Mengapa Kamu Mengalami Migrain? Mungkin Kurang Melakukan Ini

mengalami migrain
Foto: www.rawpixel.com

Menurut sebuah preliminary study yang baru-baru ini dirilis, lebih dari dua pertiga orang yang mengalami migrain kurang melakukan olahraga. Studi ini menemukan bahwa orang yang melakukan olahraga moderat hingga bertenaga sebanyak dua setengah jam seminggu mengalami penurunan pemicu migrain, seperti stres, depresi dan kesulitan tidur.

Apa yang Dilakukan Penelitian Ini?

Untuk mendapatkan kesimpulan ini, para peneliti melibatkan 4.647 orang yang didiagnosa memiliki migrain. Sektiar tiga perempat partisipan mengalami migrain kronik, yang artinya mengalami 15 atau lebih migrain dalam satu bulan. Partisipan lain memiliki migrain episodik, atau hingga 14 kali dalam sebulan.

Selama masa penelitian, para partisipan diminta untuk menyelesaikan sebuah kuesioner tentang karakteristik migrain, pola tidur, depresi, stres, gangguan kecemasan yang mereka rasakan. Plus, jumlah olahraga moderat atau bertenanga yang mereka lakukan setiap minggu. Olahraga moderat dan bertenaga termasuk joging, jalan cepat, memainkan sebuah cabang olahraga, bersepeda dan heavy cleaning.

Lalu para partisipa membagi partisipan dalam lima grup berdasarkan level olahraga mingguan: grup yang tidak berolahraga, grup yang hanya 1-30 menit, 31 sampai 90 menit, dan 91-150 menit, serta lebih dari 150 menit.

Apa Hubungan Olahraga dengan Orang yang Mengalami Migrain?

Para peneliti menemukan bahwa hanya 1.270 (27%) melaporkan melakukan olahraga dengan durasi tertinggi. Selain itu, para ilmuwan juga menemukan bahwa mereka yang melakukan olahraga kurang dari 2,5 jam per minggu mengalami peningkatan laju depresi, anxiety dan masalah tidur.

Berkaitan dengan migrain: semakin sedikit melakukan olahraga, semakin sering mengalami sakit kepala. Ini artinya, olahraga mungkin bisa dipakai untuk mengurangi migrain.

Baca Juga :  5 Hal Ini Akan Membuat Pagimu Lebih Menyenangkan

Mengapa ini bisa terjadi? "Olahraga merilis pereda rasa sakit alami yang disebut endorfin, yang membantu orang tidur lebih nyenyak dan stres berkurang. Namun jika orang yang mengalami migrain tidak berolahraga, mereka tidak akan mendapatkan manfaatnya," kata Mason Dyess, D.O, peneliti utama dari Universitas Washington.

"Ada metode terapi baru yang tersedia untuk mengatasi migrain, tapi harganya sangat mahal. Orang-orang dengan migrain sebaiknya mempertimbangkan untuk memasukkan olahraga ke gaya hidup sehari-hari," kata Dyss. Terlebih olahraga, "sifatnya aman dan murah dan juga membantu masalah lain yang sering kali muncul bersamaan dengan migrain."

Peneliti ini memang sifatnya terbatas karena hanya berdasarkan laporan partisipan bukan memonitor mereka secara aktif. Plus, penelitian ini hanya memperlihatkan asosiasi antara olahraga dan pemicu migrain, bukan hubungan sebab akibat. Namun meski begitu, tidak ada salahnya untuk mencoba berolahraga, terutama kamu yang selama ini sering kali mengalami migrain hingga tidak bisa tidur!

Selanjutnya: Olahraga Ini Mengurangi Intensitas Migrain.