5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 10 Oktober 2019

Foto: www.canva.com

Belum, belum Jumat—masih Kamis. Hei, nikmati hari ini ya, karena pasti akan menyenangkan! Jangan lupa juga untuk membuka diri untuk mempelajari lebih banyak hal lagi. Termasuk lima berita dari berbagai penjuru dunia ini.

Pejabat negara lain diwajibkan untuk menyampaikan pidatonya dalam Bahasa Indonesia di dalam dan di luar negeri.

Hal ini tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia yang baru diterbitkan. Jadi, jika pejabat negara (presiden, wakil presiden, menteri, dll) berbicara di forum resmi internasional, semuanya harus disampaikan dalam bahasa Indonesia. Masih ada yang kurang jelas? Mereka diperbolehkan menguraikannya dalam bahasa asing dan diikuti dengan transkrip pidato dalam Bahasa Indonesia. Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, yaitu pada 30 September 2019 oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly. Baca berita lengkapnya di sini.

Predikat Indonesia menurun dalam global competitiveness index versi World Economic Forum.

Jika tahun lalu Indonesia berada di peringkat 65 dari 100, tahun ini menjadi 50 dari 141 ekonomi. Hal ini terutama disebabkan karena adanya kemandekan performa dalam berbagai lini termasuk dalam hal inovasi digital dan ekosistem. Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di peringkat ke-4, dengan Singapura berada di urutan pertama (juga di dunia), Malaysia (ke-27) dan Thailand (ke-40). Baca laporan lengkapnya di sini.

Penasaran perusahaan-perusahaan mana yang memproduksi sepertiga emisi karbon dunia?

Dari data baru yang dihasilkan oleh Climate Accountability Institute, organisasi internasional mumpuni yang memegang peranan penting dalam menganalisa peran minyak atas percepatan gawat darurat iklim, dihasilkan sebuah daftar. Daftar tersebut berisikan 20 perusahaan yang telah memproduksi 35% energi yang berhubungan dengan karbon dioksida dan metana di dunia sejak 1965. Chevron, Exxon, BP, Shell, Aramco (perusahaan miliki Arab Saudi), Total, ConocoPhillips, dan beberapa perusahaan lain masuk ke dalam daftar tersebut. Baca daftar lengkapnya di sini.

Google dan Weibo tertarik membeli Firework, sebuah rival TikTok.

Pertumbuhan pesat TikTok (tahun lalu memiliki 500 juta pengguna aktif), membuat perusahaan raksasa seperti Google dan Weibo tertarik untuk membeli Firework. Aplikasi ini dianggap saingan TikTok dan memiliki nilai $100 juta. Seperti diberitakan oleh The Wall Street Journal, Google dan Weibo sama-sama memperlihatkan ketertarikan, tapi belum ada kesepakatan apa pun. Berbeda dengan kloningan TikTok bernama Lasso (produk Facebook) yang dianggap gagal, Firework diperkirakan akan menjadi tandingan TikTok karena menggunakan perspektif horizontal dan vertikal, berdurasi lebih lama (30 detik), dan tidak ada istilah “like” atau “comment“—penonton hanya bisa mem-bookmark dan membagikan video (demi mengurangi perundungan di dunia daring). Baca berita lengkapnya di sini.

Berawal dari foto, berakhir menjadi “perang” di Twitter.

Beberapa hari yang lalu beredar foto Ellen DeGeneres sedang tertawa akrab dengan George W.Bush di sebuah pertandingan NFL. Tak lama, Twitter “meledak”. Banyak penggemar menyayangkan hal tersebut karena mengingat peran penting Bush dalam memprakarsai perang Iraq. Selain itu, penghuni Twitter juga menyinggung rekam jejak Bush yang negatif dalam isu hak kaum LGBT. Kemudian Ellen membela diri lewat monolognya di acaranya dengan mengatakan bahwa kita harus baik terhadap siapa pun, bahkan mereka yang memiliki pemikiran yang berbeda. Dua temannya, Reese Witherspoon dan Kristen Bell, angkat suara dan membela Ellen. Selanjutnya? Penghuni Twitter makin marah. Baca kronologi lengkapnya di sini.

podcast button