Apakah Perlu Memberitahu Bos bahwa Kamu Punya Isu Kesehatan Mental?

Foto: www.stocksy.com

Banyak orang yang berani mengungkapkan kondisi kesehatan mentalnya di media sosial, tapi bagaimana di area profesional? Perlukah kita memberitahu bos bahwa kita memiliki kondisi kesehatan mental tertentu? LIMONE menghubungi seorang psikolog untuk mencari tahu apa sebaiknya dilakukan saat kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu dan cara membicarakannya dengan atasan.

Perlukah Membicarakan Kondisi Kesehatan Mental kepada Atasan?

kondisi kesehatan mental
Foto: www.rawpixel.com

“Pada dasarnya tidak ada keharusan untuk memberitahu atasan tentang kondisi kesehatan mental kamu,” jelas Ilham Anggi Putra, seorang psikolog klinis dewasa, dari Biro Psikologi Metamorfosis, kepada LIMONE.

“Hal yang terpenting yang perlu diperhatikan adalah mengetahui seberapa mengganggu kondisi tersebut terhadap diri kamu, sudah berapa terjadi dan apa dampaknya kepada pekerjaan, perfoma dan lingkungan kerja,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ilham menjelaskan bahwa beberapa contoh masalah kesehatan mental di lingkungan kerja adalah stres kerja, burn out, kecemasan akan target, dan depresi (akibat lingkungan ataupun tuntutan pekerjaan).

Dan saat bekerja, “masalah pasti selalu ada, tapi bagaimana cara kita sejauh ini adaptif terhadap masalah yang sedang dialami,” lanjutnya.

Di sisi lain, tidak ada salahnya membicarakannya dengan atasan. Pasalnya, “perlu diingat bahwa manajemen kantor tidak bisa menawarkan dukungan jika mereka tidak tahu bahwa kamu membutuhkannya. Para bos juga manusia, dan banyak dari antara mereka yang memiliki orang-orang terdekat yang mempunyai kesulitan kesehatan mental tertentu, atau bahkan mereka sendiri mengalaminya,” tulis Bryan E. Robinson, Ph.D., seorang psikoterapis, di Psychology Today.

Robinson mengingatkan bahwa bos yang kompeten akan mengerti benar bahwa kesehatan mental sangat berkontribusi pada performa kerja dan pada akhirnya, akan mempermudah pekerjaan sang bos sendiri. Jadi, dengan kata lain, bos yang baik akan peduli dan membantu jika kamu memilih untuk menceritakan kondisi kesehatan mental.

Apa yang Bisa Dilakukan Jika Ingin Membicarakan Kondisimu kepada Bos?

kondisi kesehatan mental
Foto: www.gettyimages.com

Lalu, bagaimana jika kondisi kesehatan mental tersebut akan sedikit-banyak mempengaruhi kinerja kamu? Jika kamu ingin memberitahu kondisi pribadimu kepada atasan, Ilham menganjurkan untuk mempertimbangkan kondisi dan situasi serta bagaimana cara menyampaikannya kepada bos kamu.

“Yang perlu diperhatikan adalah karakteristik dari atasan serta bagaimana komunikasi kamu dengan atasan sejauh ini. Lalu tentukan juga cara pembahasaan serta mencari waktu yang tepat kapan akan memberitahukannya kepada atasan. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir kondisi-kondisi yang tidak diinginkan,” terangnya.

Selain itu, tidak ada salahnya juga melihat sumber-sumber lain yang tersedia di kantor yang mungkin bisa memfasilitasi kondisimu. “Misalnya apakah tempat kerja kamu memiliki wadah yang memfasilitasi karyawan untuk bisa menceritakan kondisi ini, misalnya bagian HRD. Atau mencari apakah ada rekan kerja atau teman dari divisi lain yang bisa membantumu dalam hal ini,” sarannya.

Salah satu skenario terburuk adalah kamu mungkin merasa kantor kurang bisa mengakomodasi kebutuhan dan kondisi kesehatan mentalmu. Apakah mengundurkan diri adalah langkah yang tepat?

“Tentu perlu dilihat lagi situasi dan kondisinya,” jawab Ilham. “Apa yang menjadi akar permasalahanmu, lalu apakah sejauh ini kamu mempunyai cara untuk mengatasi hal tersebut. Intinya, pertimbangkan terlebih dahulu plus dan minus dari masing-masing konsekuensi, dan ambilah keputusan saat kamu berada dalam keadaan yang stabil,” anjurnya.

Selanjutnya: Seorang psikolog menyarankan untuk melakukan ini demi menjaga kesehatan mental karena di-PHK di masa pandemik.