5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 11 Agustus 2020

Morning Briefing 11 Agustus 2020
Foto: www.unsplash.com

Hi! Siap memulai hari baru? Nikmati dulu lima berita baru di bawah ini sebelum memulai aktivitas harianmu. Dan jika kamu membaca ini di ruang publik, pastikan maskermu dalam posisi tepat dan jaga jarak dengan orang lain. Berikut berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 11 Agustus 2020.

Bio Farma produksi 2 Juta alat tes PCR.

Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menyatakan PT Bio Farma (Persero) akan memproduksi dua juta perangkat tes PCR untuk mendeteksi COVID-19. Produksi ditargetkan mulai dilakukan pada September. Menurutnya, peningkatan jumlah produksi alat tes PCR dalam negeri ini akan mendukung percepatan pendeteksian virus corona. Selain itu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga sedang mengembangkan Mobile Lab BSL-2 versi bus. Terkait perkembangan vaksin Merah Putih, dikatakan bahwa upaya produksi protein rekombinan untuk membuat vaksin telah diselesaikan. Pengembangan vaksin ini sedang dikelola oleh tim yang dipimpin Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. (CNN Indonesia)

Syarat pekerja dapatkan BLT Pekerja.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziya mengungkapkan bahwa ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi para pekerja atau buruh untuk dapatkan BLT Pekerja. Bantuan dari pemerintah sebesar Rp600 ribu selama empat bulan ini akan diberikan untuk membantu pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan yang terdampak pandemi. Syaratnya antara lain: WNI, terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan aktif, memiliki rekening bank yang aktif, bukan penerima program pra kerja. BLT Pekerja ini akan langsung ditransfer ke rekening penerima bantuan melalui bank BUMN. Jumlah calon penerima BLT ditingkatkan, dari 13.870.496 orang, menjadi 15.725.232. (Tempo)

Update COVID-19: Wajib pakai masker di Prancis dan hampir 100 ribu anak terinfeksi di AS. 

Karena peningkatan jumlah kasus, aturan pemakaian masker di luar ruangan ramai mulai diberlakukan di Paris dan kota-kota besar lainnya di Prancis sejak kemarin. Sementara itu dari Amerika Serikat diberitakan bahwa setidaknya 97.000 anak positif terinfeksi coronavirus pada dua minggu terakhir di bulan Juli. Laporan dari American Academy of Pediatrics dan Children’s Hospital Association ini terbit seiring akan dibukanya kembali sekolah. 

Dan kementerian kesehatan India menyatakan bahwa jumlah kematian mencetak rekor baru pada Minggu (9/8), yakni lebih dari 1.000 kematian untuk pertama kalinya. Sementara di Meksiko, selain menghadapi pandemik, negara tersebut sedang mengalami masalah lain: warga takut datang ke rumah sakit. Alhasil, ribuan warga meninggal bahkan sebelum mendapatkan pertolongan dari dokter atau kondisinya terlalu parah sehingga tidak banyak bisa dilakukan oleh tenaga medis. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins Hospital, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 19.902.316, dengan 731.993 kematian, dan 12.137.202 kesembuhan. (The New York Times)

Pengusaha media besar di Hong Kong ditangkap.

Jimmy Lai, pemilik koran Apple Daily, menjadi figur terkenal terbaru yang ditangkap kemarin. Berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional baru, Lai diduga berkolusi dengan pemerintah asing. Penangkapannya ini merupakan bagian dari usaha Beijing untuk meredam gerakan oposisi pro-demokrasi di Hong Kong. Hal ini semakin menambah kekhawatiran bahwa UU baru tersebut akan digunakan untuk “menekan opini pro-demokrasi dan membatasi kebebasan pers.” Lai sendiri adalah salah satu aktivis demokrasi penting di Hong Kong dan kritikus vokal Beijing. Sebagai informasi, China memberlakukan UU Keamanan Nasional baru ini di Hong Kong pada 30 Juni, dan banyak dikritik oleh negara-negara Barat. (Reuters)

Toshiba tidak lagi memproduksi laptop.

Secara diam-diam, Toshiba keluar dari bisnis pembuatan laptop minggu lalu, dan mentransfer saham minoritas bisnis personal computer (PC) kepada Sharp. Aksi ini mengakhiri bisnis laptop Toshiba yang sudah berlangsung 35 tahun. Sebagai informasi, dua tahun yang lalu Toshiba menjual 80,1 persen saham bisnis PC-nya ke Sharp dengan harga $36 juta, dan Sharp menamakan divisi tersebut menjadi Dynabook. Lalu, Sharp membeli sisa saham 19,1 persen Juni lalu, dan proses pembelian ini mencapai final pada 4 Agustus. Alhasil, Dynabook resmi dimiliki oleh Sharp. Toshiba sendiri membuat laptop pertama kali pada 1985, dengan produk pertama bernama T1100. Perusahaan ini sempat menjadi produsen PC utama pada era 1990an dan awal 2000an, tapi kepopulerannya menurun seiring munculnya banyak pemain baru. (The Verge)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 11 Agustus 2020, jangan lupa mengetahui bagaimana cara menyeimbangkan hormon dengan diet.

podcast button