5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 13 Oktober 2020

Morning Briefing 13 Oktober
Foto: www.unsplash.com

Hola! Selamat hari Selasa, dan pastikan tetap pakai masker, jaga jarak saat berada di tempat publik, dan cuci tangan dengan benar. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 13 Oktober 2020.

Vaksin COVID-19 akan halal.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah telah berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia untuk memastikan vaksin menerima sertifikasi halal. Tim Inspeksi Vaksin COVID-19 yang terdiri dari BPOM, Kementerian Kesehatan, MUI dan PT Bio Farma, akan terbang ke China pada 14 Oktober untuk memastikan status halal kandidat vaksin dari negara itu. Pemerintah mengharapkan akan bisa menyediakan 320 juta dosis vaksin. Selain vaksin dari China dan lokal, pemerintah juga sudah mendiskusikan penyediaan vaksin dari perusahaan farmasi lain, seperti Pfizer dan Johnson & Johnson. Berdasarkan rencana ini, Airlangga memastikan pemerintah akan mendapatkan penyediaan vaksin yang cukup. (The Jakarta Post)

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi Menkeu Terbaik Asia Timur dan Pasifik 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali meraih penghargaan sebagai Finance Minister of the Year for East Asia Pacific 2020 oleh Majalah Global Markets (sebelumnya 2018). Menurut majalah tersebut, gelar ini layak diberikan kepadanya atas prestasinya dalam menangani pandemi COVID-19 di Indonesia. Komitmen memberikan stimulus fiskal dalam bentuk perlindungan sosial, insentif perpajakan, penjaminan pinjaman dan subsidi bagi sektor usaha yang terdampak paling besar layak diapresiasi. Dalam pernyataan tertulisnya, Sri Mulyani mengatakan bahwa gelar ini merupakan salah satu bentuk “keseriusan” dan “kerja keras” Kementerian Keuangan dalam menangani pandemi di Indonesia. (Medcom)

Update COVID-19: Vaksin dari AstraZeneca masuk fase akhir, dan Eropa makin diperketat.

AstraZeneca Plc mengatakan proses pengembangan obat antibodi terhadap COVID-19 memasuki fase terakhir dari tes kiinis, dan akan diujicobakan kepada lebih dari 6.000 orang dalam beberapa minggu ke depan. Obat ini akan dievaluasi atas kemampuannya mencegah infeksi selama setahun bagi sejumlah orang dan sebagai obat saat pasien sudah terinfeksi. Sementara itu, terjadi lonjakan kasus di Eropa, yang membuat sejumlah negara memperketat restriksi, di antaranya Inggris, Italia, Belanda, Republik Czech dan Belgia.

Dan India melaporkan 66.732 kasus tambahan pada hari Senin, yang membuat jumlah total kasus di sana menjadi 7.12 juta. Meski laju kasus harian melambat, tapi India diperkirakan akan melampaui AS sebagai negara dengan kasus terbanyak di dunia di bulan depan. Sementara itu China melaporkan sebuah klaster kasus infeksi coronavirus terbaru di Qingdao, kota pelabuhan di bagian timur, dan mengakhiri masa dua bulan tanpa transmisi lokal. Sementara itu pemerintah Portugis mengatakan bahwa Menteri Sains-nya terinfeksi coronavirus, dan sebelumnya tidak memperlihatkan gejala. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 37.606.333, dengan 1.078.097 kematian, dan 26.120.304 sembuh. (Bloomberg)

China, Rusia dan Arab Saudi akan tergabung dalam Dewan HAM PBB.

China, Rusia, Kuba, Pakistan dan Arab Saudi diharapkan akan terpilih menjadi anggota Dewan HAM PBB hari ini. Hal ini membuat para aktivis HAM di negara-negara tersebut kaget dan berharap negara-negara Uni Eropa memegang janjinya untuk menentang hal tersebut. Organisasi pengawas HAM, UN Watch, menggambarkan situasi ini sama dengan membiarkan lima penjahat penyebab kebakaran bergabung menjadi petugas pemadam kebakaran. Saat ini terdapat empat kursi kosong dewan HAM PBB. Satu kandidat hanya bisa dikalahkan jika kurang dari 97 negara memilih mereka di dalam pemungutan suara rahasia di kantor Majelis Umum PBB di New York. (The Guardian)

Facebook larang konten yang menyangkal Holocaust.

Kebijakan ini diterapkan dua tahun setelah CEO Mark Zuckerberg mengatakan pada 2018 bahwa meski penyangkalan Holocaust adalah sesuatu yang ofensif, tapi dia berpendapat Facebook tidak perlu “menghapus” konten seperti itu. Perusahaan ini menyatakan bahwa pada akhir tahun ini, jika pengguna Facebook mencari sesuatu yang berhubungan dengan Holocaust, akan digiring ke informasi yang kredibel. Kongres Yahudi Dunia dan Komite Amerika Yahudi memuji kebijakan baru ini. Facebook mengutip sebuah survei yang menunjukkan hampir seperempat orang dewasa di AS berusia 18-39 tahun percaya bahwa Holocaust hanya mitos, sesuatu yang dilebih-lebihkan. (Reuters)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 13 Oktober 2020, jangan lupa mengetahui apa manfaat masturbasi bagi hubungan.

podcast button