5 Hal yang Harus Kamu Tahu Hari Ini – 1 Mei 2020

Morning Briefing 1 Mei 2020
Foto: www.canva.com

Hola! Hari ini, mari menyempatkan untuk mengucapkan terima kasih kepada barisan garda terdepan yang setipa hari bekerja keras memerangi pandemik COVID-19. Untuk kita yang ada di rumah, pastikan melakukan bagian kita: praktikkan gaya hidup bersih dan sehat, tetap tinggal di rumah dan pakai masker jika kamu harus keluar rumah hari ini. Dan berikut lima berita terkini yang terangkum dalam Morning Briefing 1 Mei 2020.

Pembangunan MRT Fase 2A ditunda.

Hal tersebut disampaikan pihak PT MRT Jakarta yang menyatakan pembangunan proyek mass rapid transportation (MRT) Fase 2A dari Bundaran HI hingga Stasiun Kota ditunda hingga Juni 2020. Penundaan ini berkaitan dengan wabah COVID-19 yang sedang terjadi di Indonesia. Beberapa alasan penundaan ini karena sebagian tenaga kerja didatangkan dari Jepang dan Jakarta sedang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Awalnya, pembangunan proyek MRT Fase 2A direncanakan untuk dikerjakan dari Maret 2020 sampai Desember 2024. Namun, karena penundaan ini, maka proyek diperkirakan baru akan selesai sekitar Maret 2025. Saat ini, sejumlah pekerjaan masih ada yang berjalan dan dilakukan dengan aturan physical distancing. Baca berita lengkapnya di CNN Indonesia.

Tagihan iuran BJPS Kesehatan turun per 1 Mei 2020.

Sesuai keputusan Mahkamah Agung (MA), iuran BPJS Kesehatan turun akan mengembalikan tagihan iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat ( JKN-KIS) per hari ini. Sebelumnya, MA telah membatalkan Pasal 34 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 tahun 2019 melalui putusan Nomor 7P/HUM/2020. Perpres itu menyatakan bahwa iuran JKN-KIS naik menjadi Rp 160.000 untuk kelas 1, Rp 110.000 untuk kelas 2, dan Rp 42.000 untuk kelas 3. Dengan dibatalkannya Perpres tersebut, maka iuran JKN-KIS kembali mengacu pada Peraturan Presiden 82 tahun 2018, yaitu sebesar Rp 80.000 untuk kelas 1, Rp 51.000 untuk kelas 2, dan Rp 25.500 untuk kelas 3. Aturan iuran ini berlaku untuk segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP). Baca berita lengkapnya di Kompas.

Update COVID-19 global: karantina akan mengurangi emisi dunia hingga 8% dan tidak ada kasus domestik baru di Korea Selatan.

Meski level emisi global menurun, tapi International Energy Agency mengatakan bahwa ini bukanlah sesuatu yang patut dirayakan karena jumlah orang yang meninggal dan kerugian ekonomi yang melanda dunia. Sementara itu, Korea Selatan melaporkan empat kasus baru, tapi semuanya impor, bukan ditularkan secara domestik. Sementara di Irlandia, dilakukan uji coba drone yang mengirimkan resep ke rumah pasien yang mengisolasi diri. Di Denmark, penyebaran COVID-19 tidak mengalami percepatan meski aturan karantina mulai dilonggarkan. Dan Los Angeles menjadi kota besar pertama di Amerika Serikat yang menawarkan tes COVID-19 secara cuma-cuma kepada seluruh warganya. Secara keseluruhan, ada lebih dari 3,8 juta orang di Amerika mengajukan tunjangan pengangguran dalam satu minggu terakhir. Dan menurut mesin penghitung Johns Hopkins University, jumlah kasus total COVID-19 per kemarin malam (30/4) adalah 3.231.701, dengan 229.447 meninggal, dan 1.004.483 sembuh .Baca berita lengkapnya di BBC.

China mulai menguji coba mata uang digital baru mulai minggu depan.

Menurut media lokal, dalam beberapa bulan terakhir bank sentral China terus berupaya mempersiapkan e-RMB, yang akan menjadi mata uang digital pertama yang berlaku di sebuah negara besar. Dilaporkan bahwa uji coba telah dilakukan di beberapa kota, termasuk Shenzhen, Suzhou, Chengdu, Xiong’an, dan area lain yang akan menjadi tuan rumah Beijing Winter Olympics 2022. Media milik pemerintah, China Daily, mengatakan bahwa e-RMB telah diadopsi secara resmi sebagai sistem moneter, dengan sejumlah pegawai pemerintah dan PNS akan menerima gaji mereka dalam bentuk mata uang digital mulai bulan ini. Dilaporkan juga bahwa mata uang ini akan digunakan untuk menyubsidi transportasi di Suzhou. Sementara di Xiong’an, uji coba akan fokus pada industri makanan dan retail. Baca berita lengkapnya di The Guardian.

TikTok telah diunduh sebanyak lebih dari 2 miliar kali secara global.

Analytics platform Sensor Tower melaporkan bahwa media sosial tersebut telah diunduh lebih dari 2 miliar kali di seluruh dunia. Di kuartal ini aja, TikTok sudah diunduh 315 juta kali di App Store dan Google Play. Angka ini belum termasuk dari app store lain yang beroperasi di China. Sensor Tower mengatakan tiga negara yang paling banyak mengunduh aplikasi ini adalah India, China, dan Amerika Serikat. Meski begitu, angka ini tidak mengindikasikan jumlah pengguna aktif. Selain aplikasi ini, terdapat media sosial lain juga yang mengalami peningkatan pengguna di periode social distancing ini, di antaranya Snapchat dan Marco Polo. Baca berita lengkapnya di The Verge.

Selanjutnya: usai melahap Morning Briefing 1 Mei 2020, pastikan kamu mengetahui apa yang menyebabkan rambut lepek sepanjang hari!