5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 15 Juni 2020

Morning Briefing 15 Juni 2020
Foto: www.unsplash.com

Hai! Bagaimana pengalamanmu menjalani “new normal?” Bagi LIMONE, sepertinya bekerja dari rumah ada enaknya tersendiri. Well, pasalnya jarak antara tempat tinggal dan kantor hanya membutuhkan 10 langkah kaki, A.K.A. dapur atau ruang tengah. Namun, jika kamu menikmati new normal—bolehkah berbagi tips survive? Anyways, selamat menikmati Senin ini dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 15 Juni 2020.

Sistem jam kerja “New Normal” di Jabodetabek

Pemerintah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang pengaturan jam kerja New Normal di Jabodetabek. Salah satunya, menerapkan dua gelombang jam kerja bagi karyawan. Pekerja yang masuk kantor pukul 07.00-07.30 akan mengakhiri kerja pukul 15.00-15.30. Sementara itu, gelombang kedua akan dimulai dari pukul 10.00 sampai 10.30 WIB, dan berakhir pada 18.00 dan 18.30. Menurut Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan penumpang di transportasi publik, sehingga physical distancing tetap terlaksana dengan baik. Baca berita lengkapnya di Detik.

RI tolak negosiasi dengan China terkait batas maritim di Laut China Selatan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tegaskan bahwa Indonesia tolak negosiasi dengan China terkait batas maritim di Laut China Selatan. Menurutnya, berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait Hukum Kelautan (UNCLOS) 1962, Indonesia tidak memiliki klaim wilayah yang tumpang tindih dengan China. Pernyataan ini menanggapi situasi di sana yang kembali memanas. China disebut menggunakan taktik baru untuk memperkuat klaim sepihaknya terhadap wilayah tersebut. Beberapa pengamat menganggap taktik baru China itu makin menempatkan Indonesia dan Malaysia, dalam posisi tertekan. Kuala Lumpur memang memiliki klaim tumpang tindih dengan Beijing di Laut China Selatan. Meski begitu, Retno menjelaskan kembali bahwa Indonesia tidak memiliki sengketa wilayah kemaritiman dengan China. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Update COVID-19 global: kasus baru di China dan Spanyol buka pintu untuk traveler dari area Schengen.

China melaporkan 75 kasus baru (sembilan di antaranya tanpa gejala) dan ini adalah jumlah tertinggi sejak 13 April. Komisi Kesehatan Nasional menyatakan bahwa 38 di antaranya merupakan kasus yang transmisi lokal, dan 36 di antaranya di Beijing. Sementara itu, Spanyol membuka perbatasannya untuk negara-negara di area Schengen mulai 21 Juni, terkecuali Portugal (baru dibuka 1 Juli). Dari New Delhi, India, dilaporkan 500 gerbong kereta dipergunakan sebagai rumah sakit karena jumlah kasus positif yang semakin meningkat. Selama dua hari, dikabarkan 2.000 kasus baru dan Delhi menjadi salah satu pusat pandemik ((selain Mumbai dan Ahmedabad) di India. Sementara itu, perusahaan raksasa AstraZeneca menandatangani perjanjian dengan Inclusive Vaccines Alliance (asal Eropa), untuk menyediakan 400 juta dosis vaksin COVID-19. Vaksin yang sedang dikerjakan oleh Universitas Oxford ini akan dijadwalkan untuk dikirimkan akhir 2020. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus global COVID-19 adalah 7.820.023, dengan 430.694 meninggal, dan 3.729.054 sembuh. Baca berita lengkapnya di Aljazeera.

Twitter haruskan pengguna untuk membaca artikel sebelum retweet.

Twitter mengumumkan bahwa mulai mengujicobakan sebuah fitur baru, yakni mendesak para penggunanya berpikir sebelum mencuitkan artikel yang belum mereka baca. Jadi, jika seorang pengguna memutuskan untuk me-retweet kembali sebuah artikel sebelum dibaca, Twitter akan mendorong mereka untuk membukanya. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi penyebaran informasi yang salah dan mendorong diskusi postiif. Untuk sementara ini, fitur itu masih baru tersedia untuk pengguna Android dalam bahasa Inggris. Dan masih belum ada penjelasan detail apakah fitus ini nantinya akan menjadi bagian tetap dari sistem operasi Twitter. Baca berita lengkapnya di The Verge.

Hello Kitty punya bos baru.

Setelah 60 tahun, pendiri di Hello Kitty akhirnya mengundurkan diri sebagai pemimpin perusahaan dan menyerahkan kepada cucunya. Shintaro Tsuji (92 tahun) akan pensiun sebagai presiden dan digantikan oleh direktur pelaksana senior, Tomokuni Tsuji (31 tahun), yang juga adalah cucunya. Dengan ini, Tomokuni akan menjadi CEO termuda dalam perusahaan yang termasuk dalam Tokyo Stock Exchange Tokyo Price Index. Menurut sejarah, Shintaro mendirikan pendahulu Sanrio, bernama Yamanashi Silk Center Co Ltd, di 1960. Namanya diganti menjadi Sanrio pada 1973, dan menciptakan karakter Hello Kitty pada 1974. Sebagai informasi, pada 2014 perusahaan tersebut menyebutkan bahwa Hello Kitty bukanlah seekor kucing, tapi “gadis kecil bahagia”. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Selanjutnya: usai membaca Morning Briefing 15 Juni 2020, baca trik keuangan jitu dari seorang perencana keuangan ini tentang bertahan hidup saat kamu adalah generasi sandwich.