5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 13 Mei 2020

Morning Briefing 13 Mei 2020
Foto: www.unsplash.com

Hola! Ini hari Rabu, tanggal 13 Mei, hari ke-20 berpuasa, dan 11 hari sebelum Lebaran. Semoga informasi kecil ini membantu. Dan seperti biasa, tetap cuci tanganmu, jaga kesehatan, perbanyak pikiran positif dan tetap pastikan negatif COVID-19. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 13 Mei 2020.

Usia 45 tahun ke bawah dan bekerja di 11 sektor boleh bekerja.

Meluruskan pernyataannya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebutkan warga berusia 45 tahun ke bawah boleh bekerja, tapi terbatas pada 11 bidang usaha. Sebelas bidang usaha ini seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya, hal tersebut dilakukan untuk menekan angka PHK dan usia 45 tahun ke atas memiliki angka kematian yang tinggi. Sementara itu, pemerintah tetap meminta orang yang berusia 46 tahun ke atas untuk tetap di rumah. Hal ini terutama untuk mereka yang berusia 46 sampai 59 tahun dan memiliki kondisi kormobid atau penyakit penyerta. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Kopi Kenangan mendapatkan pendanaan baru senilai Rp.1,6 triliun.

Dari pendanaan seri B, perusahaan ritel minuman tersebut mendapatkan dana sebesar USD 109 juta yang dipimpin investor perusahaan saat ini, Sequoia Capital. Investor baru pada pendanaan ini termasuk B Capital, Horizons Ventures, Verlinvest, Kunlun, Sofina, Alpha JWC. Dana segar ini akan digunakan oleh Kopi Kenangan untuk memperkuat operasinya, meluncurkan produk baru, dan melindungi karyawannya di tengah pandemik. COVID-19. Ke depannya, Kopi Kenangan berencana untuk menawarkan berbagai produk makanan dan minuman asli lokal dan mengembangkan cloud kitchen-nya. Dan untuk membantu mempercepat pertumbuhannya, Eduardo Saverin, salah satu pendiri perusahaan media sosial Facebook, akan bergabung sebagai salah satu dewan direksi. Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Update COVID-19 global: Kasus baru dari klub malam Seoul meningkat menjadi 101 dan tujuh kandidat vaksin.

Walikota Seoul Park Won-Soon mengatakan bahwa sudah mengantongi 10.905 nama orang yang mengunjungi Itaewon pada tanggal 1 dan 2 Mei lalu. Ribuan orang ini diminta untuk melakukan tes setelah diketahui seorang pria berusia 29 positif COVID-19 mengunjungi lima bar pada hari itu. Sementara itu, WHO memperkirakan tujuh atau delapan kandidat “terkuat” vaksin untuk melawan coronavirus dan berusaha untuk mempercepat proses pembuatannya. Meski begitu, belum ada penjelasan detail tentang kandidat vaksin ini. Dan dilaporkan, terdapat lebih dari 80.000 orang meninggal di Amerika Serikat karena virus ini. Sementara itu, Qatar Airways memberikan 100.000 tiket pesawat gratis untuk tenaga kesehatan di seluruh dunia sebagai tanda terima kasih. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global per Selasa malam (12/5) adalah 4.210.074, dengan 287.158 meninggal dan 1.470.598 sembuh. Baca berita lengkapnya di Aljazeera.

Malnutrisi adalah penyebab utama kematian dan sakit di dunia.

Global Nutrition Report 2020 menemukan bahwa mayoritas orang di dunia tidak memiliki akses atau mampu membeli makanan bergizi. Dan ini adalah penyebab utama kematian dan orang terkena penyakit di dunia. Hal ini dikarenakan sistem pertanian yang mengutamakan kalori dibandingkan nutrisi, serta murah dan mudahnya mendapatkan makanan olahan. Dalam laporan ini disebutkan satu dari sembilan orang mengalami kelaparan (820 juta orang), sementara satu di antara tiga orang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Akibatnya, semakin banyak negara yang memiliki “beban ganda”, yakni obesitas dan penyakit yang berhubungan dengan makanan lainnya (diabetes, kanker, dsb). Laporan ini ditulis sebelum pandemik COVID-19 terjadi sehingga ada kekhawatiran fokus negara mengatasi malnutrisi akan berkurang drastis. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Twitter berikan label untuk cuitan dengan informasi yang salah.

Twitter memperkenalkan label baru untuk menandai cuitan yang mengandung informasi yang salah tentang COVID-19. Dengan label ini, pengguna Twitter akan lebih mudah menandai apakah sebuah tuitan memiliki klaim yang salah atau belum diverifikasi. Label ini kemudian akan mengarahkan pengguna ke tautan internal atau sumber terpercaya eksternal yang bisa menyajikan informasi tentang klaim tersebut. Sebelumnya, Twitter juga menerapkan label untuk cuitan yang “mengandung manipulasi media” pada Februari lalu. Seterusnya, Twitter berjanji akan mencopot cuitan yang berisi informasi yang salah tentang COVID-19 yang bisa menyebabkan orang terlibat dalam “aktivitas yang berbahaya.” Baca berita lengkapnya di The Verge.

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 13 Mei 2020, pastikan kamu mengecek daftar ini saat ingin membeli masker kain baru.

.

podcast button