Jika Kamu Seorang Manajer, Lakukan Ini Setiap Hari (Menurut Harvard)

menulis jurnal
Foto: www.gettyimages.com

Apakah kamu suka menulis jurnal—dan kebetulan seorang manajer? Selamat, kamu sudah berada di jalur yang benar! Pasalnya, menurut Harvard Business Review menulis jurnal bukan hanya sebuah cara kreatif untuk mendokumentasikan aktivitas sehari-hari atau mewujudkan mimpi. Melainkan juga: sebuah metode efektif untuk menyingkirkan pikiran negatif, melepaskan stres, dan meningkatkan kemampuan memimpin. Itulah sebabnya, publikasi ini menekankan bahwa menulis jurnal harus menjadi bagian penting dari kehidupan seorang pemimpin.

Salah satu bentuk refleksi diri ini merupakan kunci dari kesuksesan pemimpin baru, tulis Dan Ciampa, seorang mantan CEO, konsultan dan penulis buku. Dia juga membocorkan bahwa menulis jurnal merupakan rahasia keberhasilannya menjadi seorang direktur dan CEO selama 12 tahun.

“Pemikiran terbaik datang dari refleksi yang teratur—dan cara terbaik untuk mencapainya adalah dengan memiliki jurnal pribadi,” katanya. “Buktinya sangat kuat bahwa dengan mengulang apa yang terjadi di dalam otak kita merupakan salah satu cara untuk belajar.” Dengan melakukan ini, kamu bisa menganalisa masalah, dan mendapatkan solusi lebih baik dan efisien.

Akan tetapi, untuk mendapatkan manfaat maksimal, Ciampa menyarankan untuk menulisnya dengan tangan. Bukan diketik di ponsel atau komputer. Pasalnya, menulis dengan tangan dan pena akan membuat kita mengingat segala sesuatu lebih mudah. Dan ingat, tujuan utamanya memang adalah “refleksi dengan lambat agar proses pembelajaran maksimal,” jelasnya.

Dan seandainya menulis jurnal masih sesuatu yang baru untukmu, ini langkah-langkah melakukannya:

  • Tuliskan hasil yang ingin kamu capai. “Atau judul utama yang menggambarkan hasil terbaik.”
  • Tuliskan satu hal yang menentukan hasil akhir. Lalu ajukan pertanyaan ‘mengapa’ lima kali. “Ini akan membantumu menemukan apa yang sebaiknya dilakukan sebelum hal tersebut terjadi.”
  • Dokumentasikan setiap emosi yang akan berperan penting dalam menentukan keputusan tersebut.
  • Identifikasi pelajaran-pelajaran penting yang kamu pelajari dari pengalaman tersebut. Dan apa yang akan kamu lakukan jika hal yang sama terjadi di masa yang akan datang.

Dan Ini yang sebaiknya kamu tahu sebelum memutuskan berpindah profesi di usia 30an.

podcast button