5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 12 Oktober 2020

Morning Briefing 12 Oktober 2020
Foto: www.unsplash.com

It’s Monday! Semoga harimu menyenangkan, dan tetap pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak di ruang publik, dan cuci tangan dengan benar. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 12 Oktober 2020.

Jakarta tetapkan PSBB Transisi.

Per Senin (12/10), Jakarta akan kembali masuk ke dalam periode PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Transisi. Kebijakan ini diambil setelah melihat data penyebaran virus corona di Jakarta yang melandai. Meski telah kembali menerapkan PSBB, jumlah kasus positif belum menunjukkan tren menurun. PSBB Transisi dapat diperpanjang otomatis selama 14 hari mulai 26 Oktober sampai 8 November jika kasus COVID-19 di Jakarta tidak bertambah secara signifikan. Namun jika terjadi peningkatan kasus yang mencolok, kebijakan PSBB Transisi bisa dicabut kembali. Dalam PSBB Transisi ini diharapkan minimal 85 persen warga yang beraktivitas di luar rumah harus menggunakan masker. (CNN Indonesia)

Asesmen Nasional menggantikan Ujian Nasional 2021. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menerangkan Asesmen Nasional ini terdiri dari tiga bagian, yakni, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan belajar. AKM mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif, yaitu literasi dan numerasi. Menurutnya, pelaku dan peserta pendidikan tidak memerlukan persiapan khusus maupun tambahan seperti bimbel untuk lulus Asesmen Nasional. Sistem ini akan membantu dinas pendidikan dengan cara menyediakan laporan hasil asesmen yang menjelaskan profil kekuatan dan perbaikan tiap sekolah dan daerah. Nadiem mengatakan evaluasi pencapaian peserta didik ini tidak lagi dilakukan secara individu. Akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses dan hasil. (Liputan6)

Update COVID-19 global: Korea Selatan longgarkan restriksi, dan lebih dari 7 juta infeksi di India.

Korea Selatan melonggarkan aturan social distancing mulai hari ini, dan membuka kembali fasilitas hiburan malam dan pusat kebugaran. Hal ini dilakukan karena kasus positif coronavirus sudah berkurang dalam beberapa minggu belakangan dengan angka infeksi hanya berjumlah double digit. Sementara itu dari India dilaporkan bahwa jumlah kasus di sana melampaui tujuh juta pada hari Minggu (11/10). Dalam 24 jam terakhir, Kementerian Kesehatan India mencatat lebih dari 74.383 infeksi, sehingga diperkirakan india akan menjadi negara dengan kasus terbanyak di dunia dalam beberapa hari ke depan.

Sementara dari Belanda dilaporkan laju infeksi semakin meningkat, dengan warga berusia 20-30 tahun menjadi penyebar utama, terutama di Amsterdam, Rotterdam dan Den Haag. Dan Rusia melaporkan 13.634 kasus baru dalam 24 jam terakhir, sebuah rekor baru yang menjadikan terdapat 1.298.718 kasus secara nasional. Sementara itu menurut dokternya, Donald Trump tidak lagi berisiko menularkan COVID-19. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 37.288.362, dengan 1.074.276 kematian, dan 25.935.912 kesembuhan. (Telegraph)

Lebih dari 100 juta menonton konser daring BTS.

Diselenggarakan Sabtu lalu, konser daring berjudul “Map of the Soul ON:E” ini digelar tujuh hari setelah grup ini membatalkan pertunjukan tatap muka terbatas, karena social distancing ketat yang berlaku di Korea Selatan. Band ini juga menggagalkan tur dunia yang sudah direncanakan. Perusahaan manajemennya, Big Hit Entertainment, belum merilis data resmi berapa jumlah orang yang menonton pertunjukkan ini, tapi diperkirakan mengumpulkan 114 real time klik. Saat band tampil, sebuah layar belakang menunjukkan ribuan penggemar bergabung dari seluruh berbagai belahan dunia dan melambaikan “army bombs“. Sebuah chatroom dibuka yang memampukan penggemar menuliskan komentar pada saat yang bersamaan. (Reuters)

Google Meet punya breakout room.

Dengan fitur breakout room ini, para guru dan pendidik bisa membagi kelas menjadi grup-grup yang lebih kecil untuk sesi-sesi seperti diskusi atau proyek. Dalam satu panggilan, Google memperbolehkan memiliki hingga 100 breakout room, yang akan dibagi secara acak oleh Google. Namun, moderator bisa mengubah susunan grup ini secara manual. Moderator juga bisa berpindah dari satu ruangan ke ruangan yang lain untuk mengecek grup. Untuk sementara, fitur ini masih tersedia untuk pelanggan G Suite Enterprise for Education, tapi pengguna lain bisa memakainya dalam beberapa bulan ke depan. Sebagai informasi, Zoom sudah menyediakan breakout room kepada semua penggunanya sejak 2015. (The Verge)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 12 Oktober 2020, jangan lupa mengecek bagaimana melatih diri memiliki kemampuan refleksi diri.

podcast button