5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 11 Juni 2020

Morning Briefing 11 Juni 2020
Foto: www.canva.com

Hola! #Breakingnews: sebuah penelitian dari Inggris menyatakan bahwa jika semua orang memakai masker saat berada di ruang publik, maka potensi infeksi gelombang kedua bisa dicegah. Bahkan tanpa harus melakukan lockdown. Jadi, tetap pakai masker kain dan jangan lupa cuci bersih saat tiba di rumah. Oh, jaga jarak dan cuci tangan pun harus tetap dilakukan. Selamat menikmati hari Kamis ini dan Morning Briefing 11 Juni 2020.

Pemerintah jelaskan alasan kasus positif COVID-19 RI meningkat drastis.

Penambahan pasien positif COVID-19 menembus angka di atas 1.000 orang dalam dua hari terakhir di Indonesia. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menerangkan bahwa penambahan disebabkan oleh tracing pasien yang lebih agresif dan hampir mendekati 20.000 spesimen per hari. Yurianto menambahkan bahwa data uji laboratorium jumlah spesimen yang diperiksa per Rabu sebanyak 17.757 orang. Spesimen ini tidak hanya dikirimkan oleh rumah sakit, tapi juga puskesmas. Sebagai informasi, awalnya pemerintah hanya menargetkan 10.000 tes per hari, dan setelah tembus angka tersebut target spesimen ditingkatkan menjadi 20.000 spesimen per hari dengan positif rate 11,9%. Baca berita lengkapnya di CNBC Indonesia.

Barcode untuk pengunjung Malioboro.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan akan segera menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memantau kerumunan di Malioboro. Salah satunya menyiapkan pembuatan barcode untuk pengunjung Malioboro. Barcode ini akan bisa digunakan untuk memantau jumlah pengunjung kawasan wisata itu. Langkah ini diambil setelah Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X berkomentar pedas saat mengetahui kawasan tersebut ramai lagi. Sebelumnya, pada Senin, 8 Juni 2020, Sultan mengancam akan menutup Malioboro jika masyarakat tidak mengindahkan larangan berkerumun untuk mencegah penularan COVID-19. Baca berita lengkapnya di Tempo.

Update COVID-19 global: WHO menarik pernyataannya dan 500.000 kasus positif di India.

Diperkirakan kasus positif di Dehli akan mencapai lebih dari 500.000 di akhir bulan ini. Ketua Menteri Arvind Kejriwal menyarankan agar warga kota tersebut menjaga keselamatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan social distancing. Sampai saat ini, India memiliki 275.000 kasus. Dan sebuah penelitian terbaru dari universitas di Cambridge dan Greenwich mengatakan bahwa jika setiap orang menggunakan masker di ruang publik, maka bisa menurunkan potensi “infeksi gelombang kedua tanpa harus melakukan lockdown.” Dan Selasa kemarin, WHO menarik pernyataannya tentang transmisi asimtomatik “sangat langka”. Organisasi Kesehatan Dunia ini menyatakan bahwa faktor “salah pengertian” adalah penyebab kontroversi pernyataan tersebut. Organisasi ini juga mendesak pemerintah Pakistan untuk menerapkan kembali lockdown seiring terus meningkatnya jumlah infeksi di kawasan tersebut. WHO merekomendasikan intermittent lockdown, dua minggu lockdown, dua minggu dilonggarkan. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total COVID-19 global adalah 7.271.569, dengan 412.013 meninggal, dan 3.398.751 sembuh. Baca berita lengkapnya di Washington Post.

Pagar hitam mengeliling Gedung Putih menjadi galeri seni.

Pagar hitam raksasa di Gedung Putih yang baru dipasang minggu lalu menjadi galeri protes seni dan simbol perlawanan. Hampir semua bagian pagar besi yang mengelilingi Lafayette Square ditutupi dengan pesan-pesan, tanda dan gambar mengecam brutalitas polisi dan kesenjangan rasial. Tidak hanya itu yang berubah, jalan menuju Gedung Putih pun berganti. Walikota Washington DC memerintahkan mural “Black Lives Matter” dilukis di jalan raya dengan huruf kapital berwarna kuning. Lebih dari dua minggu setelah protes kemarahan atas tewasnya George Floyd, suasana di Washington berangsur-angur optimis dan penuh pengharapan. Baca berita lengkapnya di Aljazeera.

Google mencopot Zynn, kloningan TikTok, dari Play Store.

Pencopotan tersebut dilakukan karena Zynn dituduh melakukan plagiat. Seperti dilaporkan, sejumlah pengguna terkenal TikTok mengatakan bahwa konten mereka diunduh ke Zynn tanpa persetujuan. Bahkan, tidak sedikit yang menyatakan bahwa profil mereka diklon, termasuk nama, gambar dan puluhan konten. Seperti diketahui, Zynn mendarat di iOS dan Android pada awal Mei dan dengan cepat berada di posisi atas aplikasi paling banyak diunduh. Salah satu penyebabnya adalah karena penggunanya dibayar saat menonton dan merekrut teman. Meski proses pembayarannya masih simpang siur. Zynn berkata perusahaannya sedang berkomunikasi dengan Google dan “bekerja keras untuk memperbaiki hal ini ASAP.” Meski begitu, Zynn masih tersedia di iOS App Store. Baca berita lengkapnya di The Verge.

Selanjutnya: usai membaca Morning Briefing 11 Juni 2020, ketahui apa alasan di balik anggapan “makanan kedelai berbahaya untuk perempuan”.

podcast button