Pernah Merasa Minder? Ini 3 Cara Mengatasinya Menurut Psikolog

minder
Foto: www.canva.com

Sebuah pertanyaan: pernahkah kamu merasa tidak percaya diri? Kenyataannya terkadang memang rasa minder ini tidak bisa dihindari. Walau hampir semua pernah merasakannya, namun sebenarnya apa penyebab munculnya perasaan rendah diri ini?

Simak penjelasan dari Dian Sudiono Putri, M.Psi., Psikolog, seorang Psikolog Klinis dariBiro Psikologi Lentera, terkait penyebab munculnya rasa minder dan cara mengatasinya dengan tepat.

Apa Itu Minder dan Penyebabnya?

minder
Foto: www.freepik.com

Minder merupakan sebuah kondisi di mana “seseorang tersebut memandang kemampuan atau kondisi dirinya itu di bawah dari kemampuan orang lain. Jadi intinya ia tidak merasa percaya diri dengan kemampuannya jika dibandingkan dengan orang lain. Selain itu, ia juga merasa bahwa dirinya jauh lebih buruk dibandingkan orang lain,” jelas Dian.

Namun, apakah artinya sama dengan perasaan insecure?

“Kalau insecure itu sendiri umumnya terjadi karena seseorang ini mengalami kecemasan akibat adanya perasaan tidak aman, jika kita artikan ke bahasa Indonesia. Jadi sebenarnya, kalau untuk insecure itu sendiri adalah suatu bentuk kecemasan terhadap suatu hal yang bersifat negatif di kemudian hari, yang belum terjadi,” jawabnya.

Menurut Dian, minder sendiri bisa terjadi karena ia memiliki penilaian negatif terhadap kondisi dirinya atau indikator-indikatornya itu memang dimiliki secara personal.

“Misalnya seperti nilainya dia lebih jelek dibanding temannya, dan itu akan menjadi standar baginya bahwa ia akan menjadi minder dengan kemampuannya. Padahal sebenarnya masalah kemampuan tidak hanya ditentukan berdasarkan nilai saja,” ungkapnya.

Yang jelas, “ketika  seseorang mengalami minder, ia merasa kemampuannya berada di bawah kemampuan orang lain,” tuturnya.

Apakah Perasaan Ini Merupakan Hal yang Wajar?

Foto: www.freepik.com

“Ketika ditanya wajar atau tidak, maka jawabannya itu sangat wajar terjadi. Karena memang biasanya orang yang mengalami minder itu mereka punya penilaian sendiri. Atau mungkin mereka melihat dari data yang ada,” katanya.

Seperti misalnya “nilai atau mungkin dari perlombaan yang ia ikuti dan kalah. Padahal di awal dirinya merasa yakin terhadap kemampuannya, terus pada saat perlombaan ia kalah atau tidak mendapat peringkat atau tidak menang. Akhirnya itu bisa menyebabkan dia merasa minder,” terangnya.

Sehingga “kita tidak bisa melihat hanya sekadar ‘oh dia minder’, tetapi kita harus telaah apa sih, yang membuatnya minder dan kita perlu tahu penilaiannya itu seperti apa. Sehingga akhirnya ia berpendapat bahwa kemampuannya itu berada di bawah kemampuan orang lain,” lanjutnya.

Bagaimana Tanda Seseorang yang Minder?

minder
Foto: www.freepik.com

Terdapat beberapa hal yang bisa menjadi tanda ketika diri merasa rendah diri, yakni:

  • Sering berpikir bahwa kemampuan kita berada di bawah kemampuan orang lain
  • Tidak bisa melihat potensi yang sebenarnya, padahal sebenarnya kita mampu
  • Tidak percaya diri
  • Merasa bahwa kita ini buruk

“Jadi hal-hal negatif yang dinilai dalam diri kita adalah salah satu indikasi bahwa diri kita ini sedang minder. Tetapi balik lagi, hal-hal yang negatif ini harus dibandingkan dengan kondisi orang lain atau kemampuan orang lain, sehingga baru kita bisa katakan sedang merasa minder,” paparnya.

Kalau intinya kita “cuma punya perspektif negatif saja, itu belum tentu minder. Karena perasaan rendah diri itu harus ada bandingannya dulu,” tambah Psikolog Klinis yang satu ini.

Dian berpendapat bahwa perasaan minder ini sangat bisa berdampak pada kehidupan seseorang. “Karena nantinya orang ini jadi tidak percaya diri untuk maju. Serta merasa bahwa dirinya tidak mampu dan merasa kurang dalam melakukan banyak hal,” ujarnya.

