5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 12 Oktober 2021

Morning Briefing 12 Oktober 2021
Foto: www.canva.com

Hello, kamu! Iya, kamu—semoga tetap sehat dan tidak bosan menerapkan protokol kesehatan, ya. Sebelum memulai aktivitas, yuk baca lima berita yang terangkum dalam Morning Briefing 12 Oktober 2021.

Jumlah kasus COVID-19 di PON Papua bertambah.

Per kemarin, Senin, 9 Oktober 2021, ada 83 kasus positif COVID-19 yang telah terkonfirmasi, sementara hari sebelumnya adalah 65 kasus. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa klaster terkonsentrasi di beberapa cabang olahraga seperti judo, sepatu roda, panahan, motorcross dan kriket. (Tempo)

Pemberian vaksin dosis pertama tembus 100 juta orang.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, vaksinasi COVID-19 untuk dosis pertama telah mencapai 100 juta orang. Sementara itu, 57,5 juta di antaranya telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Selain itu, pemerintah juga terus berupaya agar bisa mencapai 70% untuk herd immunity pada akhir tahun ini. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: wajib vaksin di New Zealand, dan bebas karantina di Inggris.

Di New Zealand, mayoritas pekerja kesehatan dan pendidik yang memiliki kontak dengan anak-anak harus mendapatkan vaksin per 1 Desember dan 1 Januari. Sementara itu, Di Australia, rencana untuk hidup berdampingan dengan virus sini akan terlihat usai 106 hari lockdown. Hanya residen yang sudah menerima vaksin boleh masuk restoran dan tempat publik lainnya.

Per Senin kemarin, Inggris menerapkan sistem bebas karantina untuk warga dari 47 negara, dan pada saat yang sama Bandara Heathrow melaporkan jumlah penumpang berkurang hingga 38 dibandingkan sebelum pandemi.

Di sisi lain, perusahaan farmasi raksasa Merck telah meminta BPOM Amerika Serikat, FDA, untuk memberikan izin penggunaan darurat terhadap obat antiviralnya, molnupiravir. Obat ini adalah obat oral yang menurut perusahaan ini bisa mengurangi angka kematian dan dapat membantu negara-negara miskin. (Washington Post)

Pembeli kopi dunia terancam merugi karena gagal panen di Kolombia.

Petani kopi di Kolombia, produser kopi arabika terbesar kedua di dunia, gagal menghasilkan hingga 1 juta karung kopi tahun ini atau hampir 10% kebutuhan dunia. Alhasil, para pengekspor, pedagang dan pemanggang kopi terancam rugi besar. Tahun ini, harga kopi melonjak 55%, terutama karena cuaca buruk di Brasil, produsen kopi nomor satu. (Reuters)

Instagram memperkenalkan fitur baru untuk menjauhkan remaja dari konten berbahaya.

Instagram akan memperkenalkan cara baru untuk menjauhkan remaja dari konten berbahaya dan mendorong mereka untuk "istirahat sejenak" dari platform tersebut. Pernyataan ini muncul kurang dari seminggu setelah whistleblower Frances Haugen memberikan pernyataan di depan Kongres Amerika.

Dalam kesaksiannya, Haugen mengatakan bahwa riset internal memperlihatkan bahwa Instagram bisa memiliki efek negatif pada kesehatan mental remaja. Belum ada timeline yang jelas kapan Instagram akan merilis fitur tersebut. (The Verge)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 12 Oktober 2021, jangan lupa mengecek tentang nutrisi yang harus ada di makanan bayi.