5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 14 Oktober 2020

Morning Briefing 14 Oktober
Foto: www.rawpixel.com

Hola! Semoga banyak hal baik terjadi padamu hari ini. Dan jika kamu keluar rumah, jangan lupa pakai masker, jaga jarak di tempat publik dan cuci tangan dengan benar. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 14 Oktober 2020.

Kasus COVID-19 kembali meningkat 5,9 persen.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan kasus positif virus corona di Indonesia kembali meningkat 5,9 persen pada pekan ini. Padahal, menurutnya, kasus corona sempat menurun pada minggu sebelumnya. Sementara itu, ada lima provinsi dengan kenaikan kasus positif coronavirus tertinggi antara lain Jawa Tengah (naik 499), Jawa Barat (naik 383), Papua Barat (naik 314), Sulawesi Selatan (naik 277), dan Sulawesi Tenggara (naik 204). Di minggu sebelumnya, provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat tidak termasuk dalam daftar ini. Di sisi lain, ada sejumlah provinsi yang berhasil keluar dari lima besar kasus COVID-19 tertinggi, yaitu Maluku, Riau, Gorontalo, Sulawesi Barat dan Aceh. (Liputan6)

Draf final RUU Cipta Kerja rampung.

Draf final RUU Cipta Kerja memiliki ketebalan 812 halaman, dengan sebanyak 488 halaman adalah isi rancangan undang-undang, sementara sisanya merupakan penjelasan. Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengatakan bahwa naskah akan dikirim ke Presiden Joko Widodo hari ini. Hal ini sesuai dengan ketentuan UU Nomor 12/2011 bahwa DPR memiliki waktu selambat-lambatnya tujuh hari menyerahkan RUU kepada presiden sejak tanggal persetujuan. UU ini sendiri mendapat banyak kritikan, baik dari kalangan akademis maupun serikat buruh. (Kompas)

Update COVID-19 global: uji coba vaksin Johnson & Johnson terhenti, dan Christiano Ronaldo positif terinfeksi.

Johnson & Johnson menghentikan uji klinis vaksin coronavirus karena “penyakit yang tidak bisa dijelaskan” yang diderita oleh salah satu sukarelawan. Perusahaan ini tidak menyebutkan apakah partisipan yang sakit adalah yang menerima vaksin eksperimental ini atau placebo. Sementara itu, Cristiano Ronaldo, pemain bola dari Portugal positif terinfeksi coronavirus. Timnya mengatakan bahwa Ronaldo tidak memperlihatkan gejala dan sedang diisolasi.

Sementara itu dari Amerika Serikat dilaporkan bahwa semakin banyak media besar khawatir mengirimkan para jurnalis untuk traveling bersama Presiden Donald Traump. Pasalnya, Trump dan pembantunya tidak mematuhi protokol kesehatan bahkan setelah banyak stafnya yang terinfeksi virus ini. New York Times, Wall Street Journal dan Washington Post adalah sejumlah media yang menolak mengirimkan reporternya. Dan Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki sedang melakukan isolasi diri setelah berkontak dengan seseorang yang positif COVID-19. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 37.880.040, dengan 1.082.201 kematian, dan 26.328.960 kesembuhan. (New York Times)

Anwar Ibrahim akan bertemu raja dan kemungkinan menjadi PM.

Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, akhirnya bertemu dengan raja kemarin, setelah pertemuan sebelumnya ditunda karena raja sakit. Para pendukung ibraham berharap pertemuan ini menjadi titik balik dirinya menjadi perdana menteri Malaysia. Bulan lalu Ibrahim mengatakan bahwa dia memiliki dukungan mayoritas anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan baru. Politik yang tidak stabil di Malaysia ini terjadi setelah mantan perdana menteri Mahathir Mohamad mendadak mengundurkan diri pada Februari. Kemudian raja bertemu dengan 222 anggota parlemen dan mengesahkan Muhyiddin Yassin sebagai perdana menteri di Maret lalu. Sejauh ini belum ada partai besar yang mendukung Ibrahim secara terang-terangan, sehingga banyak yang meragukan dirinya akan menjadi perdana menteri. Raja di Malaysia tidak bisa mencopot PM dari jabatannya, tapi bisa memberikan rekomendasi pemilu jika tidak ada dukungan mayoritas untuk satu sosok. (The Guardian)

Dua ilmuwan perempuan menangkan 2020 Nobel Prize Kimia.

Emmanuelle Charpentier (dari Prancis) dan Jennifer Doudna (Amerika) berbagi hadiah $1.1 juta atas keberhasilannya mengembangkan CRISPR/Cas9, sebuah alat untuk mengedit DNA hewan, tanaman, dan mikroorganisme secara presisi. Alat ini dianggap sebagai sebuah revolusi ilmu pengetahuan. Charpentier (51), dan Doudna (56) menjadi perempuan keenam dan ketujuh memenangkan Nobel Kimia, mengikuti jejak Marie Curie (1911), dan Frances Arnold (2018). Ini pertama kalinya sejak 1964, hanya perempuan yang memenangkan penghargaan ini. Jarak antara penemuan ini dengan kemenangan hanya kurang dari satu dekade—sesuatu yang terbilang pendek untuk standar Nobel. Meski sudah diprediksi akan menjadi pemenang, ada kekhawatiran bahwa teknologi ini disalahgunakan, seperti, menciptakan bayi sempurna. (Reuters)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 14 Oktober 2020, jangan lupa mengecek tentang cara paling efektif mengobati sakit gigi.

podcast button