“Jadi dari penilaian negatif dalam diri ini, kita bisa mengatakan bahwa ia memiliki self esteem yang rendah, sehingga bisa berdampak pada self efficacy-nya yang rendah, kepercayaan dirinya yang rendah, penghargaan dirinya rendah, dan keyakinan terhadap dirinya pun rendah. Kenapa? Karena nanti dia merasa bahwa orang lain pun akan menilai dirinya tidak mampu,” tuturnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Minder?

Foto: www.rawpixel.com

Karena terkadang membuat kita merasa tidak nyaman, maka perasaan minder ini juga tidak boleh dibiarkan terus-menerus. Sehingga perlu segera diatasi. Namun, “untuk mengatasi kondisi ini harus dilakukan secara perlahan-lahan. Tidak boleh kita hanya sekadar memberikan satu treatment saja,” ungkapnya.

Pahami rasa minder

Yang pertama, Dian menyarankan agar kita memahami terlebih dahulu perasaan minder yang sedang dialami. “Jadi perasaan yang muncul di dalam diri itu terjadi karena memang menilai dirinya negatif jika dibandingkan dengan kemampuan orang lain,” paparnya.

Cari penyebabnya

Selanjutnya, cobalah untuk bertanya terkait hal-hal apa saja yang sudah dilakukan pada saat itu, sehingga membuatnya memiliki penilaian atau prestasi yang lebih rendah dibandingkan orang lain.

Seperti “bertanya apakah ia sudah melakukan latihan atau belum ketika mengikuti perlombaan menyanyi misalnya. Jadi ketika kalah, ia bisa mencoba menyadari kekurangannya di mana,” ujarnya.

Jika sebaliknya, ia sudah berusaha tetapi tidak mendapatkan hasil yang optimal, “maka dari situ sudut pandangnya bisa berbeda. Ketika ia memang kurang latihan sehingga kurang mampu atau menjadi kalah, kita bisa membantu untuk memotivasinya. Tidak hanya butuh percaya diri saja, tetapi usahanya pun juga harus keras,” katanya.

Tetapi sebaliknya, jika ia sudah berusaha keras dan gagal, itu treatment-nya beda lagi. Kita harus mengajaknya untuk mau bertanya dan meminta penilaian dari orang terdekat. Jadi penilaian itu tidak hanya berasal dari dirinya sendiri.

“Karena terkadang, kita sudah merasa cukup karena menilai diri ini telah melakukan berbagai upaya. Tetapi kita tidak tahu si pemenang ini, ia telah berusaha dengan cara yang seperti apa. Misalnya ketika kita telah berusaha latihan bernyanyi di rumah, sementara yang juara satu justru mengikuti les nyanyi dari kecil, itu perlu kita sadari bahwa memang ada perbedaan usaha yang dilakukan,” paparnya.

Sehingga dari situ kita bisa “memberikan bantuan untuknya, bahwa usaha yang besar juga diperlukan untuk jadi pemenang. Karena sebenarnya, minder ini 'kan juga bisa berdampak pada rasa percaya diri dan penghargaan diri yang rendah. Untuk itu, ia perlu belajar untuk percaya diri terlebih dahulu, atau setidaknya menghargai dirinya sendiri,” ungkap Dian.

Mulai munculkan rasa percaya diri

Sebisa mungkin, “kita dapat menempatkan diri di lingkungan yang supportive. Agar nantinya bisa menumbuhkan keberhargaan diri. Jadi nantinya ia merasa bahwa ‘aku berjuang itu ada yang mendukung’. Sehingga individu akan yakin bisa menggapai apa yang diinginkan. Akhirnya dengan self esteem yang meningkat, maka self efficacy-nya juga meningkat,” paparnya.

Bagaimana Jika Rasa Minder Ini Sulit Diatasi?

minder
Foto: www.pexels.com

Ketika seseorang telah melakukan upaya untuk mengatasi minder, namun perasaan ini sangat sulit untuk dihilangkan, maka kita perlu menelaah terlebih dahulu atas apa yang ia usahakan. “Apakah ia melakukannya secara personal, meminta bantuan orang sekitar, atau bahkan telah mendatangi pihak profesional,” sarannya.

Jangan sampai nanti kita salah menilai. “Sebab banyak sekali faktor baik itu secara internal maupun eksternal yang bisa memengaruhi kondisi minder pada seseorang. Untuk itu, informasi-informasi tersebut perlu kita ketahui terlebih dahulu secara menyeluruh,” tambahnya.

