5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 10 Maret 2020

Morning Briefing 10 Maret 2020
Foto: www.canva.com

Hello, selamat pagi! Jika selama ini kamu masih belum menemukan trik yang tepat untuk berhenti menyentuh wajah, hidung, mata dan mulut—kamu tidak sendirian. Para peneliti menegaskan bahwa hal tersebut merupakan hal yang manusiawi. Bahkan para pemimpin negara harus mengikuti pelatihan intensif untuk bisa berhenti melakukannya. Namun, ada beberapa trik untuk mengurangi frekuensi menyentuh wajah, mulai dari menggunakan sarung tangan, mencegah diri sesaat sebelum melakukannya, atau menyibukkan jari-jari tanganmu. Masih belum berhasil? Well, kebiasaan ini memang butuh uji coba dan pengendalian diri. Anyway, selamat menikmati hari ini dan berikut lima berita baru yang terangkum dalam Morning Briefing 10 Maret 2020.

Pemerintah Indonesia yang menambah empat hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020.

Hal tersebut adalah hasil rapat tingkat menteri di Kemenko PMK, kemarin (09/3). Adapun Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW yang semula hanya 29 Oktober ditambah menjadi 30 Oktober. Selain itu, pemerintah juga menambah Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri di tanggal 28-29 Mei 2020. Kemudian, tambahan cuti bersama pada 21 Agustus untuk Tahun Baru Hijriah. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan bahwa keputusan pemerintah Indonesia yang menambah empat hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020 tidak mengurangi produktivitas ekonomi nasional. Baca berita lengkapnya di Liputan6.

Mahkamah Agung membatalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan per 1 Januari 2020.

Keputusan tersebut merupakan hasil dari judicial review Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Judicial review ini diajukan saat Komunitas Pasien Cuci Darah (KPCDI) merasa keberatan dengan kenaikan iuran Januari lalu. Komunitas ini pun kemudian menggugat ke MA dan meminta kenaikan itu dibatalkan. Pasal yang dinyatakan yang dinyatakan batal dan tidak berlaku oleh MA adalah Pasal 34 tentang kenaikan iuran dan tanggal berlaku kenaikan. Pihak BPJS sendiri mengaku belum menerima salinan putusan yang mengabulkan judicial review tersebut. Baca berita lengkapnya di Detik.

Pasar global terjun bebas setelah harga minyak turun drastis karena kepanikan coronavirus.

Patokan harga minyak mentah Amerika Serikat turun sampai 30%, diperparah karena Arab Saudi dan Rusia dan produsen minyak lainnya gagal mencapai kesepakatan tentang berapa produksi yang harus dipotong untuk menaikkan harga minyak. Investor biasanya menerima jika biaya energi direndahkan untuk kepentingan bisnis dan konsumen, tetapi penurunan drastis ini membuat pasar dunia gusar. Para investor juga sudah menunjukkan kekhawatiran tentang kebutuhan biaya yang besar untuk mengatasi penyebaran virus di China dan yang mengganggu industri wisata dan perdagangan dunia. Pakar keuangan menyatakan risiko kemungkinan terjadi krisis ekonomi semakin tinggi. Baca berita lengkapnya di TIME.

Pengadilan kasus pencobaan pembunuhan korban Malaysian Airlines Flight 17 baru saja dimulai di Belanda, kemarin (09/3).

Empat terdakwa (tiga orang Rusia dan seorang Ukraina) yang dituduh melakukan percobaan pembunuhan tidak hadir di pengadilan tersebut. Hanya satu orang yang mengirimkan pengacaranya. Keempatnya diduga berada di Rusia. Para hakim mengatakan bahwa meski keempat orang tersebut tidak hadir, pengadilan akan tetap berlanjut. Jaksa penuntut mengatakan para tersangka membantu menyediakan sistem misil Rusia yang digunakan untuk menembak pesawat tersebut. Sebagai pengingat, Malaysian Airlines Flight 17 ditembak misil udara pada 17 Juli 2014, saat terbang di atas teritori Ukraina yang dikuasai oleh pemberontok pro-Rusia. Pesawat tersebut dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur dan seluruh orang di dalamnya yang berjumlah 298 tewas. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Ilmuwan Australia berusaha mengurangi frekuensi kentut sapi untuk menyelamatkan Bumi.

Untuk itu, para ilmuwan di Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation sudah berhasil mengembangkan sebuah aditif yang terbuat dari rumput laut merah, bernama asparagopsis. Jika dalam jumlah kecil bahan ini ditambahkan ke dalam makanan sapi, maka produksi metan sapi akan berkurang sampai 80 persen. Metan merupakan gas rumah kaca yang 28 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida—dan biasanya dihasilkan oleh kentut sapi. Asal tahu saja, untuk mengubah makanan menjadi metan, sapi membutuhkan energi yang besar. Dengan kata lain, ketika mengonsumsi makanan baru ini, ternak bisa menghemat energi sehingga dapat lebih cepat berkembang. FYI, lebih dari 20 persen dari jumlah total emisi gas rumah kaca berasal dari produksi ternak. Dan di Australia, kontribusi emisi metan dari ternak mencapai sekitar 10 persen dari seluruh emisi gas rumah kaca. Baca berita lengkapnya di Metro.

Jika sudah membaca jatah Morning Briefing 10 Maret 2020 ini, jangan lewatkan mengetahui tanda-tanda pasangan yang pasif agresif.

podcast button