5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 13 Oktober 2021

Morning Briefing 13 Oktober 2021
Foto: www.canva.com

Hai, pertengahan minggu, nih! Semoga energi ini kembali terbarukan seperti rencana pemerintah untuk menggunakan energi terbarukan lebih optimal di tahun-tahun mendatang. Baca beritanya di Morning Briefing 13 Oktober 2021.

Penjualan mobil dengan bahan bakar bensin dan diesel dilarang di Indonesia mulai 2050.

Untuk mewujudkan komitmen net zero emission atau nol emisi pada 2060 atau lebih cepat, pemerintah roadmap. Di antaranya, peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), pengurangan energi fosil, dan kendaraan listrik di sektor transportasi. Selain itu, pada 2050 tidak melakukan penjualan mobil konvensional dan EBT 100% pada 2060. (Liputan6)

Pemerintah uji coba membuka Bali dan Riau untuk WNA.

Pemerintah Indonesia memutuskan membuka sektor pariwisata di beberapa daerah seperti Bali dan Kepulauan Riau pada 14 Oktober. Oleh karena itu, pemerintah tengah melakukan simulasi sebelum resmi membukanya 14 Oktober. Ada perubahan durasi karantina menjadi lima hari, berdasarkan persyaratan administratif ketat. (CNBC Indonesia)

Sri Mulyani dapat penghargaan dari The Institute of International Finance.

Menteri Keuangan Indonesia itu meraih distinguished leadership and service Award atau penghargaan kepemimpinan dan layanan. IFF adalah asosiasi global industri keuangan yang memiliki lebih dari 400 anggota dari 70 negara, termasuk Indonesia. Menurut asosiasi itu, Sri Mulyani telah berkontribusi menyelamatkan stabilitas ekonomi dalam negeri dan dunia. (Tempo)

G20 gelar pertemuan spesial bahas krisis kemanusiaan di Afganistan.

Perdana Menteri Italia Mario Draghi menjadi tuan rumah dalam sebuah pertemuan spesial G20 lewat konferensi video kemarin. Kali ini, diskusi khusus untuk membahas kondisi Afganistan yang semakin memprihatinkan sejak Taliban memegang kekuasaan. Fokus diskusi adalah bagaimana membantu warga Afgan dan krisis kemanusiaan di sana. (Reuters)

Sally Rooney tolak bukunya diterjemahkan ke bahasa Ibrani.

Penulis tersebut menolak tawaran dari penerbit Israel untuk menerjemahkan dua buku terbarunya, Normal People dan Beautiful World, Where Are You. Penyebabnya adalah pendapat politiknya tentang konflik Israel-Palestina. Rooney bukan penulis pertama yang melakukannya. Sebelumnya, Alice Walker, penulis pemenang Pulitzer lewat The Color Purple mengambil keputusan yang sama. (The Guardian)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 13 Oktober 2021, jangan lupa mengecek tentang cara mengobati infeksi gusi menurut dokter gigi.