5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 12 Agustus 2020

Morning Briefing 12 Agustus
Foto: www.unsplash.com

Hello! Selamat pagi, dan selamat menikmati hari ini. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 12 Agustus 2020.

Rencana pembangunan kereta api tanpa rel di Bali.

Rute kereta ini untuk menunjang industri wisatawan dan akan menghubungkan wilayah selatan dan utara Pulau Bali. Dirjen Perkeretapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan bahwa rencana ini masih dalam tahap pembuatan desain dan perencanaan. Dalam perencanaan tersebut juga dibahas tentang model kereta api yang akan dibangun, yakni autonomous rail rapid transit (ART). Ini artinya kereta ini tidak berjalan di atas rel, tapi di atas jalan raya dengan sistem sinyal. Menurut Didiek, investasi mode perkeretapian jenis ini lebih murah karena tidak perlu membangun rel kereta api. (Kompas)

MPR desak pemerintah timbang ulang keputusan buka sekolah.

Juru bicara MPR, Bambang Soesatyo, dalam surat pernyataannya menuliskan agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menimbang ulang keputusan membuka kembali sekolah di daerah zona kuning COVID-19. Soesatyo meminta pemerintah untuk memprioritaskan keamanan dan kesehatan siswa dan guru, dan menyarankan agar berkonsultasi terlebih dahulu dengan epidemiolog sebelum memperbolehkan sistem belajar tatap muka. Menurutnya, jika dibuka kembali, zona kuning bisa berpotensi menjadi zona oranye atau hijau. Sebelumnya, dalam pernyataan bersama dengan Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, Kemendikbud mengijinkan sekolah di zona hijau dan kuning dibuka kembali. (The Jakarta Globe)

Update COVID-19 global: Empat kasus baru di New Zealand dan vaksin siap pakai di Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan kemarin (11/8) bahwa negara tersebut telah menjadi yang pertama menyetujui vaksin coronavirus, yang dikembangkan oleh Gamaleya Institute. Rencananya jutaan orang, termasuk guru dan tenaga medis, akan divaksin awal bulan ini. Peluncuran vaksin membuat khawatir dunia internasional karena proses uji klinisnya terlalu cepat. Sementara itu, Perdana Menteri New Zealand, Jacinda Ardern, mengatakan kemarin bahwa terdapat empat kasus baru, mengakhiri 100 hari tanpa transmisi.

Dan dari Inggris dikabarkan sebanyak 730.000 orang kehilangan pekerjaan sejak pandemik, dengan orang muda dan pekerja di atas 65 tahun dan lebih menjadi korban paling banyak. Sementara itu New York City melaporkan akan membuka kembali pintu sekolah untuk 700.000 siswa di bulan September. Dan sebuah studi dari Universitas Duke menemukan bahwa masker katun tertentu sama efektifnya dengan masker operasi. Sementara itu, masker alternatif seperti neck galter lebih buruk dibandingkan tidak memakai masker sama sekali. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 20.126.452, dengan 737.394 kematian, dan 12.382.856 kesembuhan. (Washington Post)

Petugas keamanan pelabuhan berikan peringatan kepada pemerintah sebelum ledakan terjadi di Beirut.

Dikabarkan bahwa bulan lalu petugas keamanan telah mewanti-wanti perdana menteri dan presiden tentang simpanan amonium nitrat sebanyak 2.750 ton di pelabuhan Beirut bisa menghancurkan ibukota jika meledak. Peringatan ini disampaikan secara tertulis dalam sebuah laporan yang dikirimkan kepada Presiden Michel Aoun dan Perdana Menteri Hassan Diab pada 20 Juli. Dua minggu kemudian, bahan kimia ini menyebabkan ledakan besar yang menghancurkan hampir seluruh bagian pelabuhan, membunuh lebih dari 200 orang, melukai 6.000 orang, serta merusak 6.000 bangunan. Pihak presiden belum memberikan komentar terhadap kabar ini. (Aljazeera)

Investigasi terhadap TikTok di Prancis.

CNIL, lembaga pengawas privasi data Prancis, sedang melakukan investigasi awal terhadap TikTok setelah mendapatkan sebuah keluhan pada bulan Mei. Investigasi ini berkaitan dengan level informasi yang diberikan kepada pengguna TikTok, hak pengguna, data yang keluar dari Uni Eropa dan proteksi terhadap kaum minoritas. Menanggapi investigasi ini, TikTok mengatakan bahwa “privasi dan keamanan pengguna” adalah prioritas utama mereka dan “sepenuhnya kooperatif” dengan CNIL. Seperti yang diketahui, di Amerika Serikat, pemerintahnya mengatakan TikTok merupakan ancaman keamanan nasional. (Reuters)

Selanjutnya: Selesai membaca Morning Briefing 12 Agustus 2020, pastikan kamu mengetahui bagaimana mengajarkan anak mengambil keputusan sejak dini.