5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 12 Januari 2021

Morning Briefing 12 Januari
Foto: www.pexels.com
Terakhir diperbarui:

Stay safe, stay healthy, and stay sane! Tetap pakai masker saat berada di luar rumah, jaga jarak di tempat publik, dan cuci tangan dengan benar. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 12 Januari 2021.

MUI: vaksin Sinovac halal.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan keputusan fatwa kehalalan CoronaVac, yaitu vaksin COVID-19 produksi Sinovac, China, seiring terbitnya otorisasi keamanan dan manfaat antivirus tersebut. Fatwa kehalalan Sinovac berkaitan dengan halal dan amannya suatu produk. Dengan adanya izin EUA dari BPOM dan fatwa halal MUI ini, maka vaksin Sinovac sudah dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia, termasuk umat Islam. (Liputan6)

Ada 45 kantong jenazah penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang dievakuasi.

Tim pencari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 kembali membawa kantong jenazah berisi bagian tubuh korban dan ada 45 kantong jenazah yang dievakuasi. Di sisi lain, Tim Basarnas mengatakan ada lima kantong potongan kecil pesawat ditemukan hari ini, sehingga sudah ada 15 kantong potongan kecil pesawat yang diangkut dari laut. Tim Basarnas akan melanjutkan pencarian korban hari ini (12/1). Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, pada Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat itu jatuh saat mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru. (Medcom)

Update COVID-19 global: vaksin, dan lockdown.

Uni Eropa mengijinkan penggunaan vaksin Moderna minggu lalu, dan kemarin sudah tiba di Jerman. Sejauh ini European Medicines Agency telah mengotorisasi vaksin BioNTech/Pfizer dan Moderna. India mengumumkan akan memulai pemberian vaksin dari 16 Januari 2021. Pemerintah menargetkan memberi vaksin kepada 300 juta garda terdepan, lansia dan orang yang rentan per Agustus.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 31 Juli 2020

Pemerintah Prancis mengatakan bahwa tidak memiliki rencana untuk memberlakukan lockdown. Sementara itu WHO mengatakan menyambut pernyataan China yang akan menerima kedatangan tim investigasi ke nagara tersebut pada Kamis ini. Tim ini akan menyelidiki asal-muasal virus tersebut. Dan Kementerian Jepang melaporkan penumpang yang datang dari Brasil, dikarantina dan positif terinfeksi pada awal Januari ternyata membawa mutasi virus yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 90.382.187, dengan 1.936.553 kematian, dan 50.086.435 sembuh. (CNN)

Perdana Menteri Malaysia membantah menderita kanker.

Perwakilan kantor Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, yang sedang bergulat menghadapi ketidakpuasaan dari partai politik lain, membantah sedang menjalani pengobatan kanker. Sebagai informasi, Muhyiddin dinyatakan bebas dari kanker pada Juni lalu setelah didiagnosa menderita kanker pankreas pada 2018. Saat ini pemerintahannya sedang berjuang mengatasi pandemi coronavirus, dengan kasus mencapai lebih dari dari 135.000, termasuk 551 kematian. (Reuters)

50 negara berkomitmen menjaga 30% tanah dan laut di Bumi.

HAC (High Ambition Coalition) for Nature and People, koalisi dari 50 negara berkomitmen untuk menjaga hampir sepertiga planet per 2030 untuk menghentikan kehancuran dunia natural dan memperlambat kepunahan margasatwa. Komitmen ini diambil di puncak konferensi One Planet di Paris, kemarin. HAC mengatakan bahwa komitmen dini dari negara seperti Colombia, Costa Rica, Nigeria, Pakistan dan Canada akan membantu hal tersebut menjadi persetujuan PBB. Meski begitu, banyak aktivis pribumi mengatakan semakin banyak area yang dilindungi bisa mengakibatkan perampasan lahan dan pelanggaran HAM. (The Guardian)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 12 Januari 2021, jangan lupa membaca mengapa baper adalah sesuatu yang wajar.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 5 November 2020