5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 11 Januari 2021

Morning Briefing 11 Januari
Foto: www.unsplash.com
Terakhir diperbarui:

Sebelum memulai aktivitasmu, mari membaca lima berita terpenting hari ini dalam Morning Briefing 11 Januari 2021. Jangan lupa memakai masker saat keluar rumah, jaga jarak di tempat publik, dan cuci tangan dengan benar dan teratur.

Fokus pencarian korban dan black box.

Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hari ini, yang difokuskan pada korban dan kotak hitam atau black box. Tim telah menerima dua sinyal yang diduga kuat black box dari pesawat Sriwijaya tersebut. Selain itu, tim juga telah mengangkut sepuluh kantong jenazah berisi serpihan, 16 potongan pesawat, dan sejumlah bagian tubuh korban. Pesawat Sriwijaya Air AJ 182 dinyatakan jatuh ke perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, dalam penerbangan Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/1). Pesawat berisi 62 orang itu dipastikan tenggelam di kedalaman 23 meter pada Minggu (10/1). (CNN Indonesia)

Pemberian vaksin ditargetkan sesuai jadwal.

Pemerintah mengharapkan proses awal pemberian vaksin tetap sesuai jadwal, setelah BPOM mengindikasikan bahwa akan tetap memberikan otorisasi penggunaan vaksin sesuai timetable yang disetujui. Kepala BPOM Penny Lukito menyatakan keoptimisan pada Jumat lalu bahwa badan tersebut akan mampu mengeluarkan EUA untuk kandidat vaksin Sinovac sebelum Rabu ini. Seperti diberitakan Presiden Joko Widodo akan menerima suntikan pertama pada 13 Januari 2021. (The Jakarta Post)

Update COVID-19 global: varian baru, dan vaksin.

Jepang menemukan sebuah baru coronavirus, yang sama dengan strain di Inggris dan Afrika Selatan. Pada saat yang bersamaan, Jepang sedang mempertimbangkan untuk memberikan ijin penggunaan vaksin Pfizer untuk individu berumur 16 tahun dan lebih. Sementara itu, India akan memulai salah satu pemberian vaksin terbesar di dunia pada 16 Januari.

Baca Juga :  5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini - 15 Oktober 2020

Menteri Kesehatan Inggris matt Hancock menyatakan bahwa Inggris berada di jalur yang tepat untuk memenuhi pemberian vaksinnyan. Namun lonjakan kasus membuat sistem kesehatan nasional berada pada “konsisi yang benar, benar serius. Pemimpin Tertinggi Iran melarang pembelian vaksin buatan Amerika dan Inggris, sehingga membatasi opsi vaksin di negara dengan wabah terburuk di Timur Tengah. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 89.751.136, dengan 1.928.636 kematian, dan 49.841.114 sembuh. (Bloomberg)

AS, Inggris, Kanada, dan Australia mengutuk penangkapan aktivis di Hong Kong.

Dalam sebuah pernyataan bersama, Menteri luar negeri dari Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Australia mengutuk penangkapan lebih dari 50 aktivis demokrasi di Hong Kong. Negara-negara ini meminta China menghargai kebebasan warga kepulauan tersebut. Seperti dilaporkan, polisi Hong Kong melakukan penangkapan dini hari pada Rabu lalu, yang merupakan crackdown terbesar sejak China memberlakukan aturan keamanan baru pada 2021. Para pihak opisisi menyatakan bahwa tujuan penangkapan ini untuk meredam suara protes di bekas koloni Inggris tersebut. (Reuters)

Mayorits warga Amerika percaya Donald Trump harus dipecat.

Dalam survei ABC News dan Ipsos, 56% responden mengatakan bahwa Trump harus dipecat sebelum upacara inagurasi Joe Biden pada 20 Januari mendatang. Sementara itu, 67% percaya bahwa Trump bertanggung jawab terhadap kekerasan yang terjadi di US Capitol minggu lalu yang menyebabkan 5 orang tewas. Anggota DPR dari Demokrat sedang mempersiapkan artikel pemakzulan pada hari ini, menuduh Trump “menyebabkan keamanan Amerika Serikat terancam”. Ini akan menjadi pemakzulan kedua Trump, dan dia akan menjadi presiden pertama yang dimakzulkan dua kali. (The Guardian)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 11 Januari 2021 jangan luapa mengecek cara keluar dari toxic relationship.