5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 10 April 2020

Morning Briefing 10 April 2020
Foto: www.unsplash.com

Hello! Tanggal merah, nih. Jika kamu memutuskan untuk seharian hanya berbaring dan menikmati Netflix—silakan lakukan. Berikut ini lima berita yang terangkum dalam Morning Briefing 10 April 2020.

Bantuan perlindungan sosial diberikan kepada warga jabodetabek.

Presiden Joko Widodo mengumumkan pemerintah akan memberikan bantuan perlindungan sosial dalam bentuk sembako kepada warga Jabodetabek yang penghasilannya terkena dampak COVID-19. Menurutnya, ada 2,6 juta jiwa atau sekitar 1,2 juta kepala keluarga (KK) di DKI Jakarta yang mendapat bantuan ini yang bernilai Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan. Jumlah yang sama jika akan diterima oleh 1,6 juta atau 576 KK di daerah Bodetabek. Sementara untuk warga luar Jabodetabek akan diberikan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan. Baca berita lengkapnya di Detik.

Cuti bersama Lebaran digeser ke akhir tahun.

Libur Hari Raya Idul Fitri tetap pada tanggal 24-25 Mei 2020, tapi cuti bersama yang sebelumnya berlaku dari 26-29 Mei 2020 dicabut dan dialihkan ke tanggal 28-31 Desember 2020. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi mudik Lebaran dan mencegah terjadinya penyebaran COVID-19. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden mengenai Imbauan Tidak Mudik dan Penggantian Libur Lebaran tahun 2020. Pergeseran cuti bersama ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa pandemik ini telah tertangani dengan baik. Baca berita lengkapnya di Tempo.

Arab Saudi memulai gencatan senjata sepihak di Yemen.

Langkah ini kemungkinan di ambil karena khawatir COVID-19 akan menyerang Yemen. Meski belum ada kasus coronavirus dilaporkan di Yemen, tetapi karena berbagi perbatasan dengan Arab Saudi (40 orang meninggalkan), dikhawatirkan akan menyebar ke sana. Yemen sendiri sudah menutup perbatasannya. Arab Saudi mengatakan bahwa gencatan senjata ini berlaku di semua lini operasi (udara, darat, dan laut). Hal ini disambut baik oleh PBB, meski ada kekhawatiran ini akan berakhir sama seperti gencatan senjata dua minggu lalu yang gagal. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

Update COVID-19 global: tercatat jumlah kasus total 1.506.936, 90.057 meninggal dan 340.630 sembuh.

New Zealand optimis akan bisa mengatasi virus ini bahkan sebelum vaksin ditemukan. Pasalnya, negara ini merupakan satu-satunya negara dengan lebih dari 1.000 kasus dan hanya satu kematian. Singapura melaporkan angka kasus terbanyak dari satu hari, yakni 287 kasus baru (totak 1.910 kasus) dengan angka kematian tujuh orang. Di Italia, infeksi dan angka kematian semakin menurun berkat karantina ketat wilayah yang dilakukan. Sementara Turki mengumumkan akan menggunakan sinyal ponsel untuk mengikuti pergerakan orang-orang yang sudah diminta untuk melakukan karantina mandiri. Sementara Taiwan mendesak WHO meminta maaf atas tuduhan yang yang dilayangkan oleh Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus yang menilai pemerintah Taiwan menyerang dirinya. Baca berita lengkapnya di The Times.

Airbnb meluncurkan Airbnb Online Experiences.

Platform terbaru ini akan menyediakan berbagai aktivitas daring mulai dari bartending, kelas memasak, tur sepeda daring, makeup tutorial ala Korea, fortune reading, acara komedi dan kursus melukis. Airbnb berharap sarana daring ini akan memberikan hiburan untuk mereka yang berada di rumah. Dan pada saat yang bersamaan bisa membantu mata pencaharian para penyedia tur yang sedang kesulitan. Semua kelas ini dilakukan melalui Zoom. Baca berita lengkapnya di The Verge.

Setelah menikmati Morning Briefing 10 April 2020, jangan lupa untuk membaca tips praktis menjaga kesehatan fungsi otak.