Jika Kamu Melihat Hal Ini di Hari Pertama Kerja, Saatnya Undurkan Diri!

mengundurkan diri
Foto: www.shutterstock.com

Siapa bilang kesan pertama yang bagus itu hanya berlaku untuk perekrut, bos, dan pemilik perusahaan terhadap calon karyawan? Pegawai pun punya privilese yang sama—terutama pada hari pertama kerja. Kevin Kruse, penulis Great Leaders Have No RulesEmployee Engagement 2.0, menuliskan di Forbes bahwa jika mendeteksi tiga hal ini di hari pertama, kamu sebaiknya mencari pekerja lain atau menghubungi kembali perusahaan yang sudah kamu tolak. Kenapa? “Ini demi kesehatan mental dan keberlangsungan kariermu untuk jangka panjang,” tulisnya. Jadi, jika tiga pertanda di bawah ini terjadi di hari pertama kali kerja, sebaiknya kamu mengundurkan diri.

Manajer Terlalu Sibuk untuk Mengucapkan “Selamat Datang”

Bukan berarti manajer harus menemani 9 – 5 ya. Intinya si manajer/bos harus ada di hari pertama kamu kerja. Urutannya begini: kamu datang, dia menyambut, salaman, mengobrol sebentar, melakukan serah terima ke HRD dan mengecek lagi di sore hari. Keberadaan manajer = super duper penting.

“Penelitian Gallup menunjukkan bahwa 70% perselisihan yang terjadi pada karyawan biasanya berhubungan dengan manajer. Tidak ada hal yang lebih penting dibandingkan kenyamanan kita saat bekerja,” tulis Kruse.

Meja dan Alamat Email Kantor untukmu Belum Siap

“Jika kamu datang hari pertama ke kantor dan mereka tidak punya tempat untukmu, mungkin sebaiknya mengundurkan diri,” kata Kruse. Prinsip yang sama tetap berlaku bahkan ketika kantormu berada di co-working space dengan sistem hot desk (siapa duluan datang, dia dapat). Intinya, jika mereka tidak mempersiapkan tempat duduk dan alamat email kantor untukmu, itu adalah tanda siaga empat karena itu artinya kamu tidak menjadi prioritas mereka.

Mereka Hanya Membicarakan Kebijakan, Bukan Misi dan Visi

Yep, pihak kantor memang akan menjelaskan kebijakan dan aturan penting (cuti, jam kantor, aturan pakaian, dll)—dan ini memang wajib hukumnya dan sangat membantu karyawan baru. Akan tetapi, jika seharian hanya membahas ini tanpa menyebut-nyebut tentang idealisme, nilai, mimpi, misi dan visi… ini adalah tanda negatif.

“Jika mereka peduli dengan misinya, mereka akan menemukan cara untuk melibatkan kamu dari awal. Jika mereka peduli dengan nilai-nilainya, mereka akan menemukan cara yang seru untuk membuatmu ingat dan merasa relevan terhadap nilai-nilai tersebut,” ujarnya.

Ingin kariermu berumur panjang? Hindari mengucapkan kalimat-kalimat ini. Dan ini panduan membuat cover letter yang berkualitas.