5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 11 Maret 2020

Morning Briefing 11 Maret 2020
Foto: www.canva.com

Hi! Pertengahan minggu nih, jadi semoga kamu tetap semangat dan terus menjaga kesehatan. Yep, lagi-lagi mengingatkan kamu untuk mencuci tangan (dengan air dan sabun) selama 20 detik. Plus, jangan lupa menutup mulut dengan lengan ketika bersin atau batuk. Selamat menikmati hari ini dan berikut lima terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 11 Maret 2020.

Jumlah orang yang terinfeksi COVID-19 bertambah menjadi 27 orang di Indonesia.

Di antara orang terinfeksi tersebut, empat orang merupakan Warga Negara Asing (WNA), dan sisanya warga lokal. Dua orang dari 27 orang tersebut sudah dinyatakan negatif, tapi perlu dites lagi sebelum keduanya diperbolehkan pulang dari ruang isolasi rumah sakit. Beberapa orang yang terinfeksi dirawat di RSPI Sulianto Saroso, Jakarta Utara. Sementara itu, sebagian besar kasus COVID-19 di Indonesia ini terjadi pada WNI yang baru pulang dari luar negeri. Baca berita lengkapnya di Detik.

Sebanyak 93 rumah di Bogor rusak akibat gempa bumi.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5.0 terjadi di wilayah Sukabumi pada 11.58 WIB kemarin (10/3) dan dirasakan hingga Pangandaran. Pusat gempa berada di laut 64 kilometer tenggara Tasikmalaya dengan kedalaman 22km. Rumah yang rusak ini berlokasi di Desa Purwabakti di Kecamatan Pamijahan, kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Sampai saat ini belum ada laporan warga meninggal, hanya dua orang yang mengalami luka karena tertimpa genteng. Sementara itu, desa Purwabakti masih dalam keadaan lumpuh dan perangkat desa menginstruksikan warga terdampak untuk mengungsi ke runah tetangga atau saudara. Baca berita lengkapnya di Medcom.

Italia membatasi perjalanan dan melarang pertemuan publik di seluruh negara.

Langkah tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Giuseppe Conte yang memerintahkan publik untuk tinggal di rumah dan meminta ijin jika ingin bepergian. Tidak ada kehidupan malam, dan semua pertandingan olahraga ditunda sampai 3 April. Begitu juga dengan sekolah dan universitas akan ditutup sampai tanggal yang sama. Pemerintah Italia mengatakan hanya mereka yang memiliki ijin valid dan memiliki alasan keluarga yang tidak bisa ditunda yang diijinkan bepergian. Menurutnya, langkah ini diambil untuk melindungi individu yang paling rentan. Jumlah orang terinfeksi COVID-19 meningkat dari 366 ke 463 pada hari Senin; angka terbanyak di luar China. Dan kasus coronavirus sendiri dikonfirmasi sudah terjadi di 20 wilayah di Italia. Sementara itu, jumlah orang yang terinfeksi virus ini mencapai lebih dari 111.000 dengan sekitar 3.890 kematian di seluruh dunia. Meski ada tanda-tanda pelambatan penyebaran, tetapi para ahli memperingatkan agar tetap waspada. Baca berita lengkapnya di BBC.

Tentara Myanmar menuntut Reuters atas laporan tentang kematian perempuan Rohingya.

Tentara menuntut agen berita Reuters dan seorang anggota parlemen lokal, Maung Kyaw Zan, atas tuduhan pencemaran nama baik. Hal ini terjadi karena mereka merasa keberatan dengan sebuah berita yang diterbitkan di Reuters tentang dua perempuan Muslim Rohingya yang meninggal akibat dari peristiwa penembakan di negara bagian Rakhine. Setelah cerita tersebut dipublikasikan, tentara mengeluarkan pernyataan bahwa senjata apinya tidak membunuh dua perempuan tersebut atau menyebabkan warga sipil terluka. Tentara Myanmar menyalahkan pemberontak Arakan Army (AA), yang menginginkan otonomi yang lebih besar di Rakhine. AA menyangkal hal ini dan menyalahkan tentara. Reuters menyatakan akan tetap mempertahankan beritanya karena berhubungan dengan militer dan saat ini sedang dalam proses negosiasi dengan Dewan Pers Myanmar. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Ilmuwan khawatir hutan hujan Amazon akan hilang dalam 50 tahun ke depan.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan kemarin di Nature Communicationas, para ilmuwan mengisyaratkan bahwa Amazon bisa punah lebih cepat dari yang diperkirakan. Setelah kehilangan banyak penghuni hutan dan keanekaragaman margasatwa, Amazon dikhawatirkan akan berubah menjadi ekosistem mirip sabana. Ketika hal tersebut terjadi, harus ada pengganti untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Sebagai catatan, kebakaran hutan yang terjadi Amazon pada tahun lalu menghancurkan 906.000 hektar hutan. Baca berita lengkapnya di IFL Science.

Usai melahap habis Morning Briefing 11 Maret 2020, pastikan membaca panduan tentang mengenali produk kulit yang memakai pemutih steroid.

podcast button