Saham Anjlok—Bagaimana agar Tidak Panik dan Haruskah Menjual Saham Milikmu?

panik saham anjlok
Foto: www.gettyimages.com

Tidak hanya kamu yang panik saat mendapati banyak saham yang anjlok akibat pandemik COVID-19. Banyak orang yang panik dan akhirnya menjual sahamnya karena bursa saham dunia berada di titik mengenaskan. Apakah kamu juga perlukan melakukannya (baca: menjual saham yang kamu miliki)? Dan bagaimanakah cara mengurangi rasa stres dan panik karena investasi saham anjlok? LIMONE menghubungi Bareyn Mochaddin, S.Sy., M.H., RPP®, Senior Financial Advisor AAM & Associates.

Pada Umumnya, Apa yang Bisa Menyebabkan Investasi dalam Bentuk Saham Anjlok?

“Harus diketahui bahwa saham adalah sebuah produk investasi yang bersifat fluktuatif. Bisa naik, dan juga bisa turun. Bisa ‘terbang mengangkasa’ dan juga bisa ‘terjun bebas’ dengan beberapa sebab,” kata Bareyn.

Menurutnya, ada dua hal yang bisa membuat nilai saham naik dan turun, yakni faktor internasl dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan sebab yang berasal dari, perusahaan-perusahaan penerbit saham. Ini termasuk performa sebuah perusahaan, kebijakan dari manajemen perusahaan, dan proyeksi perusahaan di masa depan yang faktor internal yang dapat membuat nilai saham sebuah perusahaan naik dan turun. Kebijakan manajemen yang buruk dan berdampak jelek kepada performa perusahaan dapat menjadi sebab internal yang membuat nilai saham sebuah perusahaan anjlok. Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar perusahaan, seperti kebijakan pemerintah, kebijakan bank indonesia atas suku bunga, atau suku bunga Bank Sentral Amerika. “Selain itu juga kejadian, isu, serta berita-berita yang hadir di tengah masyarakat menjadi sebuah faktor eksternal yang bisa membuat nilai saham naik dan turun. Atau seperti saat ini, COVID-19 saat ini menjadi sebuah sebab eksternal yang membuat nilai saham anjlok,” jelasnya.

panik saham anjlok
Foto: www.gettyimages.com

Dalam Hal COVID-19, Apakah Penyebab Anjlok Berbeda?

“COVID-19 menimbulkan rasa tidak aman dan tidak nyaman pada setiap aspek kehidupan saat ini, termasuk pasar modal. Dalam kondisi seperti ini, produk keuangan dengan risiko rendah akan lebih dipilih dibandingkan dengan produk keuangan yang berisiko tinggi seperti saham,” terang Bareyn.

Lebih lanjut, Baryen menjelaskan bahwa saham anjlok bukan hanya karena COVID-19. Turunnya harga minyak dunia dan juga kebijakan pemerintah juga menjadi faktor penyebab. “Meski memang COVID-19 merupakan sebuah hal yang menjadikan pasar saham anjlok bahkan terus turun sampai dengan hari ini,” ujarnya.

Apakah Normal Jika Panik dan Stres Saat Ini Terjadi?

Panik? Stres? Jangan khawatir, reaksimu sangat bisa dimengerti. “Hal manusiawi, normal terjadi di tengah kondisi seperti ini,” imbuh Bareyn. Jadi, kamu bisa tenang—paling tidak dalam hal ini bahwa reaksimu adalah sesuatu yang wajar.

“Selain itu, vaksin COVID-19 belum juga ditemukan sampai saat ini yang menyebabkan semuanya serba abu-abu. Kepanikan juga tercermin pada IHSG yang terus turun dan investor asing terus menarik dana mereka dari Indonesia. Bahkan, stimulus yang diberikan pemerintah beberapa waktu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan belum mampu mengangkat pasar modal,” jelasnya.

Namun, hei, ada positifnya. “Meski demikian, kita harus melihat sisi positif lainnya bahwa saat ini rumah sakit khusus Corona sudah ditutup di Wuhan, Hubei dan mencatatkan tidak ada lagi kasus COVID-19 baru. Pasien di Vietnam berhasil sembuh semua, dan vaksin Corona sedang dikembangkan di China, Jerman dan Jepang. Oleh karenanya, kita harus kembali mengingat sebuah pepatah lama dalam investasi yang menyatakan bahwa ‘apa pun yang naik pasti akan turun, dan apa pun yang turun pasti akan naik,'” paparnya.

panik saham anjlok
www.rawpixel.com

Apa Sebaiknya Dilakukan terhadap Investasi Saham yang Kita Miliki?

Ehm, perlukah menjual investasi saham yang kita miliki?

“Sebelum keputusan menjual saham yang dimiliki, kita harus melihat diri kita ini sebagai apa. Apakah kita ini pada posisi sebagai investor, ataukah kita ini pada posisi sebagai trader? Ini dulu yang harus dijawab,” tekan Bareyn.

“Bila kamu adalah seorang Investor, tentu kamu berinvestasi untuk mencapai sebuah tujuan keuangan, ‘kan? Maka sebaiknya tidak perlu menjual saham dan produk investasi lainnya yang kamu miliki, apalagi kalau tujuan keuangannya masih lama akan dicapai,” jelasnya.

Nah, lain halnya bila kamu adalah seorang trader yang memang berprofesi dan bekerja dengan menjual dan membeli saham. “Ini berbeda dengan investor. Karena tentunya seorang trader memiliki target jual dan beli saham-saham yang menjadi pilihannya,” terangnya.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mengurangi Rasa Panik dan Stres Akibat Investasi Anjlok?

