5.136 orang yang positif terinfeksi COVID-19; ada penambahan 297 orang dibandingkan hari sebelumnya. Sementara pasien yang sudah sembuh dinyatakan berjumlah 446 orang (bertambah 20 orang dari hari sebelumnya), dan yang meninggal sebanyak 469 orang (terjadi penambahan 10 orang). Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Nigeria mengecam perlakuan yang didapat warganya di China.

Dalam sebuah pertemuan dengan Duta Besar China Zhou Pingjian, Menteri Luar Negeri Nigeria Geoffrey Onyeama menyampaikan rasa kecewanya terhadap perlakuan yang diterima oleh warganya di China. Di sejumlah video yang beredar belakangan ini digambarkan warga Nigeria mengalami diskriminasi di kota Guangzhou. Pasalnya, karena ada stigma bahwa warga Nigeria adalah pembawa COVID-19, mereka tidak diperbolehkan masuk ke dalam restoran dan hotel di kota tersebut. Menanggapi hal itu, Duta Besar China berjanji akan mengambil langkah serius untuk menindaklanjuti perlakuan diskriminasi tersebut. Baca berita lengkapnya di Aljazeera.

Update COVID-19 global: Donald Trump menghentikan dana bantuan ke WHO dan peneliti mengatakan virus ini juga menyerang ginjal.

Presiden Trump menuduh WHO “salah urus dan menutupi penyebaran coronavirus” sehingga memutuskan untuk menghentikan dana bantuan ke organisasi tersebut sampai dilakukan pemeriksaan. Keputusannya ini diprotes dan dikritik oleh berbagai pihak, termasuk negara-negara sekutunya yang berjanji tidak akan melakukan hal yang sama. Sementara itu para ilmuwan mendapatkan bukti bahwa virus ini sepertinya bisa menyebabkan inflamasi jantung, penyakit ginjal akut, malfungsi saraf, penyumbatan darah, kerusakan usus dan hati. Hal ini bisa membuat proses pengobatan dan penyembuhan pasien dengan gejala parah akan semakin sulit. Sementara di Jerman, para suaka poltiik yang memiliki latar belakang pekerja kesehatan atau dokter diminta untuk membantu rumah sakit dan pasien COVID-19. Sementara itu, dalam waktu seminggu jumlah kasus berlipat ganda di Arab Saudi dengan Mekah menjadi salah satu pusat kasus terbanyak. Menurut data Johns Hopkins sampai berita ini dituliskan, jumlah kasus COVID-19 di seluruh dunia adalah 2.006.513, dengan 128.886 meninggal, dan 501.758 sembuh. Baca berita lengkapnya di Washington Post.

Apple merilis iPhone SE terbaru dengan harga $399.

Apple merilis budget phone-nya kemarin dengan harga yang lebih murah dibandingkan perkiraan sebelumnya. Perilisan produk terbaru ini diharapkan mampu menarik perhatian pengguna ponsel dan meningkatkan pendapatan perusahaan tersebut. Terutama, setelah harga sahamnya jatuh hingga 1,1%. Telepon seri baru ini akan tersedia di pasaran mulai 24 April, dan merupakan generasi kedua dari seri SE. Produk terbaru ini akan hadir dengan 4,7 inch display dan prosesor yang sama iPhone 11 Pro. Meski begitu, SE tidak dilengkapi dengan kapasitas 5G dan sistem pengenalan wajah untuk membuka ponsel, melainkan masih mengandalkan sensor sidik jari. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Selanjutnya: usai membaca Morning Briefing 16 April 2020, pastikan membeli makanan sehat ini saat belanja berikutnya karena kaya vitamin C.

podcast button