Panduan Membuat Cover Letter Menarik agar Dilirik HRD

Foto: www.freepik.com

Proses melamar pekerjaan itu… sebuah penyiksaan. Harus terus mencari lowongan, memperbaharui CV, dan mengirimkan ribuan lamaran yang entahlah akan berakhir di mana. Intinya, penyiksaan. Namun, menulis cover letter sepertinya yang paling bikin ngilu. Bagaimana cara mengejawantahkan semua pengalaman dan kehebatanmu dalam satu halaman tulisan, yang menarik perhatian yang membaca dan kamu akhirnya dikasih kesempatan untuk wawancara? Berikut tipsnya.

Ini yang Harus Ada di Dalam Cover Letter

Foto: www.shutterstock.com

Cover letter merupakan ringkasan mengenai data diri, berupa latar belakang, pendidikan, pengalaman kerja, prestasi dan kemampuan. Ibaratnya, biografi singkat mengenai kehidupan profesionalmu. Jadi memang harus dibuat semenarik mungkin agar si pembaca tertarik. Ohya, sebelum membuatnya, alangkah baiknya membaca dengan teliti deskripsi pekerjaan, lalu sesuaikan kualifikasi dan prestasimu dengan hal tersebut. Dengan begini, si perekrut akan melihat garis merah antara kamu dan orang yang mereka cari.

Aturan Menulis Cover Letter

Foto: www.canva.com

Berikut bagian-bagian yang wajib ada di setiap cover letter.

Pembukaan

Penulisan cover letter dimulai dengan salam pembuka. Sapalah perwakilan perusahaan (misalnya HRD, atau nama jelas si penerima) dan jabarkan informasi bagaimana kamu mengetahui lowongan pekerjaan tersebut. Misalnya, kamu mendapat informasi lowongan tersebut melalui teman atau situs job seeker.

Isi

Pada bagian ini, perkenalkan dirimu dengan singkat (latar belakang pekerjaan) dan tuliskan alasan mengapa kamu tertarik melamar posisi tersebut. Tidak lupa menyebutkan mengapa kamu adalah kandidat yang pantas untuk mengisi posisi tersebut. Deskripsikan kemampuan yang relevan dengan perekrut inginkan.

Jelaskan pekerjaanmu sebelumnya: tanggung jawab dan dekripsinya. Lalu, cantumkan prestai atau pencapaian yang pernah kamu raih di perusahaan tersebut. Usahakan menceritakannya dengan singkat dan jelas sehingga memperkuat daya tarikmu. Tunjukkan antusias, pengalaman, kualitas spesifik yang akan menguatkan perekrut untuk memilih kamu. Usahakan untuk menulisnya rangkaiannya mengalir layaknya bercerita dari hati dengan sejujurnya tanpa mengada-ngada. Tulislah dengan spesifik dan tekankan kelebihan dan prestasimu tanpa berbelit-belit.

Jika tidak memiliki pengalaman kerja, kamu bisa menguraikan kegiatan kampus atau program kerja yang pernah diikuti selama kuliah.

Penutup

Jika tadi ada kalimat pembukaan, maka selanjutnya kalimat penutup.  Pada bagian penutupan, usahakan untuk menekan skill yang kamu miliki yang telah diuraikan sebelumnya. Serta, sampaikan harapanmu untuk diberikan kesempatan melakukan interview kerja di perusahaan yang hendak dilamar.

Jangan lupa memaparkan bagaimana kamu akan  mengikuti setiap proses yang dilalui. Ini mengindikasikan bahwa kamu benar-benar antusias untuk mengisi posisi tersebut. Tambahkan juga, ucapan terima kasih kepada HRD atau perekrut pihak perusahaan atas pertimbangannya.  

Tanda Tangan

Terakhir, jangan lupa menutup cover letter dengan membubuhkan tanda tangan diikuti nama lengkap.

Pastikan Cover Letter Hanya Satu Lembar

Di antara kamu mungkin pernah bertanya, sebaiknya cover letter berapa halaman sih? Nah, untuk aturan cover letter memang tidak memiliki standar baku jumlah halamannya. Akan tetapi, cover letter tersebut dikatakan akan lebih efisien bila ditulis dengan satu halaman saja. Dengan catatan mencantumkan secara lengkap data diri, kelebihan, karakter, dan poin pencapaian kerja. Sulit? Itulah sebabnya setiap penjelasan harus singkat, padat dan jelas.

Lakukan Pengecekan

Foto: www.freepik.com

Sebelum mengirimkan cover letter, jangan lupa untuk mengeceknya kembali. Hal ini akan menghindari kesalahan-kesalahan kecil, seperti kalimatnya yang kurang atau, salah ketik alamat perusahaan dan pengejaan nama. Terkesan sepele memang, tapi hal ini berpengaruh banget, lho. Dan kesalahan semakin cenderung terjadi jika kamu menulis puluhan cover letter pada saat yang bersamaan!

Ohya, menulis cover letter itu memang butuh praktis. Jadi, jangan putus asa—coba terus sampai menghasilkan cover letter yang kamu suka! Dan lakukan ini jika pasanganmu baru kehilangan dan sedang mencari pekerjaan lain.

podcast button