Hidung Tersumbat, Pilek, Tenggorokan Gatal? Minum Madu!

minum madu
Foto: www.gettyimages.com

Jika nenek atau orang tua di rumah selalu bilang, “minum madu” saat kamu batuk, sepertinya (lagi-lagi) saran mereka ini baik untuk didengarkan. Pasalnya, sebuah review atas sejumlah studi yang diterbitkan di BMJ Evidence-Based Medicine menunjukkan bahwa minum madu bisa mengurangi gejala-gejala infeksi saluran pernapasan bagian atas. Ah, ini membuat kita bertanya-tanya apakah nenek atau orang tua di rumah bagian dari penelitian ini? Oh, well

Infeksi saluran pernapasan bagian atas seperti pilek merupakan penyakit virus yang memengaruhi hidung, tenggorokan, kotak suara, dan saluran udara yang mengarah ke paru-paru. Gejala infeksi ini termasuk hidung tersumbat, mampet, tenggorokan gatal, dan batuk.

Bagaimana para peneliti menemukan hubungan minum madu dengan infeksi saluran pernapasan? Para peneliti mengulas 14 studi yang melibatkan 1.800 orang yang mengalami infeksi pernapasan. Para partisipan ini mengatasi infeksinya antara dengan minum madu atau metode biasa (konsumsi obat antihistamine, ekspektoran, pereda batuk, dan pengurang rasa sakit).

Hasilnya? Dari review ini dapatkan bahwa madu terbukti mengurangi gejala-gejala infeksi, terutama frekuensi batuk dan level keparahannya. Bahkan di beberapa kasus, minum madu bisa memperpendek durasi gejala hingga satu sampai dua hari.

Memang sih, penemuan ini hanya bersifat observasi dan belum bisa membuktikan madu bisa menjadi obat infeksi pernapasan. Akan tetapi karena madu mengandung properti antimikroba, para peneliti mengatakan bahwa satu sendok madu bisa dipakai untuk mengatasi gejala tersebut, terutama bagi orang dewasa (tidak direkomendasikan untuk anak berusia satu tahun atau lebih muda).

Sebagai pengingat, berbagai penelitian membuktikan bahwa madu mengandung hal baik untuk kesehatan. Tidak hanya mengandung antimikroba, tapi juga madu memiliki bahan anti-inflamatori, dan antioksidan. Itulah sebabnya madu dianggap sebagai salah satu obat terapi alami untuk berbagai isu kesehatan, mulai dari diabetes mellitus, pencernaaan, kardiovaskular, dan sistem saraf.

Selanjutnya: Apakah pemanis buatan lebih sehat dari gula? Ini penjelasannya. Dan apa itu allulose, tren makanan yang super heboh di 2020? Ini kata seorang dokter gizi.