5 Hal yang Harus Kamu Ketahui Hari Ini – 11 September 2020

Morning Briefing 11 September 2020
Foto: www.unsplash.com

Selamat menyambut akhir pekan. Ingat untuk selalu memakai masker saat keluar rumah (atau jika memungkinkan, tetap di rumah), jaga jarak saat di tempat publik dan cuci tanganmu dengan benar! Berikut lima berita terbaru Morning Briefing 11 September 2020.

Ada 70 zona merah di Indonesia.

Data peta zona risiko penularan coronavirus diperbaharui pemerintah, dan terdapat 70 daerah zona merah dan 63 zona hijau per tanggal 6 September 2020. Dari data tersebut juga terungkap bahwa ada 267 kabupaten/kota yang termasuk dalam zona risiko sedang (zona oranye), zona risiko rendah/zona kuning) sebanyak 114 kabupaten/kota, sementara zona hijau tanpa kasus baru dan tidak berdampak masing-masing 38 dan 25 kabupaten/kota. Kota/kabupaten yang termasuk dalam zona merah ini tersebar merata hampir di setiap pulau di Indonesia. (Detik)

Vaksin gratis untuk pasien berpendapatan rendah.

Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro, mengatakan bahwa hingga 98 juta pasien berpendapatan rendah yang premium kesehatannya sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, akan mendapatkan vaksin secara gratis. Bambang juga menyatakan bahwa pemerintah saat ini menghitung total biaya vaksin, sejauh ini sebanyak Rp280 miliar sudah dialokasikan untuk memproduksi vaksin Merah Putih. Vaksin potensial ini sedang dikembangkan oleh konsorsium nasional, di bawah pimpinan Eijkman Institut. Sejumlah institusi lain juga sedang melakukan penelitian di antaranya, LIPI, UI, ITB, UGM, dn Unair. Vaksin ini diharapkan akan mencukupi 50 persen kebutuhan indonesia. (The Jakarta Post)

Update COVID-19 global: Singapura distribusikan token TraceTogether, dan rekor terbaru di India.

Singapura mulai mendistribusikan token TraceTogether, alat lacak-kontak mulai Senin minggu depan. Penggunaannya tidak wajib, tapi gratis untuk siapapun yang ingin memilikinya. Dari India dilaporkan, rekor kasus harian terjadi lagi, dengan 95.735 kasus baru dalam waktu 24 jam. Sekitar 1.172 orang juga meninggal karena virus ini.

Sementara itu, meski uji coba vaksin ditunda oleh AstraZeneca karena seorang partisipan dilaporkan menderita gejala-gejala kelainan inflamasi tulang bekalang langka, perusahaan tersebut masih bisa mengetahui apakah vaksinnya berhasil atau tidak sebelum tahun berakhir. Sepanjang, penelitian mereka bisa dilanjutkan lagi secepatnya. Dan sebuah penelitian menunjukkan bahwa berbicara pelan di ruangan indoor bisa mengurangi penularan coronavirus. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 27.925.613, dengan 905.089 kematian, dan 18.819.388 kesembuhan. (Aljazeera)

Jerman mengetes sirene peringatan pertama sejak perang dingin.

Untuk pertama kalinya sejak perang dingin, puluhan ribu sirene dikumandangkan secara nasional di Jerman. Alarm ini didesain untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang apa yang harus dilakukan saat kondisi gawat darurat. Selain itu, juga untuk mengetes kesiapan servis gawat darurat. Alarm dibunyikan pada pukul 11 pagi kemarin, dan dimatikan 20 menit kemudian. Sebelumnya, sekolah, panti jompo dan tempat penampungan pencari suaka sudah diberitahukan tentang sirene ini untuk mengantisipasi panik. Peringatan juga dikirimkan melalui notifikasi di telepon pintar, melalui pengeras suara, dan pesan di papan iklan. Warntag (Warning Day) ini akan diadakan setiap tahun pada Kamis kedua di bulan September. (The Guardian)

LVMH tuntut balik Tiffany.

Grup barang-barang mewah, LVMH, mengatakan akan menuntut balik Tiffany, dengan tuduhan mismanajemen selama krisis coronavirus. Tuntutan ini dilayangkan setelah Tiffany menuntut LVMH untuk menyelesaikan perjanjian pembelian yang sudah disetujui tahun lalu, sebelum pandemi terjadi. Sebelumnya diberitakan bahwa grup asal Prancis itu akan mengakuisisi perusahaan perhiasaan tersebut dengan nilai $16 miliar. Dalam pernyataan Kamis kemarin, LVMH mengatakan bahwa performa penjualan Tiffany jauh di bawah merek-merek miliknya di pertengahan pertama 2020, dan menambahkan bahwa prospeknya “sangat mengecewakan”. (Reuters)

Selanjutnya: Selesai membaca Morning Briefing 11 September 2020, jangan lupa mengecek tentang bagaimana mengajarkan empati kepada anak.