Apa yang Harus Dilakukan Saat Mendapati Anak Menonton Porno?

anak menonton porno
Foto: www.gettyimages.com

Salah satu momen oops dalam hidup sebagai orangtua: mendapati anak menonton porno. Ketika ini terjadi, orangtua mungkin merasa malu. Apalagi anak. Apa yang sebaiknya dilakukan orangtua setelah detik-detik merasa jengah dan panik seperti ini? LIMONE meminta bantuan Hertha Christabelle Hambalie, M.Psi., seorang psikolog klinis anak, dari Clarity Psychology untuk menjelaskan tindakan tepat dan cepat seperti apa yang sebaiknya dilakukan orangtua dan bagaimana menghadapi anak yang menonton porno.

Apa yang Biasanya Menyebabkan Seseorang Menonton Tayangan Berbau Porno?

anak menonton porno
Foto: www.gettyimages.com

Hertha menerangkan bahwa ada beberapa alasan mengapa seseorang menonton film porno. Pertama, bisa jadi dia penasaran atau memiliki rasa ingin tahu tentang seks. Kedua, mempunyai hasrat dorongan seksual atau dorongan seksual yang mengakibatkan munculnya ketertarikan pada film porno. Ketiga, mereka sedang mencoba referensi, misalnya dalam mencari tahu gerakan dalam hubungan seks, suasana, ide foreplay, dan lain-lain. Keeempat, modelling atau mencontoh teman-temannya.

Seperti orang dewasa, tayangan porno juga memberikan dampak pada anak. Hertha mengutip studi yang dilakukan oleh Supriarti & Fikawati (2009) bahwa dampak film porno pada anak bisa berupa perilaku meniru, adiktif, dan kebutuhan materi seks yang lebih tinggi.

Meski Hertha menekankan bahwa setiap orang akan memiliki dampak yang berbeda. Selain itu, “perlu dipertimbangkan soal durasi, seberapa lama ia menonton dan frekuensi seberapa sering ia menonton, serta intensitas film porno yang seperti apa yang ia tonton,” katanya. Dampaknya, “pasti berbeda antara anak SD yang menonton 1 jam film porno dengan anak SD yang 1 menit film porno. Walaupun sama-sama duduk di SD, pengetahuan mereka dan apa yang mereka tangkap bisa berbeda. Anak A bisa merasa bersalah, anak B bisa ingin tahu lebih dalam,” tambahnya.

Jika Anak Menonton Porno, Apakah Ini Mengindikasikan Ada yang Salah dengan Anak?

anak menonton porno
Foto: www.gettyimages.com

“Tidak ada kesalahan pribadi karena adalah sebuah hal yang normal jika anak memiliki rasa ingin tahu dan untuk remaja normal memiliki hasrat seksual,” tegasnya. “Hal yang perlu dilakukan orangtua adalah pengawasan, di mana orangtua bisa mengawasi apa yang dilihat di gadget anak sehingga konten yang dilihatnya sudah sesuai dengan usianya. Orangtua juga perlu memahami dan memberikan seks edukasi yang sesuai dengan usia anak,” sarannya.

Sekali lagi: menonton film porno bukan berarti ada yang salah dengan anak. Dan jika kamu sebagai orangtua panik—boleh, tapi jangan terlalu lama. Pasalnya, menurut Hertha panik yang berlebihan akan memperburuk situasi. “Sebaiknya tetap tenang dan tidak perlu marah-marah, karena akan membuat anak takut dan tidak nyaman bercerita pada kamu,” anjurnya.

“Bila kamu masih panik dan bingung, tenangkan diri dulu. Diskusikan dan minta pendapat pasangan,” tambahnya. Hertha menyarankan untuk mencari informasi tentang seks edukasi baru ajak anak bicara dengan tenang.

Dan saat mengajak anak berbicara, ajukan pertanyaan, tapi tanpa menghakimi. Cari tahu tentang apa yang dia tonton dan alasan menonton tayangan tersebut. Juga tanyakan darimana dia mendapatkannya. “Jika jawabannya karena ingin tahu, sebaiknya orangtua segera memberikan penjelasan terhadap pertanyaan anak. Ingat poin pertama tetap tenang,” Hertha mengingatkan. Hal penting lain adalah “berikan kesempatan dia menjelaskan dan dengarkan. Cari tahu sejauh apa ia paham soal seks.”

Soal seks, atau istilahnya edukasi soal seks. “Berikan edukasi soal seks yang sesuaikan dengan usia dan sejauh apa ia tahu soal seks. Penekanan yang penting adalah seks positif, misalnya bahwa seks adalah tanda cinta suami istri. Untuk ini, silahkan sesuaikan dengan nilai-nilai yang dianut. Edukasi juga bahwa setiap film memiliki batas usia, sehingga ada usia yang tepat untuk menonton film-film tertentu termasuk film porno,” paparnya.

Mengutip Borba (2009), Hertha menjelaskan bahwa pada usia SD, orangtua perlu membekali diri dengan pengetahuan untuk pertanyaan, “bagaimana bayi lahir?” dan mulai mengenalkan kata-kata biologis seperti vagina dan penis. Sedangkan usia remaja, diajarkan soal reproduksi dan hubungan intercourse, ejakulasi, sel telur mimpi bahas, dan sperma.

Apakah Perlu Menghukum Anak Karena Menonton Tayangan Porno?

Foto: www.gettyimages.com

“Saya tidak setuju untuk hukuman,” tegas Hertha. “Lebih baik edukasi agar anak paham alasan tidak boleh menonton film porno di usianya. Edukasi akan lebih bijaksana dibandingkan hukuman,” lanjutnya.

Menurut Hertha yang lebih efektif adalah orangtua memberikan pengawasan pengawasan dan pembatasan penggunaan gadget—bukan mengambil gadget. “Karena tidak bisa kita pungkiri banyak manfaat positif lain dari gadget,” tambahnya. “Cara mudahnya berikan gadget saat kamu bisa mengawasi anak apa yang ia lihat atau setting agar konten internet tersaring khusus untuk anak, misalnya YouTube Kids,” ujarnya, memberi saran.

Apakah perlu melibatkan psikolog? “Saat perilaku anak sudah mengganggu dirinya sendiri atau orang lain, misalnya memegang alat kelaminnya terus menerus, atau emosinya tidak stabil selama 2 minggu berturut-turut, kesulitan berhenti untuk menonton film porno—maka kamu perlu melibatkan psikolog,” anjurnya.

Selanjutnya: ini cara menemukan terapis dan psikolog yang tepat.