5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 10 September 2021

Morning Briefing 10 September 2021
Foto: www.canva.com
Terakhir diperbarui:

T.G.I.F! Mari menikmati hari ini dan akhir pekan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Berikut lima berita terangkum dalam Morning Briefing 10 September 2021.

Kominfo: publik jangan unduh PeduliLindungi dari link di Grup WhatsApp.

Pemerintah mengimbau masyarakat tidak mengunduh aplikasi ponsel pintar PeduliLindungi dari link yang tersebar di pesan instan. Melainkan, hanya mengunduh aplikasi ini hanya dari sumber resmi seperti App Store dan Google Playstore. Link dari Whatsapp Group dikhawatirkan akan mengambil data pribadi pengguna. (Tempo)

Garuda Indonesia kalah kasus gugatan arbiterase di pengadilan Inggris.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kalah dalam kasus gugatan arbiterase di London Court of International Arbitration (LCIA) pada 6 September 2021. Pengadilan itu memenangkan Lessor Helice dan Atterisage (Goshawk) terkait pembayaran uang sewa (rent) pesawat. Ini artinya, Garuda wajib membayar sewa dan kewajiban berdasarkan perjanjian. (CNN Indonesia)

Update COVID-19 global: kritik WHO, dan vaksin untuk Afganistan.

Direktur WHO kembali mengkritisi semakin banyaknya pengadaan vaksin booster untuk orang sakit dan mendesak pemerintah negara-negara tersebut melakukan moratorium hingga akhir tahun. Dia mengkritisi perusahaan farmasi dan negara kaya karena memprioritaskan dosis ketiga untuk yang bisa membeli dibandingkan yang tidak bisa mendapatkan dosis pertama.

Sementara sebagian Jepang, termasuk Tokyo dan Osaka, akan memperpanjang restriksi hingga setidaknya hingga akhir bulan ini untuk menanggulangi gelombang kelima. Di sisi lain, New South Wales (Australia), membeberkan rencana lockdown yang akan berlangsung mulai 18 Oktober.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan negaranya akan mendonasikan 3 juta dosis vaksin ke Afganistan dan berjanji akan memberikan lebih banyak di masa yang akan datang. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total COVID-19 global adalah 222.761.144, dengan 4.599.706 kematian, dan sebanyak 5.589.352.464 dosis vaksin sudah diberikan. (Washington Post)

Pemerintah interim Taliban setuju membiarkan orang asing meninggalkan Afganistan.

Dua ratus orang asing dijadwalkan berangkat dari Kabul pada Kamis setelah pemerintah Taliban baru setuju untuk mengevakuasi mereka. Keberangkatan ini akan menjadi penerbangan internasional pertama dari bandara Kabul setelah Taliban mengambil alih ibukota itu pada pertengahan Agustus. (Reuters)

Twitter uji coba emoji reaksi untuk cuitan.

Perusahaan media sosial ini mengumumkan sedang menguji coba emoji reaksi untuk cuitan yang tidak hanya sebatas emoji “Suka”. Alasan pembuatan fitur ini adalah agar orang bisa memberikan reaksi lebih cepat terhadap sebuah cuitan.

Menariknya, pilihan emoji ini tidak ada yang bersifat negatif. Twitter menjelaskan bahwa keputusan ini berdasarkan survei, emoji bersifat tidak menjadi favorit. Hingga saat ini, uji coba ini masih berlangsung di Turki, dan mungkin akan berlaku lebih luas tergantung pada respons penggunanya. (The Verge)

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 10 September 2021, jangan lupa mengecek tentang cara membersihkan wajah yang tepat menurut dermatolog.