5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 11 Juni 2021

Morning Briefing 11 Juni 2021
Foto: www.unsplash.com
Terakhir diperbarui:

T.G.I.F! Selamat menikmati hari pekanmu, dan sebelum memulai hari mari membaca lima berita terbaru yang terangkum Morning Briefing 11 Juni 2021.

Tanggapan Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang rencana kenaikan PPN.

Sri Mulyani mengaku bingung untuk memberikan jawaban kepada publik. Sebab, secara etika politik seharusnya draf rencana aturan pajak itu tidak bocor ke publik sebelum Presiden Joko Widodo menyampaikan langsung ke DPR. Setelahnya, pemerintah akan membahas draf tersebut dengan DPR melalui komisi bersangkutan, yaitu Komisi XI.

Terlebih, rencana tersebut hanya dipahami secara sepotong atau tidak menyeluruh. Sri Mulyani menekankan berbagai penerapan rencana pungutan pajak itu tidak akan dalam waktu dekat. (CNN Indonesia)

Jumlah kasus baru COVID-19 di Jakarta cetak rekor.

Angka tambahan kasus COVID-19 di DKI Jakarta kemarin tembus rekor selama satu bulan terakhir ini. Dinas Kesehatan DKI mencatat terdapat 2.096 kasus baru di Ibu Kota. Sebanyak 51% di antaranya merupakan hasil pelacakan puskesmas yang mayoritas dilakukan di RT Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM mikro. (Tempo)

Update COVID-19 global: Vaksin, dan penambahan kasus.

Singapura melonggarkan aturan social distancing mulsi 14 Juni setelah berhasil mengendalikan jumlah kasus dengan metode agresif. Sementara itu, India melaporkan rekor kematian harian, yakni 6.148,  setelah negara bagian Bihar merevisi perhitungannya.

Menurut kabar pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk mencabut status gawat darurat di banyak area, termasuk Tokyo dan Osaka. Meski begitu negara tersebut kemungkinan akan tetap memberlakukan aturan ketat sebulan hingga Olimpiade Tokyo berlangsung pada 23 Juli.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 12 Mei 2021

Sementara itu, Korea Selatan memperkirakan kasus harian akan menurun drastis mulai pertengahan Juli jika 25% populasinya mendapatkan vaksin di akhir bulan ini seperti rencana pemerintah. Di sisi lain, kelompok G7 berikrar untuk mengakhiri pandemi dengan mendistribusikan setidaknya 1 miliar ekstra suntikan vaksin kepada negara-negara miskin pada akhir tahun ini.

Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 174.488.358, dengan 3.759.119 kematian, dan sebanyak 2.236.885.240 dosis vaksin sudah diberikan. (Bloomberg)

Sebanyak 350.000 orang di Tigray, Ethiopia berada dalam kondisi kelaparan.

Sebuah dokumen internal milik PBB memperkirakan bahwa sekitar 350.000 orang yang menjadi korban di area konflik Tigray berada dalam kondisi kelaparan. Meski begitu, pemerintah Ethiopia membantah hasil analisa tersebut.

Sebagai informasi, pertikaian di Tigray pecah pada November lalu antara tentara pemerintah dan bekas partai penguasa, Tigray People's Liberation Front (TPLF). Pertikaian ini telah membunuh ribuan warga sipil dan memaksa lebih dari dua juta orang meninggalkan rumah mereka di area pegunungan. (Reuters)

Sekarang, dunia memiliki lima samudra.

National Geographic Society mengumumkan pengakuannya atas Samudra Selatan di Antartika. Ini artinya, dunia sekarang memiliki lima samudra. Menurut organisasi ini Samudra Selatan mengandung air yang mengelilingi Antartika. Informasi ini menunggu pengakuan resmi oleh organisasi internasional yang berkaitan dengan laut, yakni International Hydrographic Organization.

Sebagai informasi, National Geographie Society adalah organisasi pendidikan dan sains nirlaba yang standar pemetaannya dipakai oleh banyak atlas dan kartografer. (The Guardian)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 11 Juni 2021, jangan lewatkan penjelasan seorang spesialis tentang manfaat vitamin A.