Tak hanya melihat dari sudut pandangnya saja, tetapi kita juga perlu mengetahui interaksi ia dengan orang di rumah atau di lingkungan sekitarnya.

“Misalnya seperti anak yang cenderung suka menyendiri di kamar, mereka memang sengaja menarik diri dari lingkungan sosial. Sehingga mereka tidak mau berinteraksi. Padahal, untuk menguatkan diri pada anak yang minder, mereka membutuhkan dukungan sosial,” ungkap Dian.

Tetapi dengan apa yang mereka lakukan, yakni menyendiri di kamar, “itu tidak akan bisa membantu mereka untuk mengatasi minder. Maka dari itu, kita perlu memberikan edukasi pada mereka mengenai kondisi yang sedang dialami, dan siapa saja yang bisa menjadi sumber untuk membantu mereka mengatasi kondisi ini,” katanya.

Jika memang diperlukan dan sekiranya dukungan sosialnya tidak bisa membantu, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan pihak profesional atau mengikuti support group.

Bisakah Mencegah Munculnya Rasa Minder?

Foto: www.canva.com

Psikolog Klinis ini mengatakan bahwa untuk mencegah munculnya rasa minder maka secara personal mungkin kita harus memiliki penilaian positif terhadap diri sendiri.

“Misalnya kita mengalami kegagalan dan kekecewaan terhadap suatu situasi yang diekspektasikan dan hasilnya tidak sesuai dengan apa yang terjadi, itu setidaknya kita memerlukan adanya pandangan positif terhadap diri kita sendiri, ” sarannya.

Kita juga perlu menyadari seberapa besar usaha yang telah dioptimalkan untuk pencapaian yang sudah dilakukan.

Tetapi, untuk mencegah terjadinya minder pada orang lain maka “kita bisa memberi mereka penilaian terhadap dirinya. Seperti ‘kamu sudah berusaha, berjuang, dan belajar, tapi mungkin sekarang belum rezekinya’ jadi tetap beri dukungan dan semangat pada orang lain yang mungkin rentan mengalami minder, itu bisa kita berikan,” sarannya.

Karena, penerimaan sosial tetap diperlukan bagi mereka untuk mencegah munculnya rasa minder yang terjadi.

Bagaimana Jika Orang Terdekat Kita yang Merasa Minder?

Foto: www.canva.com

Ketika orang terdekat yang merasa minder, maka “bantu mereka untuk mengembangkan penilaian positif dalam dirinya. Misalnya kita coba untuk menyampaikan hal-hal positif yang sudah mereka lakukan, seperti pujian atau semangat,” anjurnya.

Jadi, selalu berusaha untuk menjadi orang yang ada di sampingnya, untuk selalu menemani, memberi afirmasi positif, dan mengatakan bahwa ia memang sudah berusaha dengan baik. Hanya memang belum saatnya untuk menang, sehingga perlu berlatih lagi agar bisa menang.

“Kemudian, jika bisa cobalah untuk mengajaknya berdiskusi. Misalnya seperti mencari tahu bagaimana cara bernyanyi sebagus apa yang telah dilakukan pemenang dalam lomba menyanyi. Jadi ia bisa belajar dari kesuksesan orang lain, itu perlu diinisiasi,” paparnya.

Karena, jangan sampai yang dianggap benar itu hanya yang ia pelajari saja. Tetapi kita tidak pernah tahu saat di perlombaan ini juri juga memiliki penilaian lain. Sehingga ketika kita kalah, bisa mulai belajar dari yang menang.

“Sehingga misalnya kalau kita tahu si pemenang memiliki teknik bernyanyi seperti apa, selanjutnya kita bisa mencari tahu apakah pemenang ini mengikuti kursus atau tidak. Kita juga bisa mencari informasi terkait tutorial bernyanyi yang sama dengannya. Jadi perlu disadari juga bahwa kita bisa mengembangkan diri dengan berlatih sama seperti sang pemenang,” terangnya.

Kesimpulan

Foto: www.canva.com

Dian memaparkan bahwa “minder itu hanyalah sebuah kondisi, bukan harga mati bagi sebuah kehidupan. Jadi ketika kamu minder, maka jadikanlah perasaan itu sebagai sumbu dari api yang akan kamu nyalakan. Sehingga nantinya api ini akan membakar semangatmu untuk menurunkan dan menghilangkan rasa minder, kemudian mengubahnya menjadi semangat,” tutupnya.