Berita baiknya: ada beberapa hal menurut Bareyn yang bisa kamu lakukan untuk meminimalisir rasa panik dan stres.

Pertama, sebagai investor, kamu tidak perlu sering-sering membuka pergerakan saham pada saat ini. “Apalagi sampai melihat pergerakan dari detik per detik, menit per menit, karena itu hanya akan menambah rasa stres,” anjurnya. jika kamu adalah seorang investor yang yakin saham-saham yang kamu pilih memiliki fundamental yang bagus, maka seharusnya kamu bisa santai. “Karena saham-saham pilihan kamu memiliki ‘pijakan’ yang kuat yang nantinya bisa kembali ke nilai semula, bahkan lebih tinggi,” terangnya.

Kedua, bila sangat panik dengan kondisi yang ada saat ini, terutama dengan investasi kamu di pasar modal, dan bahkan sampai stres, maka “besar kemungkinan kamu bukan merupakan seseorang yang memiliki profil risiko yang cocok dengan investasi di pasar modal,” ujarnya

Pasalnya, menurut Bareyn, secara sederhana, profil risiko adalah sebuah penilaian atas ketahanan seseorang terhadap sebuah risiko yang ada. “Profil risiko ini bisa dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman seseorang. Pertanyaannya, apakah kamu mengetahui profil risiko yang kamu miliki saat ini? Bila belum, segeralah mencari tahu tentang profil risiko kamu, karena ini sangat penting agar kamu dapat melalui hari-hari dengan nyaman dan tentram dengan pilihan produk keuangan yang kamu miliki. Jangan sampai, ternyata kamu memiliki profil risiko konservatif yang baru bisa menerima risiko dari deposito, malah memilih investasi di pasar modal yang idealnya dilakukan oleh mereka yang memiliki profil risiko agresif karena ikut-ikutan ajakan teman,” sarannya.

www.istockphoto.com

Adakah yang Bisa Dilakukan untuk Menaikkan dan Mengamankan Investasi dalam Bentuk Saham? 

“Bila yang dimaksudkan adalah menaikkan nilai saham sebuah perusahaan di pasar modal, tidak ada yang bisa dilakukan oleh seorang investor kecuali orang tersebut memiliki kemampuan untuk memberi pengaruh pada faktor internal atau faktor eksternal suatu saham,” tegas Bareyn.

Ah.

Selain itu, menurutnya, nilai saham di pasar modal merupakan sebuah hal yang sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. ini artinya, bila permintaan tinggi maka nilai saham akan naik dan bila penawaran tinggi maka nilai saham akan turun. Ini artinya lagi, perlu satu atau banyak pihak yang memiliki modal kuat dan besar untuk dapat melakukan banyak permintaan pembelian atas sebuah saham di pasar modal yang kemudian berdampak pada nilai saham tersebut. 

“Sehingga, bila tiba-tiba nilai sebuah saham naik dan volume transaksinya besar, kamu sebagai investor wajib waspada. Jangan sampai malah tergiur dengan kenaikan tersebut. Ini yang akan membuat investasi kamu relatif aman di pasar modal,” ujarnya, memberi tips.

Eits tidak hanya itu: agar investasi di pasar modal yang kamu lakukan relatif aman, ada beberapa hal lain

yang bisa dilakukan. “Pertama adalah menerapkan prinsip 2L dari OJK yaitu ‘Legal dan Logis’, dan yang kedua adalah mengetahui saham yang dipilih, lalu lakukan analisis dan update dengan kondisi terkini.”

panik saham anjlok
www.istockphoto.com

Apa Pelajaran Keuangan yang Bisa Kita Ambil dari Situasi Ini?

Dengan kata lain nilai moral dan hikmah dari situasi krisis yang disebabkan oleh sebuah pandemik global.

“Kondisi saat ini harusnya menyadarkan kita bahwa tidak ada investasi yang aman dari risiko. Apa pun jenis investasinya termasuk saham di pasar modal. Bahkan, risiko yang ada saat ini bukan merupakan risiko yang diprediksi akan menjadi sebuah risiko di masa lalu,” pesannya.

Oleh karena itu, sebagai investor, kamu harus tahu produk keuangan yang dipilih dan mengetahui risiko-risiko yang mungkin timbul. “Selain itu, cari tahu profil risiko kamu untuk tahu bahwa kamu adalah orang yang siap menerima risiko-risiko tersebut,” jelasnya

Memang sih, risiko atas kenaikan dan penurunan nilai saham memang tidak bisa dihindarkan, karena memang itulah sifat dari investasi saham di pasar modal. “Tetapi aman dari jebakan saham-saham yang kurang bagus bisa dihindari dengan beberapa langkah,” ujarnya

Sekali lagi Bareyn menekankan bahwa agar investasi yang dilakukan di pasar modal aman dan nyaman, kamu harus mengetahui saham yang dipilih, lakukan analisa mendalam, dan selalu update dengan isu terkini. Jangan lupa terhadap prinsip 2L tadi, “Legal dan Logis”. 

Oh, bukan berarti dilarang berinvestasi, ya. Malah Bareyn menegaskan untuk tetap berinvestasi.

Jangan takut berinvestasi dan tetaplah berinvestasi meski setiap investasi ada risikonya. Ketahuilah bahwa tanpa investasi kita akan terkena risiko inflasi dan risiko tidak dapat mencapai tujuan-tujuan keuangan yang ingin dicapai di masa depan,” tekannya.

Selanjutnya: ini cara memastikan keuangan pribadimu aman saat pandemik COVID-19.