5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 10 November 2020

Foto: www.unsplash.com

Selamat karena kamu berhasil melalui hari Senin, dan sekarang menjalani hari Selasa. Tak lelahnya menyampaikan: tetap pakai masker, jaga jarak di ruang publik dan cuci tangan dengan benar. Berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 10 November 2020.

Laman resmi untuk publik beri masukan UU Cipta Kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa melalui laman ini masyarakat dan akademisi bisa memberikan masukan untuk penyusunan aturan turunan UU Cipta Kerja. Menurutnya, pemerintah akan secara bertahap akan mengunggah rancangan peraturan pelaksanaan (RPP) dan rancangan peraturan presiden (RPerpres) di laman resmi https://uu-ciptakerja.go.id. Turunannya terdiri dari 44 peraturan pelaksanaan, yang terdiri dari 40 rancangan RPP dan 4 rancangan perpres. Terhadap turunan ini, rakyat bisa memberikan masukan. (Kompas)

Perempuan Tanah Jahanam dominasi FFI.

Festival Film Indonesai mengumumkan nomine Piala Citra minggu lalu, dan film Perempuan Tanah Jahanam mendapatkan nominasi terbanyak (17), salah satunya adalah Film Terbaik. Sutradaranya, Joko Anwar, juga dinominasikan dalam tiga kategori, termasuk Sutradara Terbaik, Naskah Terbaik dan Adaptasi Naskah Terbaik untuk film Ratu Ilmu Hitam (2019). Sementara itu Christine Hakim dan Marissa Anita, yang berperan di Perempuan Tanah Jahanam, bersaing dalam kategori Aktris Pendukung Terbaik. Pemenangnya akan diumumkan pada 5 Desember. (The Jakarta Post)

Update COVID-19 global: Vaksin dari Pfizer 90% efektif, dan Hungaria dan Portugal berlakukan jam malam.

Pembuat obat Pfizer mengumumkan bahwa keefektifan vaksinnya mencapai lebih dari 90% dalam mencegah COVID-19. Jika hasil ini benar, level proteksinya sejajar dengan keefektifan vaksin lain seperti campak. Pfizer berencana meminta ijin otorisasi dari FDA dan berencana memproduksi vaksin untuk 15-20 juta orang. Ilmuwan independen mewanti-wanti hasil awal ini dan mengharapkan dunia tetap menunggu hingga data lengkap terkumpul. Pfizer adalah perusahaan pertama yang mengumumkan hasil postif dari uji klinis terakhir.

Sementara itu Hungaria dan Portugal menjadi negara Eropa terbaru yang akan menerapkan jam malam dan pembatasan gerak. Di Hungaria, jam malam akan berlaku mulai dari 8 malam hingga 5 pagi, serta semua acara publik dilarang, dan pertemuan keluarga maksimal 10 orang. Sementara di Portugal, 7,1 juta dari 10 juta residen haru mengikuti jam malam yang dimulai dari pukul 11 malam hingga 5 pagi. Dari Amerika Serikat dilaporkan presiden terpilih, Joe Biden, memilih ahli vaksin yang telah dipecat oleh pemerintah Trump sebagai penasihat panel COVID-19. Dr. Rick Bright dipecat karena menyerahkan surat keluhan kepada Kongres atas kegagalan pemerintahan Trump menangani pandemi. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 50.550.062, dengan 1.258.321 kematian, dan 33.099.495 sembuh. (The New York Times)

Mahasiswa di China luncurkan program mesin pembalut gratis.

Dalam rangka mengakhiri “period shaming” para mahasiswa di China luncurkan program memasang mesin dispenser pembalut gratis di toilet-toilet di universitas di seluruh negara. Mesin ini sudah terpasang di hampir 250 kampus, mengikuti kampanye sosial yang dilakukan grup advokasi bernama Stand By Her. Mereka yang mengambil pembalut dari dalam mesin didorong untuk mengisi ulang isinya di kemudian hari. Gerakan bawah tanah ini lahir karena isu menstruasi mendapat perhatian di China, dengan kesehatan menstrual sering dianggap sebagai sumber rasa malu. (The Guardian)

Donald Trump akan kehilangan status istimewanya di Twitter per Januari 2021.

Twitter mengumumkan bahwa akun @realDonaldTrump akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan pengguna lain, yakni akan diblokir jika mengunggah kekerasan dan informasi salah tentang pemilu dan pandemi. Hal ini berlaku saat presiden terpilih Joe Biden mengambil alih pemerintahan pada 20 Januari 2021. Twitter memang memberlakukan kebijakan khusus untuk pemimpin negara dan sejumlah pejabat resmi. Sejak pemilu di Amerika Serikat berakhir, Twitter dan Facebook telah memberikan label “warning” pada beberapa unggahan Trump, termasuk klaim tak berdasar tentang kecurangan pemilu. (The Verge)

Selanjutnya: Usai membaca Morning Briefing 10 November 2020, jangan lupa mengetahui mengapa kamu wajib melakukan perawatan kulit ini.