5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 14 Mei 2020

Morning Briefing 14 Mei 2020
Foto: www.unsplash.com

Selamat pagi! Berita COVID-19 masih menjadi headline di mana-mana, jadi tetap jaga kebersihan pribadi, tinggallah di rumah dan pakai masker kain saat beraktivitas di luar. Anyways, selamat menikmati hari ini dan berikut lima berita yang terangkum dalam Morning Briefing 14 Mei 2020.

Iuran BPJS akan naik mulai 1 Juli 2020.

Presiden Joko Widodo merencanakan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang akan berlaku pada 1 Juli 2020. Kenaikan ini tertuang dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Aturan tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa, 5 Mei 2020. Dalam Perpres tersebut, iuran kelas I mengalami peningkatan dari Rp. 80.000 menjadi Rp.150.000 per bulan. Dan iuran kelas II naik dari Rp. 51.000 menjadi Rp. 100.000 per bulan. Sementara kelas II baru akan mengalami kenaikan mulai 1 Januari 2021. Saat ini, golongan kelas tersebut masih membayar sebesar Rp. 25.500 per bulan dengan subsidi iuran dari pemerintah Rp. 16.500 per bulan. Kenaikan ini terjadi karena pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengurangi subsidi dari Rp. 16.500 menjadi Rp. 7.000 per orang setiap bulannya. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Lonjakan tertinggi COVID-19 di Indonesia.

Lonjakan data kasus positif baru COVID-19 mencapai rekor tertinggi kemarin (13/5). Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto yang menyatakan bahwa ada tambahan 689 kasus positif per pukul 12.00 WIB. Dengan penambahan ini, maka jumlah pasien positif mencapai 15.438 kasus. Hasil konfirmasi kasus tersebut didapat dari pengujian 169.195 spesimen dengan menggunakan metode real-time Polymerase Chain Reaction (PCR) dan juga Tes Cepat Molekuler (TCM) pada 123.572 orang. Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan agar masyarakat tak kaget dengan adanya lonjakan jumlah pasien. Gugus Tugas Percepatan penanganan COVID-19 memperkirakan kurva puncak akan terjadi pada awal Juni 2020. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Update COVID-19 global: Arab Saudi melakukan lockdown sampai akhir Ramadhan dan staf Twitter permanen bekerja dari rumah.

Sejak restriksi dilonggarkan, terjadi lonjakan kasus baru di Arab Saudi. Sejak akhir April, terdapat 1.000 kasus baru dalam satu hari dan kemarin terdapat 1.911 kasus. Itulah sebabnya, Arab Saudi memberlakukan lockdown 24 jam selama lima hari ke depan. Sementara itu Kanada akan segera memperketat keamanan di perbatasan dengan Amerika Serikat, dengan melakukan pengecekan temperatur dan mengecek sejarah medis bagi orang yang masuk. Di Jepang, seorang atlet sumo berusia 28 tahun meninggal dunia akibat virus ini; dia dipercaya sebagai orang termuda di negara tersebut yang mati karena COVID-19. Dan Twitter menjadi perusahaan pertama yang memberikan opsi bekerja dari rumah secara permanan kepada karyawannya sampai 2021. Akan tetapi kebijakaan ini tidak berlaku bagi staf yang memiliki tanggung jawab menjaga teknologi, seperti server. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total COVID-19 global adalah 4.292.139, dengan 293.241 meninggal, dan 1.508.029 sembuh. Baca berita lengkapnya di Washington Post.

Sebanyak 6.000 anak bisa meninggal karena COVID-19.

Unicef memperingatkan bahwa sebanyak 6.000 anak di seluruh dunia bisa meninggal setiap hari akibat dari servis kesehatan yang berubah karena COVID-19. Disrupsi servis untuk ibu dan anak—seperti perencanaan keluarga, kelahiran, perawatan setelah lahir dan vaksinasi—bisa menyebabkan 1,2 juta kematian balita dalam enam bulan. Data ini merupakan hasil analisa dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, yang dipublikasikan di Lancet Global Health Journal. Proyeksi data ini mengancam kemajuan pencegahan kematian anak yang sudah dicapai dalam 10 tahun terakhir. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Gojek memiliki produk investasi baru bernama GoInvestasi.

Berkolaborasi dengan Pluang, Gojek mengeluarkan fitur baru yakni sebuah perusahaan fintech bernama GoInvestasi. Produk ini memberikan kesempatan kepada pengguna untuk membeli dan menjual emas dengan hanya beberapa klik. Alat investasi baru ini akan memberikan informasi terbaru tentang harga emas dunia. Produk ini mengikuti aturan shariah yang telah memiliki sertifikat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sampai saat ini, GoPay masih menjadi satu-satunya metode pembayaran untuk membeli emas di GoInvestasi. Baca berita lengkapnya di Tech in Asia.

Selanjutnya: Dan habis membaca Morning Briefing 14 Mei 2020, ketahui cara memberitahu teman atau orang terdekat yang menolak melakukan social distancing.