5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 15 Oktober 2020

Morning Briefing 15 Oktober
Foto: www.unsplash.com

Hola! Selamat hari Kamis, semoga harimu menyenangkan. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 15 Oktober 2020.

Draf UU Cipta Kerja final diterima istana.

Pemerintah mengatakan akan mulai membahas dan menyusun aturan turunan Undang-Undang Cipta Kerja. Ini artinya akan bekerja untuk menyusun peraturan turunan yang akan menjelaskan secara detail mengenai yang diatur UU. Aturan turunan ini nantinya bisa berupa Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Presiden (Perpres). Presiden Joko Widodo sebelumnya menargetkan aturan turunan rampung dalam 3 bulan. Dalam penyusunannya pemerintah akan mengundang akademisi dan organisasi kemasyarakatan (ormas). Presiden memiliki waktu 30 hari untuk berpikir apakah akan mengesahkan atau tidak UU tersebut. Jika memilih tak menekennya dalam waku 30 hari, UU Cipta Kerja akan tetap berlaku secara otomatis. (Liputan6)

Indonesia membuat kesepakatan 100 juta vaksin COVID-19 dengan Inggris.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengatakan vaksin dari AstraZeneca yang berjumlah 100 juta vaksin akan dikirim pada awal 2021 mendatang. Selain itu, Retno juga mengatakan bahwa ada pembahasan tentang adanya kemungkinan uji klinis tahap 3 vaksin SARMA di Indonesia. Vaksin SARMA dikembangkan oleh Imperial College London dan dinilai penting karena memungkinkan proses pembuatan modular atau pop up yang dapat memastikan akses cepat atas vaksin di mana pun. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: Rekor kasus di Italia, dan kontraksi ekonomi Singapura lebih dalam.

Ekonomi Singapura menyusut lebih besar dibandingkan dengan perkiraaan para ahli ekonomi dalam tiga bulan hingga 30 September, tapi kembali membaik pada kuartal keempat. Sementara itu, Italia melaporkan lonjakan kasus baru harian yang menjadi rekor, yakni meningkat ke 7.332 pada Rabu, dari 5.901 pada Selasa. Ini adalah angka tertinggi sejak pandemi dimulai. Meski begitu, kasus harian Italia masih lebih rendah dibandingkan Prancis dan Spanyol. Sejumlah ahli medis menyarankan untuk melakukan lockdown nasional.

Dari Uni Emirat Arab dilaporkan bahwa anggota badan penanggulangan bencana mulai mendapatkan dosis pertama dari vaksin yang dikembangkan oleh China. Pihak otoritas menyampaikan bahwa hal ini dilakukan untuk melindungi tenaga kesehatan yang mengadakan kontak langsung dengan pasien coronavirus. Sementara itu, Australia melaporkan terjadi lonjakan permintaan terhadap pengobatan kesehatan mental sejak pandemi dimulai. Menurut data pemerintah, pesanan terhadap penanganan kesehatan mental meningkat hingga 15 persen secara nasional. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 38.304.172, dengan 1.088.463 kematian, dan 26.526.820 sembuh (Financial Times)

Pemerintah Belanda mendukung eutanasia untuk usia di bawah 12 tahun.

Pemerintah Belanda mengijinkan dokter untuk memberikan eutanasia kepada anak yang sakitnya tidak bisa diobati, yang berusia satu hingga 12 tahun. Keputusan ini diambil setelah perdebatan intens antar koalisi yang berkuasa yang berlangsung selama berbulan-bulan. Menteri Kesehatan Belanda, Hugo de Jonge, mengatakan perubahan ini diperlukan untuk membantu “sekelompok kecil anak-anak yang sakit kritis yang tidak memiliki pengharapan, dan menderita parah.” Pemerintah Belanda memperkirakan aturan baru ini akan memengaruhi antara lima hingga 10 anak per tahun yang tidak memiliki pengharapan untuk sembuh dari sakit mereka. Sebagai informasi, Belgia menjadi negara pertama di dunia yang mengizinkan eutanasia anak sukarela pada 2014 jika anak sakit dan tidak bisa disembuhkan. (The Guardian)

Apple luncurkan telepon baru 5G.

Apple Inc meluncurkan generasi baru iPhone 12 kemarin, dengan konektivitas 5G yang lebih cepat. Telepon pintar ini dilengkapi layar 6.1 inci, sementara versi “Mini” dengan 5.1 inci (dengan harga lebih murah $699). Sementara versi ‘Pro’ dengan tiga kamera dan sebuah 3-D sensor “lidar” berharga $999, sementara ukuran terbesar, ‘Pro Max’, dihargai antara $1.099 dan $1.399. Akan tetapi, kecepatan 5G ini tergantung pada lokasi dan penyedia internet yang dipakai pengguna. Apple mengatakan telah mengetes jaringan 5G pada lebih dari 800 penyedia internet di 30 wilayah di dunia. Meski begitu, penyedia yang bisa memaksimalkan teknologi ini masih sangat terbatas, bahkan di Australia dan Korea Selatan. iPhone ini akan dijualbelikan sebulan lebih lama dari rilisan tahunan Apple pada umumnya. (Reuters)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 15 Oktober 2020, jangan lupa membaca tentang bagaimana mengajarkan anak menghargai orang lain.

podcast button