5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 11 November 2020

Morning Briefing 11 November
Foto: www.unsplash.com

Hola! Apa yang ingin kamu beli di Harbolnas 11-11 ini? Masker pelindung sebanyak mungkin, plus sunscreen? Ide yang bagus. Tetap pakai maskermu saat keluar rumah, jaga jarak di tempat publik, dan cuci tangan dengan benar. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 11 November 2020.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus kesembuhan terbanyak.

Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan DKI Jakarta kembali menjadi daerah dengan laporan kasus sembuh tertinggi kemarin, yakni 1.253 orang, sehingga total ada 104.084 pasien sembuh di ibukota. Sedangkan kasus positif tercatat 113.756 orang. Daerah selanjutnya dengan laporan pasien sembuh tertinggi adalah Jawa Barat, dengan 905 orang, disusul Jawa Timur (301), dan Sumatera Barat (190). Secara nasional, sebanyak 3.779 orang terkonfirmasi COVID-19 kemarin (10/11). Dengan demikian, total kasus terkonfirmasi positif di Indonesia menjadi 444.348 orang, dengan 375.741 sembuh, dan 14.761 meninggal. (Liputan6)

Sri Mulyani harap ekonomi pulih di kuartal II 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia memasuki fase pemulihan pada kuartal II 2021. Jika ini terjadi, maka pertumbuhan ekonomi bisa mencapai minimal 5%. Proyeksi Kementerian Keuangan terkait pertumbuhan ekonomi 2020 masih berada di kisaran minus 0,6 persen hingga minus 1,7 persen. Sementara fase pembalikan ekonomi dari kontraksi 5,32% pada kuartal II 2020 sudah dimulai pada kuartal III lalu, ditandai dengan permintaan yang mengalami pemulihan. Kendati demikian, Sri Mulyani tetap meminta seluruh pihak untuk mewaspadai ancaman gelombang kedua pandemi COVID-19. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: Harga vaksin Pfizer bisa menjadi patokan, dan bahaya cerpelai bagi manusia.

Vaksin dari Pfizer memiliki harga $19,50 per dosis, dan dikatakan bisa menjadi harga patokan bagi negara maju. Berkaitan dengan vaksin ini, WHO menyambut kabar keefektifannya yang mencapai 90% sebagai sesuatu yang “cukup luar biasa.” Uni Eropa sendiri telah mengesahkan persetujuan membeli 200 kuta dosis vaksin dari Pfizer dan BioNTech ini.

Dari Brasil diberitakan bahwa pemerintah negara tersebut menghentikan uji coba klinis tahap terakhir vaksin Sinovac Biotech Ltd. dari China. Alasannya ada “kejadian buruk serius” meski belum memberikan informasi yang lebih detail. Sementara itu, seorang epidemiolog terkenal dari Denmark mengatakan bahwa peternakan cerpelai mengancam kesehatan manusia, terutama di masa pandemi ini. Pasalnya, binatang ini memiliki kemampuan reseptif terhadap coronavirus. Di Amerika Serikat dilaporkan terjadi rekor kasus harian terbaru, yakni lebih dari 142.000 infeksi baru pada hari Senin. Ini adalah hari kelima berturut-turut kasus baru melampuai angka 100.000. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 50.913.451, dengan 1.263.089 kematian, dan 33.289.404 sembuh. (Bloomberg)

Perjanjian gencatan senjata di Nagorno-Karabakh.

Pasukan perdamaian Rusia dikerahkan ke Nagorno-Karabakh kemarin setelah tercapai perjanjian gencatan senjata selama enam minggu antara Azeri and etnis Armenia, dan membekukan pengambilan teritori oleh Azerbaijan. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan perjanjian ini akan membuka jalan untuk proses perundingan perdamaian perang yang telah membunuh ribuan, dan membuat orang kehilangan tempat tinggal. Azerbaijan, yang berusaha untuk mengambil kembali tanah yang hilang selama perang di tahun 1990an, menganggap gencatan senjata ini sebagai sebuah kemenangan. Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menyangkal bahwa negaranya mengalami kekalahan, tapi mengakui terjadi “bencana” yang menurutnya menjadi tanggung jawab pribadinya. (Reuters)

Buku langka milik Newton dan Galileo kembali ke pemiliknya.

Sebanyak 240 buku penting dan langka yang bernilai lebih dari £2.5m, yang dicuri oleh sebuah grup perampok, telah kembali ke tangan pemilik sahnya. Buku-buku ini termasuk buku karya Sir Isaac Newton, Gailelo, dan Fransisco de Goya. Buku ini dicuri oleh kawanan perampok dari sebuah gudang di London pada Januari 2017, tempat penyimpannya sebelum dikirimkan seorang lelang spesialis di Las Vegas. Buku yang dicuri ini kemudian digelapkan ke Romania oleh sebuah grup kriminal. Dikatakan bahwa 83 buku mengalami kerusakan, yang disebabkan oleh air dan jamur karena disimpan di bawah tanah. Masih ada empat buku yang hilang dan polisi terus mencarinya. (The Guardian)

Selanjutnya: Selesai membaca Morning Briefing 11 November 2020, untuk kamu yang sedang atau ingin hamil, jangan lupa mengecek trik mengurangi morning sickness ini.