5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 14 Oktober 2019

Foto: www.canva.com

Selamat hari Senin! Well, untuk membuat pikiran sedikit aktif, sambil menyeruput kopi, mari membaca lima hal yang harus kamu tahu hari ini.

Dari Jepang dilaporkan, Typhoon Hagibis menelan korban jiwa.

Sampai berita ini dilaporkan, puluhan orang meninggal dan puluhan lainnya hilang. Angin topan ini menyapu sebagian besar kawasan Honshu. Dan sampai kemarin dikabarkan, lebih dari bendungan dari 20 sungai di bagian tengah dan timur laut Jepang telah rusak dan mengakibatkan banjir di kota dan desa sekitarnya. Pihak berwenang telah mengingatkan bahwa angin topan ini setara dengan yang melanda Tokyo di tahun 1958. Namun berkat infrastruktur yang lebih aman dan modern, kerusakan dan korban jiwa tidak sebesar tahun tersebut. Topan yang merusak Tokyo enam dekade yang lalu itu menelan korban jiwa lebih dari 1200 orang dan setengah juta rumah rusak karena banjir. Baca berita lengkapnya di sini.

Dari dalam negeri dilaporkan, sejumlah tim diterjunkan untuk mencegah meluasnya karhutla di Gunung Arjuno.

Tim yang terjadi dari unsur kepolisian, TNI AD, BPBD, Tahura, dan relawan tersebut melakukan pencegahan dengan cara melakukan penyekatan. Upaya ini merupakan sebuah langkah antisipasi agar karhutla Gunung Arjuno tak meluas sampai ke wilayah Kabupaten Malang. Baca berita lengkapnya di sini.

Sementara itu, pasangan ganda putra Indonesia berhasil sukses di Kejuaraan Dunia Badminton Junior 2019.

Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando/Daniel sukses mengalahkan pasangan China, Di Zi Jian/Wang Chang di Rusia, kemarin. Dua pemain badminton unggul dengan perolehan skor 21-19 dan 21-18. Sementara itu ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, yang tampil di final kalah dari Lin Fang Ling/Zhou Xin Rou. Begitu juga pasangan ganda campuran, Leo Rolly/Indah Cahya Sari Jamil yang tidak berhasil mengalahkan dari Feng Yan Zhe/Lin Fang Ling. Baca berita lengkapnya di sini.

Sebuah pertanyaan filosofi di hari Senin: apa itu kematian?

Hm? Jawabannya ternyata tidak semudah yang kita perkirakan. Paling tidak menurut neuroscientist bernama Christof Koch dalam tulisannya di sebuah artikel yang diterbitkan di Scientific American. Jika selama ini arti kematian adalah tentang seseorang yang berhenti bernafas dan berakhirnya aktivitas otak, mungkin pengertian tersebut butuh dikaji ulang. Pernyataan Koch ini merujuk kepada sebuah hasil penemuan mengejutkan di bulan April lalu. Di penelitian tersebut para peneliti berhasil memulihkan beberapa fungsi otak babi yang telah mati beberapa jam lamanya. Hal ini membuka kemungkinan bahwa suatu saat para ilmuwan akan mampu menghidupkan kembali otak mati. Baca cerita ala Frankenstein ini di sini.

Siapa di sini yang sudah menonton Joker?

Well, jika sudah, kamu adalah salah satu penonton yang berhasil membuat film super serius dan penuh kekerasan tersebut berhasil merajai box office bahkan setelah dua minggu dirilis. Sampai saat ini, Joker diperkirakan telah mengumpulkan kira-kira $55 juta, sebuah rekor film Oktober untuk Warner Bros.; mengalahkan Gravity ($43,1 juta) di tahun 2013. Sementara itu, Gemini Man, film yang diperankan oleh Will Smith—yang sebelumnya diperkirakan bisa menjadi saingan Joker—menanggung kekalahan. Film yang disutradarai oleh Ang Lee tersebut berada di posisi ketiga hanya meraup $20,5 juta, jauh melebihi prediksi dengan proses pembuatan yang memakan dana $138 juta. Baca berita lengkapnya di sini.