5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 14 April 2020

Morning Briefing 14 April 2020
Foto: www.canva.com

Hola! Sebuah pertanyaan: apa yang kamu lakukan ketika melihat seseorang tidak mematuhi aturan social distancing? Hmm… Sebagai pertimbangan: ahli mengatakan bahwa bersikap sinis atau kasar bukanlah solusi. Namun, jika kamu ingin angkat bicara… silakan saja. Akan tetapi lakukan dengan sopan, empatik, dan pakai prinsip benefit of the doubt. Anyway, selamat menikmati hari ini dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 14 April 2020.

Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) mengusulkan perpanjangan semester genap.

FAGI menilai belajar daring sebagai pelaksanaan dari kebijakan belajar di rumah karena sekolah diliburkan selama pandemik kurang efektif dan banyak permasalahan. Selain isu kuota internet bagi sisiwa miskin, sebagian guru juga dinilai belum sepenuhnya siap mengajar secara daring. Oleh karenanya, FAGI mengusulkan agar semester genap tahun ajaran 2019/2020 diperpanjang hingga ke semester ganjil 2020/2021. ini artinya, penambahan semester ini akan membuat masa belajar siswa bertambah setengah tahun atau 6 bulan sampai kelulusan. Organisasi guru ini juga mengusulkan agar siswa tidak perlu dibebankan dengan iuran bulan atau pungutan lainnya karena masa perpanjangan ini. Baca berita lengkapnya di Tempo.

Update COVID-19 nasional: 4.557 kasus positif dan pasien sembuh mencapai 380 orang dan meninggal 399 orang.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan mayoritas pasien yang meninggal berasal dari kelompok usia di atas 50 tahun dan memiliki penyakit-penyakit komorbid atau yang sudah diderita sebelumnya. Penyakit komorbid terbanyak yang dimiliki pasien di antaranya penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi, diabetes, paru-paru yang kronis, semisal asma, bronkitis, dan TBC. Baca berita lengkapnya di Detik.

Produsen minyak dunia setuju untuk mengurangi produksi minyak global hingga hampir 10%.

Sebuah kesepakatan historis akhirnya disetujui oleh para anggota OPEC+ dan sekutunya untuk mengurangi produksi hingga 10 juta barel per hari mulai bulan depan. Kesepakatan ini akhirnya dicapai setelah terjadi krisis finansial akibat pandemik COVID-19 dan merupakan sebuah gencatan senjata perang minyak antara Arab Saudi dan Rusia. OPEC+ juga meminta produsen minyak besar di luar organisasi tersebut—Brasil, Kanada, Norwegia dan Amerika Serikat—untuk mengurangi produksi minyak global. Jika negara-negara ini setuju, maka ada kemungkinan produksi minyak dunia berkurang hingga 20 juta barel per hari. Para pengamat menyambut positif hasil kesepakatan ini karena dinilai akan mampu memberikan stabilitas ekonomi dan menaikkan harga minyak dunia yang sempat mencapai $28 per barel. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Update COVID-19 global: angka kematian di Italia, Spanyol dan Prancis menurun.

China melaporkan jumah kasus terbaru tertinggi sejak Februari, yakni berjumlah 108 orang. Sementara Hokkaido mendeklarasikan status gawat darurat kedua. Rusia mencatat jumlah kasus harian tertinggi, yakni 2.558 kasus. Sementara itu, menurut gubernur New York, angka kematian di wilayah tersebut melebihi 10.000 orang. Dan di Kanada, jumlah kematian meningkat hampir sembilan persen dalam satu hari. Sementara, di Inggris, total orang yang meninggal akibat COVID-19 adalah 11.329; naik 717 orang dalam satu hari. Spanyol melonggarkan restriksi karantina wilayah dan mulai memperbolehkan ratusan ribu orang kembali bekerja. Secara global, terdapat 1.872.073 kasus COVID-19, dengan 116.098 orang sudah meninggal sementara 441.820 sembuh dari infeksi virus ini. Baca berita lengkapnya di Aljazeera.

Facebook menambahkan “mode diam” ke aplikasinya.

Perusahaan ini mengatakan langkah ini diambil sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan mental penggunanya di era pandemik coronavirus. Saat mengaktifkan fitur ini, pengguna juga bisa mengetahui berapa lama dirinya telah menghabiskan waktu di Facebook. Mode diam ini tidak hanya membuat pengguna berhenti menerima notifikasi, tapi juga menghentikan notifikasi muncul saat masih menggunakan aplikasi tersebut. Jika seorang pengguna berusaha membuka aplikasi saat masih dalam kondisi mode diam, mereka akan diingatkan bahwa fitur tersebut sedang aktif dan tidak seharusnya menggunakan Facebook. Baca berita lengkapnya di Independent.

Selanjutnya: selesai menikmati Morning Briefing 14 April 2020, pastikan kamu juga mengetahui dosis vitamin C yang tepat untuk menjaga kekebalan tubuh.