5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 13 April 2020

Morning Briefing 13 April 2020
Foto: www.unsplash.com

Hello! Apa kabar? Selalu ingat untuk mencuci tangan, memakai masker jika ke luar rumah dan jaga kesehatan fisik dan mental. Jika kamu merasa sulit untuk produktif akhir-akhir ini—it’s ok. Semoga kamu bisa menikmati hari ini dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 13 April 2020.

Update COVID-19 nasional: per Minggu pasien positif bertambah 399 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan jumlah total kasus positif adalah 4.241 orang. jumlah pasien sembuh juga bertambah secara signifikan, yakni 142 orang di DKI, 68 orang di Jawa Timur, dan 25 orang Sulawesi Selatan. Pasien sembuh juga terdapat di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali dengan total mencapai 19 orang. Ini artinya, ada 359 orang yang sembuh. Sementara, terdapat tambahan 46 kasus kematian, sehingga orang yang meninggal akibat virus ini mencapai 373 orang. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Pemerintah Jawa Barat resmi memberlakukan PSBB di lima daerah.

Pemerintah Jawa Barat menyatakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari di lima daerah, mulai15 April 2020. Kelima daerah itu adalah Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok serta Kabupaten dan Kota Bekasi. Selama PSBB berlangsung akan terdapat perbedaan teknis pelaksanaan, khususnya untuk Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi. Pelaksanaan PSBB di dua kabupaten itu akan diberlakukan secara maksimal sesuai dengan zona merah, dan sampai tahap menengah. Penutupan akses masuk lima daerah tersebut tepat pukul 24.00 WIB dan selain itu akan membatasi kegiatan perkantoran, komersial, kebudayaan dan keagamaan. Selama masa PSBB, akan diberikan dana bantuan, termasuk kartu sembako atau pangan non-tunai, kartu pra kerja untuk pengangguran dan terkena PHK senilai Rp600 ribu selama tiga bulan. Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Update COVID-19 global: Rusia melaporkan penambahan angka kasus harian tertinggi dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson keluar dari rumah sakit.

Dilaporkan terdapat 2.186 kasus baru di Rusia sehingga jumlah total kasus adalah 15.770 dengan 130 kematian. Sementara Singapura akan menerapkan peraturan wajib memakai masker bagi semua pengguna transportasi publik dan denda $200 bagi yang tidak mematuhi social distancing. Di China, terjadi peningkatkan kasus baru, yang sebagian besar diderita oleh orang-orang yang baru pulang dari luar negeri. Sementara angka kematian di Amerika Serikat melebihi Italia selama akhir pekan. Dan diperkirakan angka kematian ini bisa mencapai 300.000 jika pemerintah mengakhiri aturan 30-hari-tinggal-di-rumah. Dan Denmark mulai melonggarkan karantina wilayah, dengan kembali membuka sekolah dan pusat perawatan. Berdasarkan perhitungan Johns Hopkins University, jumlah kasus COVID-19 Minggu malam di seluruh dunia adalah 1.792.899, 110.042 kematian, dan 412.117 sembuh. Baca berita lengkapnya di New York Times.

Aktivitas vulkanik meningkat di wilayah Islandia yang selama 800 tahun tidak mengalami ledakan.

Menurut peneliti, sejak 21 Januari, semenanjung Reykjanes yang berada di bagian barat daya ibukota negara tersebut, Reykjavik, telah mengalami lebih 8.000 gempa bumi dan peningkatan tanah sekitar 10cm karena pergerakan magma di bawah tanah. Berjarak hanya 15km dari bandara internasional Islandia, daerah tersebut terakhir meletus kira-kira 800 tahun yang lalu. Bukti geologi memperlihatkan area tersebut dipenuhi dengan lima sistem vulkanik, yang sepertinya hidup secara bersaman setiap 1.000 tahun sekali. Berbeda dengan gunung berapi Islandia yang biasanya bangun selama beberapa tahun dan mati, ketika area ini “hidup” akan berlangsung selama 300 tahun. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Puncak Himalaya bisa dilihat untuk pertama kalinya karena polusi udara yang semakin menurun di India.

Selama 30 tahun belakangan, puncak pegunungan ini tidak terlihat karena dihalangi oleh polusi udara dan asap. Saat ini, karena arus lalu lintas yang berkurang, puncaknya bisa terlihat dengan jelas oleh jutaan warga lokal yang sedang berada dalam periode karantina. Sementara di New Delhi, yang merupakan salah satu kota dengan polusi udara terburuk, partikel udara menurun drastis sampai 71% dalam satu minggu. Udara yang lebih bersih ini tidak hanya terjadi di India, tapi juga dirasakan di China dan Amerika Serikat karena restriksi sosial yang diberlakukan di negara-negara tersebut. Baca berita lengkapnya di Good News Network.

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 13 April 2020, pastikan kamu mengetahui bahwa melakukan kebiasaan ini setiap hari bisa meningkatkan kesehatan fungsi otak.