5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 14 November 2019

Foto: www.canva.com

Heiho, cakep benar pagi ini? Apa karena sedang mencoba padu padan yang direkomendasikan untuk bulan November ini? Semoga hari ini suasana hatimu baik, ya! Jika masih membutuhkan dorongan semangat, mari membaca lima informasi terbaru ini terlebih dahulu. 

Dari Hong Kong dilaporkan para demonstran mempersenjatai diri menghadapi polisi. 

Selain batu dan bom petrol, para pemrotes menambahkan lembing, busur dan panah untuk menghadapi polisi yang dilengkapi dengan gas air mata, water cannon dan live bullet. Bentrokan ini terjadi di beberapa kampus universitas, termasuk Chinese University of Hong Kong. Protes yang memasuki bulan keenam ini merupakan politik krisis terburuk di Hong Kong yang secara langsung menentang otoritas Xi Jinping, pemimpin Chinese Communist Party. Dan protes semakin memanas setelah Chow Tsz-lok (22 tahun) tewas karena cidera yang masih belum jelas. Baca berita lengkapnya di sini.

Para kardiolog menyarankan kamu berhenti menggunakan vape.

Dari sebuah penelitian tersebut disimpulkan bahwa e-cigarette sangat berbahaya dan adiktif sehingga pemerintah sebaiknya melarang peredarannya. Menurut sejumlah kardiolog dari Eropa kebiasaan memakai vape bisa merusak otak, jantung, pembuluh darah dan paru-paru. Untuk menggunakan vape, pengguna memanaskan cairan—yang biasanya mengandung nikotin, propylene glycol, glycerin dan perasa—yang berubah menjadi aerosol yang kemudian dihirup dan dikeluarkan oleh pemakainya. Baca berita lengkapnya di sini.

Perdana Menteri Polandia mengirim surat ke Netflix.

Isinya meminta platform tersebut untuk mengoreksi sebuah “kesalahan” di dalam serial dokumentar The Devil Next Door. Di dalam surat yang juga diunggahnya di Facebook tersebut, Mateusz Morawiecki mengatakan bahwa film tersebut “keliru menempatkan beberapa kamp konsentrasi Nazi Jerman di daerah perbatasan Polandia modern” tanpa menjelaskan secara jelas bahwa kamp tersebut dioperasikan oleh tentara Jerman. Serial tersebut bercerita tentang John Demjanjuk, seorang mekanik mobil yang tinggal di Amerika Serikat pada tahun 1970an dan dituduh menjadi penjaga kamp yang kejam, bernama Ivan the Terrible. Baca berita lengkapnya di sini.

Kemenhub diminta menindaklanjuti proses kompensasi kecelakaan pesawat JT-610 yang dilakukan Lion Air. 

Permintaan tersebut disampaikan oleh Komisi V DPR sehubungan dengan banyak ahli waris yang mengeluhkan dokumen release and discharge yang menguntungkan maskapai. Perwakilan Persatuan Keluarga Korban JT610 Family menilai Lion Air terlalu bertele-tele dalam memberikan syarat ganti rugi. Pasalnya dalam dokumen release and discharge yang harus diteken ahli waris, dijelaskan Lion Air akan bebas dari tuduhan apa pun setelah memberikan ganti kerugian. Kemenhub mengatakan pihaknya siap menjadi fasilitator antara ahli waris dengan maskapai jika kedua belah pihak ingin bertemu. Baca berita lengkapnya di sini.

GrabWheels Mengklaim Memiliki Aturan buat Pengguna Skuter Listrik. 

Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh CEO GrabWheels TJ Tham yang mengatakan bahwa ada sejumlah peraturan yang harus diikuti para pengguna skuter listrik GrabWheels demi kenyamanan dan keamanan pengendaranya. Mulai dari hanya diperbolehkan untuk pengguna 18 tahun ke atas, hanya boleh dikendarai oleh satu orang, harus melintas di jalur sepeda sampai diwajibkan memakai helm. Polemik mengenai GrabWheels ini terjadi setelah dua remaja tewas saat menggunakan skuter listrik tersebut di Jakarta hari Minggu lalu. Baca berita lengkapnya di sini.