5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 15 September 2020

Morning Briefing 15 September 2020
Foto: www.rawpixel.com

Hola! Tetap pakai masker, jaga jarak saat berada di ruang publik dan cuci tangan secara benar. Semoga harimu menyenangkan, dan berikut lima berita yang terangkum dan Morning Briefing 15 September 2020.

Pendaftar kartu prakerja gelombang 8 tembus 4,7 Juta.

Pendaftaran gelombang 8 kartu prakerja resmi ditutup kemarin siang, dan tercatat lebih dari 4,7 juta calon peserta. Jumlah ini sangat besar, dibandingkan kuota yang tersedia pada gelombang ini, yakni hanya 800 ribu. Angka ini sama dengan jatah gelombang sebelumnya yang diikuti oleh lebih dari 2,8 juta orang. Proses seleksi dilakukan secara otomatis oleh sistem, tidak ditentukan oleh manajemen pelaksana. Secara keseluruhan pemerintah menargetkan akan ada 5,6 juta penerima manfaat kartu prakerja, khususnya yang terdampak pandemi coronavirus. Setiap penerima akan menerima uang tunai Rp600 ribu per bulan selama empat bulan. (CNN Indonesia)

Rencana polisi libatkan preman untuk tegakkan protokol kesehatan, tuai kritik.

Kritikan ini diutarakan oleh anggota DPR dan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI). Didik Mukrianto, anggota DPR dari Partai Demokrat, mengatakan bahwa insiatif ini bisa kontraproduktif untuk masyarakat. Sementara IKAPPI berpendapat, alih-alih meminta bantuan preman lokal, pihak otoritas lebih baik melibatkan Pramuka, asosiasi pedagang atau kepala blok di pasar. Namun di rapat dengar pendapat kemarin, Wakapolri, Komjen. Pol. Dr. Drs. Gatot Eddy Pramono, menyatakan bahwa tindakan ini diambil karena terbatasnya jumlah personel polisi dan TNI. Dan dalam pelaksanaannya nanti, TNI dan Polisi yang akan mengawasi agar tidak terjadi pelanggaran HAM. (The Jakarta Post)

Update COVID-19: Akhir restriksi di New Zealand, dan kritisi terhadap transparansi pembuatan vaksin.

New Zealand kemungkinan mengakhiri restriksi pada 21 September, terkecuali kota terbesarnya, Auckland. Perdana Menteri Jacinda Arden mengatakan bahwa level kasus saat ini harus tetap dijaga dan diturunkan. Sementara itu, sejumlah ilmuwan independen dan ahli kesehatan publik mengkritisi perusahaan vaksin yang tidak menyediakan transparansi, terutama penolakan perilisan informasi tentang keamanannya. Kritisi ini semakin dipicu oleh kabar AstraZeneca yang menunda uji coba sebuah vaksin potensial.

Sementara itu, Ethiopia, yang dilaporkan memiliki kasus dan kematian tertinggi di Afrika, membentuk kerjasama dengan perusahaan China untuk meningkatkan kapasitas tes. Dari India diberitakan terdapat 92.071 kasus baru kemarin; lima hari berturut-turut kasus baru melebihi 90.000. India adalah negara kedua di dunia dengan kasus tertinggi. Dan mulai kemarin, Inggris mulai melarang pertemuan lebih dari enam orang. Sementara itu, Antartika, satu-satunya benua bebas coronavirus, sedang bersiap-siap kedatangan gelombang peneliti seiring bergantinya musim. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, total kasus COVID-19 global adalah 29.075.608, dengan 925.284 kematian dan 19.670.997 kesembuhan. (New York Times)

Yoshihide Suga menjadi perdana menteri Jepang.

Yoshihide Suga akan menjadi perdana menteri Jepang setelah dipilih memimpin partainya, Partai Demokratik Liberal (LDP), dan menggantikan Shinzo Abe yang mengundurkan diri bulan lalu karena alasan kesehatan. Anggota parlemen LDP baik dari DPR dan perwakilan lokal memilih Suga dengan 377 dari 534 suara, jauh melebihi suara yang didapatkan mantan luar negeri, Fumio Kishida (89), mantan menteri pertahanan, Shigeru Ishiba (68). Suga, yang merupakan juru bicara dari pemerintahan Abe selama delapan tahun ini, akan resmi menjadi perdana menteri setelah LDP memutuskan penunjukkannya pada Rabu mendatang. Tugas paling mendesak Suga adalah mengatasi wabah COVID-19 dan agar Jepang tidak mengalami resesi berkepanjangan. (The Guardian)

TikTok pilih Oracle.

Mengalahkan Microsoft Corp, Oracle Corp akan bekerja sama dengan ByteDance untuk memastikan TikTok beroperasi di Amerika Serikat. Bentuk perjanjian kedua perusahaan ini adalah kemitraan, bukan penjualan. Negosiasi penjualan batal setelah bulan lalu China memperbaharui aturan ekspor importnya, dan intinya China lebih memilih TikTok ditutup di AS daripada dijual. Dalam proposal terbaru ini, Oracle akan mengambil alih manajemen data. Oracle juga sedang melakukan negosiasi untuk mengelola operasional TikTok di sana. Saat ini, data TikTok tersimpan di cloud Alphabet Inc, dengan cadangan di Singapura. Kehebohan penjualan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump memerintahkan penjualan TikTok bulan lalu atau ditutup di AS. (Reuters)

Selanjutnya: Selesai membaca Morning Briefing 15 September 2020, baca penjelasan dari psikolog ini tentang mengapa seseorang mudah jatuh cinta.