Alasan Mengapa Kita Suka Membaca Ramalan Bintang, Menurut Psikolog

membaca ramalan bintang
Foto: www.gettyimages.com

Beberapa temanmu (atau kamu sendiri), mungkin akan membaca ramalan bintang sebelum pergi kencan atau ke kantor. Menariknya, menurut sebuah penelitian, generasi milenial dan Z sangat mengandalkan perbintangan. Bahkan 29% dari dua generasi ini percaya astrologi dan horoskop merupakan bagian dari ilmu pengetahuan. Padahal, astrologi merupakan sebuah pseudoscience—artinya, sudah dicoba untuk membuktikan keabsahannya secara ilmiah, tapi sampai saat ini belum berhasil.

Mengapa Kita Percaya dengan Ramalan Bintang?

membaca ramalan bintang
Foto: www.gettyimages.com

Jadi mengapa sebagian dari kita sangat terobsesi dengan ramalan bintang?

“Astrologi atau ramalan zodiak biasanya dituliskan dengan kalimat yang mudah dipahami dan memberi gambaran tentang diri,” jelas Sinta Mira, M.Psi, seorang psikolog klinis dewasa dan Founder Vida Rumah Konsultasi dan Layanan Psikologi melalui email. “Kita senang membaca hal-hal yang membantu kita memahami diri dengan lebih baik lagi,” lanjutnya.

Menurutnya, ada sisi positif dari membaca ramalan bintang, yakni membuat kita belajar memahami diri; menbuat kita lebih reflektif. Misalkan saja, saat di dalam ramalan bintang ada kalimat, ‘Aries bersikaplah lebih ramah karena siapa tahu mendapat kenalan baru yang potensial menjadi pasangan’. “Dari kalimat tersebut bisa membuat pembaca menjadi lebih bersikap positif dalam berelasi atau merasa lebih positif dengan dirinya juga,” tekannya.

Membaca ramalan bintang ada sisi positifnya, tetapi Sinta mengingatkan agar kita tidak terbawa atau terlalu percaya terhadap setiap kalimat. “Atau terlalu mengartikan setiap ramalan tersebut secara harfiah di berbagai aspek kehidupan kita. Anggaplah itu hanya sebuah artikel ringan yang membuat kita lebih memahami diri saja,” anjurnya.

Bagaimana Mengetahui Kita Sudah Terlalu Mengandalkan Ramalan Bintang?

Foto: www.gettyimages.com

Mungkin kamu tidak tahu, tapi bisa jadi saat ini kamu sudah terlalu mengandalkan ramalan bintang. Untuk mengetahui apakah sudah terobsesi, kamu bisa mengeceknya dengan trik sederhana ini. “Terpaku dan terobsesi biasanya membuat kita memikirkan terus dan percaya pada apa yang dikatakan di astrologi. Atau, kita selalu mendasarkan perilaku kita pada apa yang disampaikan dalam astrologi tersebut. Atau mencocok-cocokkan apa pun yang dijalani dengan apa yang disampaikan dalam astrologi,” jelas Sinta.

Jika terlalu terpaku pada apa yang dicantumkan di ramalan bintang, maka bisa membuat kamu merasakan rasa kecewa yang berlebih. Lebih bahaya lagi, konsep diri yang kamu miliki bisa menjadi negatif, terutama jika yang disampaikan oleh astrologi tersebut tidak sesuai dengan harapanmu.

“Yang terpenting adalah berusaha menjadi pribadi yang percaya diri. Tidak mendasarkan konsep diri pada hal-hal eksternal. Melainkan berusaha menggali potensi dan kelemahan yang kita miliki secara lebih reflektif, misalnya dengan melakukan banyak diskusi dengan orang-orang terdekat,” paparnya.

Ohya, proses pembentukan konsep diri yang kuat membutuhkan waktu dan juga usaha dari diri sendiri. “Dan dengan banyak menghayati pengalaman secara positif, berdiskusi dengan orang lain untuk lebih mengenal diri, akan membantu kita membentuk konsep diri positif,” Sinta menyarankan.

Sekali lagi Sinta menekankan bahwa dengan mempunyai konsep diri yang kuat, maka kita tidak akan mudah percaya dan terbawa dengan berbagai hal eksternal. “Astrologi atau apa pun yang kita baca/lihat akan menjadi sarana pengenalan diri lebih saja, tapi tidak menjadi acuan utama,” jelasnya.

Nah, ketika kita memiliki konsep diri yang kuat, maka kita akan lebih kritis dalam menyaring apa pun yang kita baca/lihat dan tidak serta merta mudah percaya. “Karena pada dasarnya kita sudah menjadi pribadi yang percaya diri dan punya konsep diri yang kuat,” tegasnya.

Di dunia yang sedang heboh dan super rumit seperti sekarang ini, rasanya memang adem dan menyenangkan saat membaca ramalan bintang. Jika membaca zodiak membuat kekhawatiranmu sedikit berkurang, silakan saja dinikmati. Hanya saja, jangan terlalu terpaku, karena membuat kamu melewatkan sesuatu (atau seseorang) yang luar biasa.

Seseorang yang luar biasa bisa saja kamu temui kapan pun—dan ternyata penelitian baru menyimpulkan bahwa saat wanita sedang berada dalam masa subur, laki-laki terlihat lebih menarik. Ow.

podcast button