5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 10 Juni 2020

Morning Briefing 10 Juni 2020
Foto: www.canva.com

Hai! Coronavirus masih menjadi subjek utama berbagai berita di seluruh dunia, jadi pastikan kamu menjaga kebersihan tangan dan masker yang kamu pakai. Plus, jaga jarak jika kamu berada di luar rumah. Selamat menikmati hari ini dan berikut lima berita terbaru yang terangkum dalam Morning Briefing 10 Juni 2020.

Tahun ajaran baru tetap dimulai 13 Juli 2020.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Evy Mulyani, yang memastikan tak ada pengunduran jadwal tahun ajaran baru 2020/2021. Tahun ajaran baru tetap dimulai pada 13 Juli 2020. Meskipun begitu, rincian kalender pendidikan tergantung pada kebijakan pemerintah daerah. Dan walaupun tahun ajaran baru sudah dimulai, belum berarti sekolah akan langsung dibuka dan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Sejauh ini, Kemendikbud masih melakukan kajian dan analisa terkait pembukaan sekolah bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Aplikasi lacak COVID-19 diluncurkan hari ini.

Aplikasi yang diberi nama Lacak COVID-19 (L-Cov) ini berguna untuk memetakan daerah mana yang tergolong zona merah dan akan dilalui transportasi umum secara real time. L-Cov bisa dipakai para pengguna ataupun operator transportasi umum di wilayah Jabodetabek. Sampai saat ini, aplikasi ini masih tersedia untuk telepon seluler dengan sistem operasi Android dan direncanakan diluncurkan hari ini (10 Juni). Selain itu, aplikasi ini juga akan menghadirkan data valid penyebaran COVID-19. Untuk mendapatkan aplikasi ini, pengguna bisa mengunduh Google Play Store dan mengisi sejumlah data. Baca berita lengkapnya di Kompas.

Korea Utara memutus hubungan dengan Korea Selatan.

Pemerintah Korea Utara kemarin memutuskan semua bentuk komunikasi dengan Selatan, termasuk hotline antara dua presidennya. Menurut kantor berita milik pemerintah Korut, Kim Jong-un dan pejabat tinggi lainnya, berkesimpulan bahwa tidak ada gunanya berdiskusi dengan pihak otoritas Korsel, karena hanya melahirkan kepahitan. Sejumlah analisis mengatakan bahwa pemutusan komunikasi ini bukan hanya karena defektor, tapi ini adalah sebuah taktik karena Korut frustrasi dengan negosiasi yang mandek dengan Korsel dan AS. Sebagai informasi, dialog tentang program nuklir Korut mengalami kebuntuan sejak pertemuan Kim dengan Trump di Hanoi, Vietnam, tahun lalu. Baca berita lengkapnya di The Times.

Update COVID-19 global: Coronavirus sudah ada sejak Agustus dan sinema California dibuka lagi.

Bioskop di California dibuka kembali Jumat ini dengan panduan dan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran coronavirus. Pengunjungnya dibatasi hingga 25 persen atau hanya 100 orang. Sementara itu, Meksiko membuka kembali ekonominya, meski jumlah pasien yang meninggal masih banyak. Dan dari New Zealand dilaporkan bahwa warganya mulai kembali ke kehidupan normal setelah restriksi coronavirus dihapus kemarin. Di Tanzania, Presiden John Magufuli mendeklarasikan negara tersebut “bebas coronavirus”, “berkat doa dan puasa yang dilakukan warganya”. Sementara itu, sebuah studi yang dilakukan oleh Harvard Medical School menyatakan bahwa virus ini sudah menyebar di China sejak awal Agustus 2019. Kesimpulan ini didapat dari foto-foto satelit yang menunjukkan tingginya perjalanan ke rumah sakit dan data mesin pencari di akhir 2019. Menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah total kasus COVID-19 global adalah 7.151.267, dengan 407.145 meninggal, dan 3.319.476 sembuh. Baca berita lengkapnya di Aljazeera.

Chanel, Revlon dan L’Oreal hentikan penggunaan talek di produknya.

Hal ini karena perkara hukum seputar kontroversi mineral yang terkandung dalam talek yang diduga menyebabkan kanker dan kekhawatiran konsumen yang semakin meningkat. Chanel menghentikan gunakan talek di loose face powder, sementara Revlon Inc tidak akan menggunakannya lagi di produk tubuh. L’Oreal SA sendiri sedang mengeksplor alternatif minteral lain. Untuk informasi, talek—yang sering ditemukan di asbestos, sebuah karsinogen ammpuh—digunakan di banyak produk kosmetik dan kebersihan untuk menyerap kelembapan, mencegah lengket dan memperlembut. Sampai sekarang, ribuan perkara hukum kanker terhadap Johnson & Johnson dan bedak talek, sudah terjadi sejak 2013. Baca berita lengkapnya di Reuters.

Selanjutnya: usai membaca Morning Briefing 10 Juni 2020, pastikan kamu mengetahui cara mencegah jerawat muncul saat pandemik.

podcast button